Hujan Meteor Bahaya atau Tidak? Puncaknya Diprediksi Tanggal 12-13 Agustus

Chyntia Sami Bhayangkara

Jum'at, 11 Agustus 2023 | 06:50 WIB
Hujan Meteor Bahaya atau Tidak? Puncaknya Diprediksi Tanggal 12-13 Agustus
Ilustrasi Hujan Meteor Bahaya atau Tidak? (unsplash)

Suara.com - Fenomena hujan meteor perseid diprediksi akan mencapai puncaknya di langit Indonesia pada 12-13 Agustus mendatang. Adanya fenomena langka ini tentu menarik atensi beberapa pihak, terutama mereka yang menyukai dunia astronomi. Namun sebenarnya, hujan meteor bahaya atau tidak? 

Melansir dari situs resmi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hujan meteor adalah sebuah fenomena yang terjadi ketika bebatuan meteor melintas menuju ke atmosfer bumi di antariksa. Lantas hujan meteor bahaya atau tidak?

Pada saat bumi melewati orbit dari meteor, maka akan terlihat batuan jatuh ke atmosfer bumi. Ketika memasuki ke bumi lewat atmosfer, meteor akan terbakar sehingga seakan terlihat ada ekor yang kemerahan di belakangnya atau sering disebut sebagai komet. Beberapa meteor yang jatuh ke Bumi nampak terlihat seperti tetesan air hujan sehingga orang menyebutnya dengan hujan meteor. 

Sejak pertengahan bulan Agustus, hujan meteor yang muncul seperti memancarkan cahaya dari satu titik langit pada rasi bintang Perseus. Oleh sebab itu fenomena langka ini disebut sebagai hujan meteor perseid. Hujan meteor perseid terjadi mulai tanggal 17 Juli-24 Agustus 2023. Akan tetapi, puncak hujan meteor perseid ini baru akan terjadi di langit Indonesia pada tanggal 12-13 Agustus 2023. 

Cara Melihat Hujan Meteor Perseid 2023 

Berdasarkan pengamatan dari peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (Pusainsa BRIN) Andi Pangerang, hujan meteor secara efektif terlihat apabila ditinjau dari kawasan yang bebas dari sejumlah tutupan awan atau polusi udara. 

"Agar bisa mengamati hujan meteor atau fenomena antariksa lainnya secara efektif (jelas), diperlukan cuaca yang cukup cerah dan mendukung serta bebas dari tutupan awan. Bebas dari polusi cahaya ataupum gangguan cahaya buatan yang dapat dihasilkan oleh aktivitas manusia. Medan pandang harus bebas dari penghalang," ungkap Andi, seperti yang dilansir dari laman BRIN. 

"Apabila kita ingin mengabadikan hujan meteor, dibutuhkan sebuah kamera all sky yang diletakkan di arah zenith (arah atas) sehingga kamera dapat merekam hingga malam selesai, baru bisa melihat meteor melintas," tuturnya. 

Adapum tempat terbaik untuk bisa melihat fenomena hujan meteor pada 12-13 Agustus ini yaitu di belahan Bumi utara. Disebutkan bahwa di wilayah itu kita bisa melihat 'bintang jatuh' yang ada di seluruh langit, tanpa harus melihat ke arah tertentu. 

baca juga

Hujan meteor Perseid yang terjadi ini akan terlihat memancar dari satu titik di konstelasi Perseus, dan setiap meteor akan memiliki titik orbit yang sama. Hujan meteor ini akan mengambil namanya dari titik asalnya, atau yang selama ini dikenal sebagai pancaran. 

Hujan Meteor Bahaya atau Tidak? 

Andi juga menyebut bahwa hujan meteor tidak akan menimbulkan dampak yang negatif bagi manusia. Lebih lanjut, fenomena ini tak akan menyebabkan lapisan ozon menipis. 

Akan tetapi, Andi juga tidak menyangkal jika ada beberapa fenomena hujan meteor yang dinilai berpotensi bahaya. Fenomena hujan meteor dikatakan berbahaya apabila meteor yang jatuh mempunyai ukuran lebih dari 140 meter dengan jarak perpotongan antara orbit minimal sekitar 5 juta kilometer. 

"Hal ini perlu diwaspadai sebab jika melintas dekat bumi dengan jarak kurang dari batas roche atau batas saat benda langit berinteraksi dengan gravitasi bumi, jika jaraknya sama dengan batas roche, benda langit bisa hancur berkeping-keping dan membentuk sebuah cincin di bumi. Tetapi, jika jaraknya kurang dari batas roche, maka akan memungkinkan jatuh ke bumi," kata dia. 

Adapun salah satu dampak terjadinya hujan meteor Perseid yang paling dirasakan yaitu sulitnya pesawat ruang angkasa kembali ke luar Bumi. Hal ini seperti yang pernah terjadi pada 1993, dimana NASA memutuskan untuk menunda peluncuran NASA-STS-51 lantaran khawatir hujan meteor akan membuat pesawat rusak. 

Demikian tadi ulasan mengenai hujan meteor bahaya atau tidak? Semoga bermanfaat! 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puncak Hujan Meteor Perseid 2023, Kapan dan Dimana Bisa Disaksikan?

Puncak Hujan Meteor Perseid 2023, Kapan dan Dimana Bisa Disaksikan?

Tekno | Kamis, 10 Agustus 2023 | 12:28 WIB

Waspada! Inilah 4 Resiko Menahan Kentut bagi Kesehatan

Waspada! Inilah 4 Resiko Menahan Kentut bagi Kesehatan

Your Say | Rabu, 09 Agustus 2023 | 17:37 WIB

6 Bahaya Fatal Salah Pilih Karier, Kamu Perlu Waspada!

6 Bahaya Fatal Salah Pilih Karier, Kamu Perlu Waspada!

Your Say | Selasa, 08 Agustus 2023 | 13:20 WIB

Apa Itu Body Checking? Ketahui Bahaya dan Alasannya Kerap Berkonotasi Sebagai Aktifitas Negatif

Apa Itu Body Checking? Ketahui Bahaya dan Alasannya Kerap Berkonotasi Sebagai Aktifitas Negatif

News | Selasa, 08 Agustus 2023 | 10:47 WIB

Hati-Hati! Ini 4 Bahaya Minum Jus Buah setiap Hari bagi Tubuhmu

Hati-Hati! Ini 4 Bahaya Minum Jus Buah setiap Hari bagi Tubuhmu

Your Say | Senin, 07 Agustus 2023 | 19:06 WIB

5 Bahaya Burnout yang Tidak Terkontrol, Gangguan Kesehatan Mental

5 Bahaya Burnout yang Tidak Terkontrol, Gangguan Kesehatan Mental

Your Say | Rabu, 12 Juli 2023 | 16:41 WIB

Terkini

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

MBG Tetap Jalan Meski Sekolah di Kaltim Diliburkan karena Asap Karhutla

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:22 WIB

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Hari Kedelapan Pencarian KM Arupadhatu 1: Tim SAR Sisir 500 Meter dari Krakatau, Hasil Masih Nihil

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

Sebut Rentan Dikriminalisasi, PERKAPI Minta DPR Prioritaskan RUU Profesi Kurator

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:19 WIB

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

Pramono Dukung Konser Kanye West di Jakarta: Gerakkan Roda Ekonomi dan Wisata

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

4 Isu Sosial dalam Novel Klasik Pride and Prejudice,Tak Hanya Kisah Cinta!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 20:15 WIB

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

'Kalau Ganggu Kesehatan Harus Dilarang', Sinyal Tegas Mendagri Tertibkan Sound Horeg

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:11 WIB

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

Orang Kepercayaan Nusron Wahid Diduga Minta Fee Rp2 Miliar untuk Urus HGB Summarecon

News | Selasa, 15 September 2026 | 20:07 WIB

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

KPK Ungkap 8 Tersangka OTT BPN dan Barbuk Rp106,3 Miliar

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 20:06 WIB

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 20:05 WIB

×