Mencekam! Alasan Diserang Massa usai Demo Rusuh di Seruyan Kalteng, Polisi Tembakan Gas Air Mata hingga Peluru Karet

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Minggu, 24 September 2023 | 11:17 WIB
Mencekam! Alasan Diserang Massa usai Demo Rusuh di Seruyan Kalteng, Polisi Tembakan Gas Air Mata hingga Peluru Karet
Aparat kepolisian saat menembakan gas air mata ke massa saat demo ricuh di Seruyan Kalteng. (tangkapan layar/ist)

Suara.com - Polisi menembakan gas air mata hingga peluru karet ke udara untuk menghalau massa yang diklaim melakukan penyerangan saat tengah patroli di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Peristiwa ini terjadi saat personel gabungan Polda Kalimantan Tengah atau Kalteng dan jajarannya tengah melakukan patroli pasca demo berujung ricuh di perusahaan sawit PT Hamparan Mawasit Bangun Persada (HMBP) I, pada Sabtu (23/9/2023) malam.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji menuturkan bahwa masyarakat dan karyawan yang tinggal di sekitar lokasi awalnya melapor merasa resah dengan keberadaan sekelompok massa. Massa tersebut disebut melakukan sweeping hingga membawa sejumlah kendaraan pick up masuk ke wilayah perkebunan sawit.

"Saat patroli tersebut kita ke pos 1 pos 2 di sana ada banyak ibu-ibu dan lain sebagainya. Masyarakat kita mengimbau untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Ternyata, ibu-ibu ini suami-suaminya ada yang masuk ke dalam perkebunan malam-malam," kata Erlan saat dihubungi Suara.com, Minggu (24/9/2023).

Selanjutnya, kata Erlan, tim patroli mencoba masuk ke wilayah perumahan karyawan perusahaan sawit PT HMBP yang beberapa di antaranya sempat dibakar massa. Saat masuk tim patroli dihadang massa dengan membuat portal dari pohon hingga batu. 

"Ternyata di sana banyak masyarakat yang di dalam, yang tidak dimungkinkan aparat itu melakukan apa. Nah kita mengimbau untuk keluar untuk pulang, ternyata dia melakukan perlawanan menyerang kepada kita melempar batu dan lain sebagainya ke mobil-mobil," tuturnya. 

Tim patroli, lanjut Erlan, telah mengimbau massa untuk mundur dan tidak melakukan penyerangan. Namun massa diklaim tetap melakukan penyerangan dengan batu hingga akhirnya tim patroli menembakan gas air mata. 

"Itu mengkhawatirkan keselamatan kita, akhirnya kita tim patroli meminta supaya mundur. Setelah dia tidak mau mundur kita menembakan gas air mata. Mundur, terus nyerang lagi," ujarnya.

Tim patroli selanjutnya menyelamatkan beberapa masyarakat dan karyawan yang tinggal di sekitar lokasi untuk keluar. Menurut Erlan dalam perjalanan massa kembali menyerang hingga tim patroli akhirnya memutuskan menembakan peluru karet ke udara. 

baca juga

"Di jalan diadang lagi sama mereka, diserang lagi. Setelah diserang kita gas air mata lagi untuk mengimbau mundur. Akhirnya kita melemparkan atapun menembak dengan peluru karet ke arah atas. Tapi masyarakat tetap menyerang kita," katanya. 

Erlan menjelaskan patroli dilakukan semata-mata untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau Kamtibmas. Terlebih beberapa warga sekitar dan karyawan juga melaporkan merasa terganggu dengan keberadaan beberapa massa.

Melakukan patroli supaya masyarakat jangan berkumpul malam-malam dikhawatirkan dia, mereka-mereka itu masuk ke perkebunan ngapain malam-malam dengan membawa pick up? Takutnya kan diindikasikan akan melakukan penjarahan ataupun memanen massal dengan membawa mobil banyak," jelasnya. 

Kekinian situasi dan kondisi di lokasi menurut Erlan telah kondusif. Sebanyak 500 personel gabungan dari Polda Kalteng dan Polres Seruyan disiagakan untuk mengantisipasi agar peristiwa serupa tidak terulang. 

Erlan menyampaikan bahwa pada Senin (25/9/2023) besok rencananya akan dilakukan upaya mediasi antara warga dan pihak perusahaan. Selain itu juga turut melibatkan tokoh agama dan adat setempat. 

"Nanti perjanjian atau kesepakatan sampai hari Senin mau diadakan lagi tolong masyarakat jangan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi menjarah, kemudiam memanen buah sawit yang bukan haknya, ini kan yang perlu kita imbau kepada masyarakat jangan sampai terjadi pengerahan massa lagi. Ini tujuan kita melakukan patroli tadi malam," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mucikari FEA Jual Gadis Perawan Rp8 Juta per Jam, Korban 14 Tahun Terpaksa jadi PSK Anak Alasan Bantu Nenek

Mucikari FEA Jual Gadis Perawan Rp8 Juta per Jam, Korban 14 Tahun Terpaksa jadi PSK Anak Alasan Bantu Nenek

News | Minggu, 24 September 2023 | 10:48 WIB

Senjata Makan Tuan Walpri Kapolda Kaltara, Hasil Autopsi Brigpol Setyo: Peluru Tembus Jantung hingga Paru-paru

Senjata Makan Tuan Walpri Kapolda Kaltara, Hasil Autopsi Brigpol Setyo: Peluru Tembus Jantung hingga Paru-paru

News | Minggu, 24 September 2023 | 10:00 WIB

Satu Rukan di Sunter Terbakar, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Satu Rukan di Sunter Terbakar, Polisi Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

News | Sabtu, 23 September 2023 | 00:30 WIB

Ajudan Kapolda Kaltara Tewas Tertembak di Kamar Rumah Dinas, Diduga Lalai Saat Bersihkan Senjata

Ajudan Kapolda Kaltara Tewas Tertembak di Kamar Rumah Dinas, Diduga Lalai Saat Bersihkan Senjata

News | Jum'at, 22 September 2023 | 21:32 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×