Siapa Pemilik AdaKami? Ini Profil Bos Pinjol yang Ikut Disorot Usai Nasabah Bunuh Diri

Minggu, 24 September 2023 | 12:51 WIB
Siapa Pemilik AdaKami? Ini Profil Bos Pinjol yang Ikut Disorot Usai Nasabah Bunuh Diri
Logo perusahaan pinjol, AdaKami. (AdaKami)

Suara.com - Perusahaan pinjaman online (pinjol) AdaKami masih terus disorot publik. Tepatnya usai kabar seorang nasabah yang diduga bunuh diri karena ditagih dengan teror orderan fiktif oleh debt collector. Platform ini lantas dipanggil Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, pihak platform itu menyebut debt collector mereka sudah sesuai standar yang berlaku. Ia juga mengatakan keberadaan nasabah yang dimaksud belum pasti. Pernyataan ini lantas membuat publik juga penasaran akan pemilik AdaKami.

Siapa Pemilik AdaKami?

AdaKami berada di bawah naungan PT Pembiayaan Digital Indonesia yang berdiri sejak 2018. Adapun pendirinya, yakni Bernardino Moningka Vega atau yang biasa disapa Dino. Pria kelahiran tahun 1962 itu juga menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) dan CEO.

Dino pernah menerima gelar sarjana Teknik Sipil dari University of Southern California pada tahun 1984. Tak hanya itu, ia juga diberikan gelar MBA dari Providence College, Amerika Serikat. Di sisi lain, namanya dalam dunia bisnis terbilang sudah sangat terkenal.

Hal ini dibuktikan dengan dirinya yang sempat menduduki beberapa posisi mentereng di sejumlah perusahaan swasta serta BUMN. Sebut saja, Dino pernah menjabat sebagai komisaris di PT Bahana TCW Investment Management pada 2004 sampai 2008.

Ia juga sempat dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Bidang Hubungan Internasional. Lalu, ia turut menjabat Ketua Bidang Asia & Pasifik di KADIN pada 2015. Di tahun itu, ia pun menduduki posisi Direktur Utama.

Tepatnya di PT Pembangkit Energi Mandiri dan masih berlangsung hingga kini. Jabatan direktur turut ia emban di PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) sejak 2018 sampai saat ini. Ia juga menjabat anggota dewan di PT Era Graha Realty (2019-sekarang).

Pada karier sebelumnya, Dino pernah menjabat sebagai Presiden Direktur (Presdir) di PT Humpuss Patragas dan Direktur Pengembangan Bisnis PT Humpuss. Ia juga menjadi Direktur di PT Korpindo Konsultansi dan PT HUMPUSS Karbometil Selulosa.

Baca Juga: Kasus Nasabah AdaKami, Ini 7 Cara Melunasi Pinjol dengan Cepat

Meski begitu, menurut laporan yang beredar, AdaKami dikuasai oleh salah satu perusahaan keuangan asal Tiongkok bernama FinVolution Group. Adapun persentase kepemilikannya sebesar 80%. Raksasa pembiayaan terbesar di China ini berdiri pada 2007.

Pada tahun 2018, mereka menjadi salah satu dari 15 perusahaan pemberi pinjaman online dan pembiayaan konsumen pertama yang terhubung dengan Baihang Zhengxin (Kredit), platform pelaporan kredit terpadu pertama di Tiongkok.

Lalu, pada 2019 mereka yang dulunya bernama PPDAI berinvestasi di Fujian Haixia Bank dan memperluas operasinya di Indonesia. Tepatnya dengan izin Lembaga Peminjaman Keuangan Berbasis Teknologi dan Informasi dari OJK pada Desember.

Sejalan dengan keberhasilan transisi ke model fasilitasi pinjaman dari model P2P, PPDAI mengubah namanya menjadi FinVolution Group. Mereka juga mengganti simbol tickernya dari "PPDF" menjadi "FINV". Bisnis mereka ini berkembang pesat.

Tepatnya sampai tahun 2021, di mana beberapa metrik operasional FinVolution Group naik ke titik tertinggi dalam sejarah. Mereka juga mengembangkan bisnisnya secara global dengan eksistensi di Tiongkok, Indonesia, Singapura, dan Filipina.

Dirut AdaKami Buka Suara

Bernardino buka suara soal nasabah yang bunuh diri. Ia mengatakan hingga kini belum ada bukti terkait nasabah itu serta metode penagihan yang dimaksud. Ia pun mengklaim 90% debt collector AdaKami merupakan pihak internal dan sisanya dari vendor luar.

Lebih lanjut, ia memastikan seluruh debt collector telah memenuhi standar yang berlaku. Sebab, menurut ketentuan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) debt collector platform pinjol di bawah naungannya wajib memiliki sertifikasi.

"Ketika menjadi karyawan semua platform di bawah AFPI, termasuk AdaKami, harus tersertifikasi. Kalau belum, dalam 1 bulan harus dilatih dan disertifikasi. Ini memastikan mutu dari penagihan yang berkualitas," jelas Bernardino.

Bernardino pun memastikan proses penagihan AdaKami sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan AFPI. Jika terjadi sebuah pelanggaran, kata dia, berarti dilakukan oleh oknum. Menurutnya, oknum ini perlu ditindak karena memperburuk citra mereka.

Kontributor : Xandra Junia Indriasti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI