Buruh Thailand Hingga Nepal Tewas Saat Hamas Serang Israel, Lainnya Hilang Diculik

Bangun Santoso | Suara.com

Selasa, 10 Oktober 2023 | 08:15 WIB
Buruh Thailand Hingga Nepal Tewas Saat Hamas Serang Israel, Lainnya Hilang Diculik
Roket yang ditembakkan militan Palestina dicegat oleh sistem rudal pertahanan Iron Dome Israel di Kota Gaza, Palestina, Sabtu (7/10/2023). [Mohammed ABED / AFP]

Suara.com - Serangan Hamas ke wilayah Israel pada Sabtu (7/10/2023) pekan lalu ikut menyasar para buruh migran dari beberapa negara. 12 warga Thailand dilaporkan tewas jadi korban.

Sementara 11 warga Thailand lainnya yang bekerja kebanyakan bekerja di bidang pertanian Israel dinyatakan hilang diduga diculik dan disandera. Sementara 8 orang Thailand lainnya dilaporkan terluka, kata Kementerian Luar Negeri Thailand, sebagaimana dilansir BBC.

Dalam keterangannya, pihak Kemenlu Thailand menyatakan telah mempersiapkan pesawat angkatan udara untuk mengangkut warganya kembali ke Thailand.

Setidaknya 30.000 warga Thailand di Israel bekerja di bidang pertanian, yang kebanyakan lokasinya berada di perbatasan Gaza.

Selain Thailand, pemerintah Nepal mengatakan sebanyak 10 warganya tewas akibat serangan Hamas ke wilayah Israel.

Negara lain yang melaporkan warganya tewas, diculik, atau hilang dalam rangkaian aksi kekerasan di Israel adalah Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman.

Menteri Tenaga Kerja Thailand, Phiphat Ratchakitprakarn, mengatakan kepada kantor berita AFP, bahwa sekitar 5.000 warganya yang menjadi buruh migran di Israel berada di wilayah pertempuran. Namun, pasukan Israel mulai memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman.

Phiphat menambahkan, bahwa 1.099 buruh migran telah terdaftar untuk kembali ke Thailand.

Para buruh migran peternakan di Mivtahim, kota dekat Jalur Gaza, menuturkan bagaimana kelompok milisi Hamas menyerbu tempat mereka bekerja setelah roket-roket ditembakkan pada Sabtu dini hari.

Buruh migran Thailand lainnya mengatakan kepada BBC: "Saya berlari dan merangkak ke kolong sebuah truk, kemudian personel Hamas menarik saya keluar dan menodongkan pistol ke arah saya dari jarak dekat, sebelum menembak ke bawah."

Buruh migran yang menolak disebutkan namanya itu, kemudian berhasil melarikan diri.

Wanida Maarsa mengatakan kepada BBC Thailand, bahwa suaminya, Anucha Angkaew - yang bekerja di perkebunan alpukat hampir dua tahun - menjadi salah satu korban penculikan Hamas.

Dia muncul di sebuah video yang dirilis Hamas pada akhir pekan lalu. "(Pria yang ada di video) itu benar-benar dia," katanya.

"Saya tak bisa menghubunginya sejak pukul 02:00 waktu Bangkok (Jumat pukul 19:00 GMT). Saya terakhir berbicara dengannya sebelum putri kami tidur," tambah Wanida.

Buruh migran dari 50 negara diperkirakan bekerja di Israel.

"Milisi Hamas menembakkan dulu sebuah roket, kemudan mereka menyerbu peternakan kami. Saya berlari, dan sembunyi di kamar tidur," kata Udomporn Champahom kepada BBC.

Udomporn kemudian diselamatkan pasukan Israel.

Kata dia, seorang warga Thailand yang bersamanya saat ini sedang tahap pemulihan akibat luka tembak "sebesar tutup botol" di kakinya.

10 Mahasiswa Nepal Tewas

Pemerintah Nepal mengonfirmasi pada Minggu (8/10/2023) lalu, sebanyak 10 mahasiswa tewas saat sedang berada di Israel untuk bekerja dan memperoleh keterampilan dari sebuah perusahaan pertanian.

Salah satu korbannya adalah Rajesh Kumar Swarnakar, 27 tahun. Keluargnya kini sedang berkabung di desa mereka, Madhuwan di Distrik Sunsari bagian timur.

Rajesh adalah mahasiswa pertanian tingkat akhir, yang bercita-cita meneruskan studinya di Australia, kata saudaranya, Mukesh, kepada BBC Nepal.

"Saya tidak setuju dengan kepergian adik saya ke Israel. Tapi dia berkeras pada kami, bahwa dia telah menerima beasiswa, dan mengatakan pada kami, bahwa dia punya uang tabungan untuk mendaftar ke Australia setelah menyelesaikan programnya di Israel."

Ayahnya, Raj Raj Kumar Swarnakar, merasa pihak berwenang Israel telah lalai dalam mengirim putranya untuk mengikuti pelatihan di daerah rawan konflik.

Sebanyak 265 pelajar Nepal juga bekerja di berbagai bidang pertanian di Israel, dan 4.500 lainnya bekerja sebagai pengasuh.

Kepolisian Israel juga menginformasikan kepada Kedutaan Nepal, bahwa seorang warganya telah hilang, dan empat lainnya mengalami luka - salah satunya luka berat.

Secara terpisah, India mengatakan bekerja "secara aktif" untuk membawa kembali warganya yang berada di Israel. Menurut laporan media, sekitar 18.000 warga India tinggal dan bekerja di negara itu.

Ada juga sekitar 6.000 warga China yang bekerja di sektor konstruksi di Israel melalui kerja sama bilateral.

BBC belum mendapat laporan mengenai adanya korban jiwa dan penculikan dari negara-negara tersebut.

Pada Mei tahun ini, Kedutaan China di Israel telah memperingatkan kepada warganya untuk waspada dan menghindari "wilayah risiko tinggi" setelah seorang warga China mengalami luka dalam baku tembak tentara Israel dan kelompok milisi Hamas.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, telah mengonfirmasi kematian seorang mahsiswanya di Israel.

Negara ini memperkirakan ada lebih dari 300 mahasiswa Myanmar yang berada di Israel, dan 200 buruh migran di bidang pertanian.

Kedutaan Myanmar di Israel mengeluarkan pernyataan, jika ada warganya yang mengalami kesulitan atau ingin pulang karena faktor kekerasan, harap menghubungi kedutaan. Tapi tidak jelas, bagaimana evakuasinya akan diatur.

Di sisi lain, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia mengonfirmasi terdapat 45 warganya di Palestina. Sebanyak 10 orang berada di Gaza, dan 35 di Tepi Barat.

Kemenlu Indonesia juga melaporkan masih ada 230 warganya yang sedang menjalani wisata religi di daerah Israel, namun semuanya sudah diketahui keberadaannya. (Sumber: BBC)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Pasukan Hamas Bobol Pertahanan 'Kubah Besi' Israel Di Hari Sabat Yahudi

Kronologi Pasukan Hamas Bobol Pertahanan 'Kubah Besi' Israel Di Hari Sabat Yahudi

News | Selasa, 10 Oktober 2023 | 07:56 WIB

Kisah Orang Terkaya Palestina: Berjuang Lawan Israel, Dedikasikan Hidup Dan Kekayaan Di Gaza

Kisah Orang Terkaya Palestina: Berjuang Lawan Israel, Dedikasikan Hidup Dan Kekayaan Di Gaza

Lifestyle | Selasa, 10 Oktober 2023 | 07:01 WIB

Tak Ada Listrik, Makanan Hingga Bahan Bakar: Israel Kepung Total Jalur Gaza, Korban Tewas Terus Bertambah

Tak Ada Listrik, Makanan Hingga Bahan Bakar: Israel Kepung Total Jalur Gaza, Korban Tewas Terus Bertambah

News | Selasa, 10 Oktober 2023 | 05:46 WIB

Perang Israel-Palestina, Ketua PBNU: Hentikan Kekerasan di Wilayah Keduanya

Perang Israel-Palestina, Ketua PBNU: Hentikan Kekerasan di Wilayah Keduanya

News | Selasa, 10 Oktober 2023 | 00:05 WIB

Konflik Israel-Palestina Makin Memanas, Tiga Negara Timur Tengah Kompak Salahkan Israel

Konflik Israel-Palestina Makin Memanas, Tiga Negara Timur Tengah Kompak Salahkan Israel

News | Selasa, 10 Oktober 2023 | 01:25 WIB

Serangan Hamas ke Israel Disambut Gembira Warga Australia Pro-Palestina

Serangan Hamas ke Israel Disambut Gembira Warga Australia Pro-Palestina

News | Selasa, 10 Oktober 2023 | 03:00 WIB

Menlu Rusia: Mendirikan Negara Palestina Solusi Paling Tepat Akhiri Konflik dengan Israel

Menlu Rusia: Mendirikan Negara Palestina Solusi Paling Tepat Akhiri Konflik dengan Israel

News | Selasa, 10 Oktober 2023 | 04:00 WIB

Terkini

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

Penembak Acara Gedung Putih Ternyata Marah soal Iran, Donald Trump Jadi Target Utama

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:39 WIB

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:29 WIB

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:23 WIB

Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah

Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:14 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:46 WIB

Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?

Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:39 WIB

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang

Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:26 WIB

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:20 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:15 WIB

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 10:03 WIB