Wabah Diare Meningkat di Pengungsian Gaza, WHO: Akan Lebih Banyak Orang Meninggal karena Penyakit

Chandra Iswinarno

Rabu, 29 November 2023 | 13:23 WIB
Wabah Diare Meningkat di Pengungsian Gaza, WHO: Akan Lebih Banyak Orang Meninggal karena Penyakit
Momen pengungsi di Gaza berkerumun untuk dapat makanan gratis (TikTok)

Suara.com - Pengeboman sejumlah rumah sakit yang berada di kawasan Gaza Utara oleh Militer Israel menciptakan kekhawatiran baru. Organisasi kesehatan dunia atau WHO menyatakan, lumpuhnya sistem kesehatan di Gaza akibat pengeboman diprediksi bakal menambah lebih banyak lagi korban meninggal.

Sebelumnya menurut data dari Otoritas Kesehatan Gaza yang dipercaya PBB, setidaknya lebih dari 15 ribu orang tewas akibat pengeboman yang dilakukan militer Israel di Gaza.

Mirisnya, 40 persen di antaranya adalah anak-anak. Bahkan data tersebut bisa bertambah karena banyak orang yang tewas akibat hilang di bawah reruntuhan.

Kondisi tersebut diperparah dengan lumpuhnya sistem kesehatan lantaran sejumlah rumah sakit di Gaza dibombardir Israel dengan alasan sebagai posko utama Kelompok Hamas.

"Pada akhirnya kita akan melihat lebih banyak orang meninggal karena penyakit daripada yang kita lihat akibat pemboman jika kita tidak dapat memulihkan sistem kesehatan ini," kata Juru Bicara WHO Margaret Harris dalam pengarahan PBB di Jenewa seperti dikutip Alarabiya.

Ia menyebut kondisi kritis terjadi tempat pengungsian di Gaza Utara yang saat ini terjadi peningkatan wabah penyakit menular, khususnya penyakit diare.

"(Tidak ada) obat-obatan, tidak ada kegiatan vaksinasi, tidak ada akses terhadap air bersih dan kebersihan, serta tidak ada makanan. Kami melihat jumlah kasus diare pada bayi sangat tinggi," ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti keruntuhan rumah sakit terbesar di Gaza Utara, RS Al Shifa sebagai tragedi kemanusiaan. Bahkan, ia menyuarakan keprihatinannya lantaran terjadi penahanan sejumlah stafn medisnya oleh Militer Israel selama konvoi evakuasi WHO.

Sementara itu, Juru Bicara Badan Anak-anak PBB di Gaza James Elder mengatakan, melalui tautan video, bahwa rumah sakit di Gaza penuh dengan anak-anak yang menderita luka perang dan gastroenteritis karena meminum air kotor.

baca juga

"Saya bertemu banyak orang tua. Mereka tahu persis apa yang dibutuhkan anak-anaknya. Mereka tidak memiliki akses terhadap air bersih dan ini melumpuhkan mereka," katanya.

Ia menggambarkan kondisi rumah sakit tersebut. Elder melihat seorang anak dengan sebagian kakinya hilang dalam kondisi tergeletak di lantai rumah sakit selama beberapa jam, tanpa mendapat perawatan karena kurangnya tenaga medis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1,1 Juta Warga Gaza Terancam Penyakit Menular

1,1 Juta Warga Gaza Terancam Penyakit Menular

News | Rabu, 29 November 2023 | 11:59 WIB

Di Gaza Gencatan Senjata, Di Tepi Barat Israel Serbu Pemukiman Warga Pakai Buldoser

Di Gaza Gencatan Senjata, Di Tepi Barat Israel Serbu Pemukiman Warga Pakai Buldoser

News | Rabu, 29 November 2023 | 11:53 WIB

Momen Menlu Retno Bicara Di Forum PBB: Indonesia Tak Bisa Diam Lihat Anak Dan Perempuan Tewas Di Gaza

Momen Menlu Retno Bicara Di Forum PBB: Indonesia Tak Bisa Diam Lihat Anak Dan Perempuan Tewas Di Gaza

News | Rabu, 29 November 2023 | 11:48 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×