Siapa Middleman Rohingya? Otak Jaringan Penyelundupan Pengungsi ke Aceh Terungkap

Rifan Aditya

Jum'at, 08 Desember 2023 | 18:17 WIB
Siapa Middleman Rohingya? Otak Jaringan Penyelundupan Pengungsi ke Aceh Terungkap
siapa Middleman Rohingya (Instagram/memomedsos)

Suara.com - Belakangan ini pengungsi Rohingya di Indonesia sedang jadi perbicangan hangat warganet. Pasalnya, para pengungsi Rohingya ini dikabarkan diberangkatkan ke Indonesia oleh sosok yang mereka sebut Middleman. Lantas, siapa Middleman Rohingya? Berikut ini ulasannya.

Kabar mengenai  pengungsi Rohingya dibawa oleh Middleman ini mulai diketahui usai beredar video oleh akun Instagram @/undercoverid pada Kamis, 7 Desember 2023. Dalam video tersebut, salah satu pengunsi Rohingya menyampaikan bahwa mereka ingin menetap di Indonesia.

Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa mereka dibawa oleh sosok yang disebut "middleman" dari Bangladesh dengan tujuan untuk menetap di Indonesia dan tinggal di Indonesia bersama keluarganya.

Namun yang jadi pertanyaan, siapa Middleman Rohingnya ini? Nah untuk mengetahuinya, mari simak penjelasannya berikut ini yang dirangkum dari berbagai sumber.

Middleman Rohingya, Otak Jaringan Penyelundupan dari Bangladesh

Jadi middleman Rohingnya ini merupakan otak atau jaringan penyelundupan para pengungsi Rohingya dari Bangladesh. Otak jaringan penyelundupan tersebut pun saat ini telah berhasil diamankan oleh Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Pidie, Aceh.

Petugas melakukan penangkapan setelah dilakukan penyelidikan mendalam atas datangnya pengungsi Rohingya ke Aceh. Polisi mengungkapkan bahwa pelaku yang disebut middleman tersebut bernama Husson Bahktiar (70) yang merupakan warga Bangladesh.

Dalam melakukan penyelundupan tersebut, Husson Bahktiar tidak sendirian. Ia bersama ternyata 3 orang lainnya yang saat ini masih buron. Mereka setidaknya membawa 147 pengungsi Rohingya di Kapal 1 dan 194 pengungsi Rohingya di Kapal 2.

Kedatangan para pengungsi Rohingya ke Indonesia ini tidak ada surat izin maupun dokumen yang sah. Sehingga kedatangan mereka ke Indonesia pun banyak menuai reaksi negatif dari warga setempat.

baca juga

Adapun dua orang lainnya yang terlibat dalam jaringan penyelundupan ini yaitu Kaptel Kapal yang bernama Zahangir dan Saber. Dalam upaya penyelundupan tersebut, mereka mematok biaya 50.000 daka atau Rp7 juta setiap orang anak.

Seperti yang diketahui bahwa pengungsi Rohingya datang datang ke Indonesia, tepatnya di pesisir pantai Gamping Blang Raya, Muara Tiga La, Pidie, pada 14 November 2023.

Lalu, pada 15 November 2023 rombongan lainnya juga datang di Kuala Gampong Pasi Beurandeh,  Batee, Pidie.

Demikian penjelasan mengenai siapa Middleman Rohingya yang belakangan ini ramai diperbincangkan warganet.

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jokowi Akhirnya Buka Suara Soal Makin Banyak Pengungsi Rohingya: Diduga Kuat Ada Keterlibatan Jaringan TPPO

Jokowi Akhirnya Buka Suara Soal Makin Banyak Pengungsi Rohingya: Diduga Kuat Ada Keterlibatan Jaringan TPPO

News | Jum'at, 08 Desember 2023 | 17:08 WIB

Mengenal Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Asal Italia

Mengenal Filippo Grandi, Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi Asal Italia

Lifestyle | Jum'at, 08 Desember 2023 | 15:37 WIB

6 Fakta Pulau Galang: Ada Kisah Horor di Balik Calon Lokasi Penampungan Pengungsi Rohingya

6 Fakta Pulau Galang: Ada Kisah Horor di Balik Calon Lokasi Penampungan Pengungsi Rohingya

News | Jum'at, 08 Desember 2023 | 15:06 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×