Pada kesempatan yang sama Ketua Majelis Jemaat GKI Temanggung, Richard Budiarto, sebaga tuan rumah berharap kebersamaan ini akan melampaui batas-batas keagamaan dan etnis, sehingga terjalin ikatan yang erat di antara semua orang yang hadir.
"Mari bersama-sama merayakan keberagaman sebagai anugerah dan membangun fondasi persaudaraan yang kokoh. Semoga setiap momen di Tanah Air itu Bhinneka ini memberikan inspirasi dan keberkahan bagi kita semua. Terima kasih atas partisipasi dan doa restu yang telah diberikan. Selamat menikmati setiap detik acara ini, semoga menjadi kenangan indah dan memberikan semangat baru untuk meneruskan perjalanan kita bersama," ucapnya.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Temanggung, juga menyampaikan bahwa agama akan tetap terjaga kerukunannya jika semua komunitas berkomitmen memegang teguh kebhinnekaan, sebab agama itu mengajarkan kebaikan.
"Dua tahun lalu, Temanggung sempat dinyatakan sebagai zona merah kerukunan. Padahal kenyataanya di sini semua saling mendorong untuk menjaga kerukunan. Oleh sebab itu saya berharap para orang-orang muda yang datang dan tinggal untuk selama beberapa hari di Temanggung, dan merasakan sendiri seperti apa kerukunan yang terjalin, jangan lupa saat kembali ke daerah asal masing-masing agar bisa bercerita bahwa Temanggung itu kota yang adem, tentram, dan menerima kebhinnekaan," ujarnya.