Cerita Ngeri Megawati di HUT PDIP: Pernah Bangsa Kita jadi Pengkhianat Tembaki Rakyat Sendiri

Agung Sandy Lesmana, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 10 Januari 2024 | 13:27 WIB
Cerita Ngeri Megawati di HUT PDIP: Pernah Bangsa Kita jadi Pengkhianat Tembaki Rakyat Sendiri
Cerita Ngeri Megawati di HUT PDIP: Pernah Bangsa Kita jadi Pengkhianat Tembaki Rakyat Sendiri. (Dok. DPP PDIP)

Suara.com - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri mengingatkan soal pernah adanya sejarah kelam bangsa Indonesia mengenai aparat yang menembaki rakyatnya sendiri. Ia meminta hal ini jangan sampai terulang lagi ke depannya.

Hal ini disampaikan Megawati saat menyampaikan sambutan dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 PDIP di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2024).

"Tapi juga banyak bangsa kita yang jadi pengkhianat nembaki rakyatnya sendiri. Boleh lihat sejarah. Terus kamu juga mau kayak gitu? Ya enggak lah," ujar Megawati.

Megawati Soekarnoputeri saat berpidaton di HUT PDIP ke-51 di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jaksel. (tangkapan layar/Youtube PDIP)
Megawati Soekarnoputeri saat berpidaton di HUT PDIP ke-51 di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jaksel. (tangkapan layar/Youtube PDIP)

Lebih lanjut, ia pun mengingatkan pesan Presiden pertama RI, Soekarno alias Bung Karno yang menyebut perjuangan melawan bangsa sendiri akan lebih sulit ketimbang menghadapi penjajah.

'Jadi bung karno itu mengingatkan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Bayangkan beliau sudah sampai memperkirakan 'perjuangan ku lebih mudah karena mengusir penjajah. Tetapi perjuangan mu akan lebih sulit' karena apa? Tanda kutip melawan bangsa mu sendiri," ucap Megawati.

"Ini lucu loh. Lucu loh. Ini pada peringatan hari pahlawan 10 November 61," lanjutnya.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat Indonesia terus mengutamakan menjaga kesatuan dan persatuan agar tak ada lagi perpecahan di tengah bangsa Indonesia.

"Karena itulah kepada anak-anakku semua di manapun seluruh rakyat indonesia berada dibseluruh penjuru nusantara jagalah persatuan itu," pungkasnya.

HUT PDIP ke-51

baca juga

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menjelaskan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 PDIP 10 Januari 2024 mendatang. Rencananya, acara utama akan diadakan di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan pukul 10.00 WIB.

Ia menyebut lokasi dipilih berdasarkan Sekolah Partai PDIP menjadi tempat mendidik kader mengenai berbagai nilai penting yang dianut partai lambang banteng itu. Selain itu, perayaan kali ini akan mengangkat tema Satyam Eva Jayate yang artinya Kebenaran Pasti Menang.

"Sekolah partai merupakan tempat untuk mendidik kader-kader partai yang punya moralitas dan etika politik yang baik, memiliki komitmen kerakyataan menjadikan falsafah Pancasila dengan komitmen pembebasan nasib wong cilik terus menerus di perjuangkan oleh seluruh kader partai," ujar Hasto dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Senin (8/1/2024).

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2024). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat.
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berikan keterangan kepada wartawan dalam konferensi pers di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Rabu (2/1/2024). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat.

Selain itu, Sekolah Partai PDIP juga disebutnya menggambarkan ideal tentang politik kekinian yang diwarnai dengan oleh praktik-praktik deriberalisasi yang seharusnya menempatkan kedaulatan berada di tangan rakyat.

Namun, yang terjadi saat ini justru diwarnai oleh berbagai bentuk intimidasi, ancaman terhadap kualitas demokrasi yang seharusnya rakyat menjadi orientasi bagi seluruh partai politik dan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

"Sehingga gambaran ideal dari sekolah partai ditunjukan," terang Hasto.

Lebih lanjut, Hasto mengatakan bahwa peringatan HUT ke-51 PDIP akan dilaksanakan secara sederhana tetapi khidmat. Hal ini mengingat ini bersamaan dengan Pemilu legislatif dan Pemilu presiden.

Karena itu, tidak banyak orang yang akan diundang nantinya ke acara utama ini.

"Sehingga yang diundang nanti hanya 51 orang sesuai dengan usia PDIP," ujar Hasto.

Kemudian, kata Hasto, acara diikuti secara daring oleh seluruh kader PDI Perjuangan dan simpatisan partai dan Satgas Partai, Anak Ranting, Ranting, PAC, DPC dan DPD seluruh Indonesia, seluruh calon anggota legislatif, seluruh kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kecam Aksi Aparat TNI Aniaya Relawan Ganjar di Boyolali, Megawati: Kalian Itu Abdi Negara!

Kecam Aksi Aparat TNI Aniaya Relawan Ganjar di Boyolali, Megawati: Kalian Itu Abdi Negara!

Kotak Suara | Rabu, 10 Januari 2024 | 12:32 WIB

Puan Soal Perayaan HUT Ke-51 PDIP: Bawa Berkah Bagi Rakyat

Puan Soal Perayaan HUT Ke-51 PDIP: Bawa Berkah Bagi Rakyat

Kotak Suara | Rabu, 10 Januari 2024 | 12:21 WIB

Megawati Tegaskan Tak Ingin Dibully Selama Pemilu: Jangan Macam-macam, Saya Ada Pengacara!

Megawati Tegaskan Tak Ingin Dibully Selama Pemilu: Jangan Macam-macam, Saya Ada Pengacara!

Kotak Suara | Rabu, 10 Januari 2024 | 12:11 WIB

Tak Lagi Disebut Petugas Partai, Ini Sebutan Terbaru Megawati untuk Ganjar Pranowo

Tak Lagi Disebut Petugas Partai, Ini Sebutan Terbaru Megawati untuk Ganjar Pranowo

News | Rabu, 10 Januari 2024 | 12:00 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×