Mahasiswa Trisakti Alami Intimidasi Gegara Aksi Demonstrasi Pemakzulan Jokowi

Erick Tanjung, Faqih Fathurrahman

Rabu, 07 Februari 2024 | 21:59 WIB
Mahasiswa Trisakti Alami Intimidasi Gegara Aksi Demonstrasi Pemakzulan Jokowi
Poster kritikan terhadap Presiden Jokowi yang tidak netral di Pilpres 2024. [Ist]

Suara.com - Massa aksi unjuk rasa yang menuntut pemakzulan Presiden Joko Widodo sempat mendapat intimidasi, termasuk serangan digital.

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti, Lamdahur Pamungkas mengaku serangan digital berupa doxing dan fitnah sebelum aksi.

Ironisnya, lanjut Lamdahur, hal itu dilakukan oleh salah seorang mantan penggerak gerakan mahasiswa yang saat ini menjadi pendukung calon presiden nomor urut 2.

"Jadi begini polanya, pola penggembos ataupun reaksi publik itu polanya yang terlihat di setiap kampus. Pertama Rektorat itu diintimidasi, baik Rektorat, Rektor langsung ataupun Wakil Rektor," kata Lamdahur di Tugu Proklamasi Universitas Trisakti, Rabu (7/2/2024).

"Kemudian Wakil Rektornya ini mengindikasikan itu ke para mahasiswanya bahwa setiap Ketua BEM yang ingin melakukan demokrasi itu difitnah. Ditunggangi aksinya dan juga dipelopori oleh salah satu paslon," tambahnya.

Padahal tudingan soal penunggangan tersebut tidak benar. Selama ini, para mahasiswa selalu melakukan proses konsolidasi dan diskusi membahas situasi negara saat ini.

"Pun fitnahan-fitnahan yang juga dilontarkan para oknum," ucapnya.

Lamhadur menyantakan, jika saat ini para mahasiswa mulai bergerak lantaran situasi politik yang sesamg tidak baik-baik saja. Sehingga perlu direspon oleh segala pihak.

Ancaman lain juga sempat diterima oleh mahasiswa lainnya. Mereka sempat diintimidasi sebelum menjalankan aksinya.

baca juga

“Kalau kalian berdemonstrasi Pak Jokowi, kami tidak segan untuk menggaanggu kalian,” kata Lamhadur menirukan ancaman.

"Kami sudah profiling sejauh ini yang kami dapatkan, dia memang salah satu mantan penggerak, penggerak gerakan mahasiswa dulu," tambahnya.

Sebelumnya, ratusan mahasiwa melancarkan aksi demonstrasi untuk menggulingkan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia.

Mereka memandang jika Jokowi tidak mencerminkan sikap netral dalam Pemilu 2024, dan dianggap memihak salah satu pasangan calon.

Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta ini melakukan long march dari Tugu Reformasi Universitas Trisakti hingga Harmoni, Jakarta Pusat.

Akibatnya, sejumlah ruas jalan seperti Jalan letjen S Parman tampak padat merayap kala mahasiswa melintas.

Tuntutan

Dalam aksinya, para mahasiswa ini akan menyampaikan 4 tuntutan. Adapun keempat tuntutan yang akan disuarakan diantaranya yakni memakzulkan Presiden Joko Widodo.

Kemudian memboikot partai politik yang tidak mendukung pemakzulan Jokowi, kemudian mendesak agar para menteri untuk mundur dari kabinet pemerintahan kabinet Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Terakhir, menyerukan protes di berbagai seluruh Indonesia sampai Presiden Joko Widodo dimakzulkan.

Kemudian ada 10 isu yang akan digaungkan oleh pihak mahasiswa, yakni tentang pemilu curang, korupsi, kolusi dan nepotisme. Kemudian soal konflik agraria, monopoli sumber daya alam.

Kerusakan lingkungan, pendidikan dan kesehatan mahal, serta kebebasan sipil.

Keadilan ekonomi dan gender, kemudian kekerasan aparat, dan produk hukum bermasalah, juga menjadi isu yang akan disuarakan.

Diintimidasi

Sebelumnya, beberapa mahasiswa dari berbagai kampus melakukan diskusi dan konsolidasi merespon situasi negara saat ini, Sabtu (3/2) malam.

Iqbal yang saat itu berada di lokasi mengatakan, saat diskusi sedang berlangsung ada sekelompok orang tidak dikenal (otk) mencoba merangsek masuk dan membubarkan acara diakusi tersebut.

“Ketika dilarang mereka marah dan terjadi cekcok,” ucapnya.

Akibat cekcok tersebut, seorang mahasiswa kampus Trilogi menjadi korban usai kepalanya disundul oleh salah seorang otk yang berpostur tegap dengan kulit gelap tersebut.

“Korban disundul kepalanya, sekelompok orang berbadan besar ini intinya ingin membubarkan diskusi,” jelasnya.

Iqbal menyebut, kelompok ini juga yang sempat menggelar aksi di depan kantor KontraS, dan YLBHI di Jakarta.

Saat itu mereka menuding KontraS dan YLBH menjadi pelopor isu tentang pemakzulan Presiden Jokowi.

“Kelompok-kelompok ini jg yang kemarin melakukan aksi di LBH dan kontraS,” ucapnya.

Atas kekerasan mahasiswa Trilogi ini, Iqbal mengaku pihaknya telah menyiapkan langkah hukum. Ia meminta agar pihak kepolisian mengusit aktor intelektual dibalik aksi persekusi tersebut.

“Kita minta kapolri untuk segera menyelidiki dan mengungkap aktor intelektual serta motif intimidasi dan kekerasan yang dilakukan oleh kelompok tersebut,” tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Cekcok dengan Aparat, Massa Mahasiswa Pendemo Pemakzulan Jokowi Bubarkan Diri dari Kawasan Istana

Sempat Cekcok dengan Aparat, Massa Mahasiswa Pendemo Pemakzulan Jokowi Bubarkan Diri dari Kawasan Istana

News | Rabu, 07 Februari 2024 | 20:31 WIB

Viral Lagi Tudingan Jokowi Korbankan Ahok Agar Tak Jadi Rival Capres

Viral Lagi Tudingan Jokowi Korbankan Ahok Agar Tak Jadi Rival Capres

Kotak Suara | Rabu, 07 Februari 2024 | 20:27 WIB

Blak-blakan Dosen UGM, Ada Operasi yang Menahan Civitas Akademika Kritik Jokowi Soal Pemilu

Blak-blakan Dosen UGM, Ada Operasi yang Menahan Civitas Akademika Kritik Jokowi Soal Pemilu

News | Rabu, 07 Februari 2024 | 20:18 WIB

Terkini

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak

Sumbar | Minggu, 02 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:50 WIB

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:27 WIB

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan

Health | Minggu, 02 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 21:33 WIB

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Lowongan 94 Nakes di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Rekrutmen Dibuka Agustus

Riau | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:32 WIB

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

BNI Wujudkan Mimpi Pasangan Miliki Rumah Pertama Setelah 14 Tahun Menikah

Bisnis | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:28 WIB

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Kevin Hardino dan Rachel Kesyah Aurellia Terpilih Jadi Bujang Gadis Palembang 2026

Sumsel | Minggu, 02 Agustus 2026 | 20:27 WIB

×