Bukan Ridwan Kamil, Gus Miftah Sebut Sosok Ini Kandidat Terkuat Jadi Gubernur Jabar, Ini Alasannya

Andi Ahmad S | Suara.com

Minggu, 03 Maret 2024 | 12:29 WIB
Bukan Ridwan Kamil, Gus Miftah Sebut Sosok Ini Kandidat Terkuat Jadi Gubernur Jabar, Ini Alasannya
Gus Miftah. (Istimewa)

Suara.com - Belakangan ini publik dihebohkan dengan kemunculan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang disebut-sebut akan maju di Pilkada DKI Jakarta 2024 mendatang.

Namun, hal itu langsung dibantah oleh Ridwan Kamil, lantaran dirinya masih fokus untuk mendengarkan hasil Pemilu 2024. Bahkan, suami dari Atalia Praratya itu juga masih mempertimbangkan untuk maju kembali di Pilkada Jabar.

Kali ini nampaknya Ridwan Kamil memiliki pesaing cukup berat dari politisi Partai Gerindra yakni Dedi Mulyadi jika maju di Pilkada Jabar.

Pasalnya, Dedi Mulyadi berdasarkan hasil sementara hitung cepat KPU, eks Bupati Purwakarta mendapatkan suara terbanyak 304.844 saat maju menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerindra.

Bahkan, Kang Dedi sapaan akrabnya itu saat ini menjadi caleg DPR RI dengan raihan suara terbanyak se-Indonesia.

Nah kali ini, Dedi Mulyadi mendapatkan dukungan dari Pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah untuk maju di Pilkada Jabar 2024.

Dukungan itu muncul pada unggahan video akun instagram @dedimulyadi71. Terlihat Dedi Mulyadi tengah satu mobil bersama Gus Miftah.

Pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman itu mengatakan, bahwa saat ini Dedi Mulyadi menjadi kandidat calon terkuat untuk maju di Pilkada Jabar 2024.

Hal tersebut terlihat saat Dedi Mulyadi kata dia mendapatkan raihan suara terbanyak se-Indonesia saat maju menjadi caleg DPR RI dari Partai Gerindra.

"Saya bersama peraih suara terbanyak se-Indonesia, menurut saya (Dedi Mulyadi) kandidat terkuat Gubernur Jawa Barat," kata Gus Miftah, dikutip Minggu (3/3/2024).

Lanjut pendukung Prabowo-Gibran itu, Dedi Mulyadi merupakan salah satu orang baik, tentunya harus bersinergi dengan semua orang.

"Artinya orang baik itu bersinergi, karena kalau orang baik itu terpecah, maka orang fasik yang akan menjadi pemenangnya," cetusnya.

Mengenal sekilas Dedi Mulyadi.

H. Dedi Mulyadi lahir 11 April 1971, dia adalah seorang aktivis dan politikus berkebangsaan Indonesia. Ia merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat daerah pemilihan Jawa Barat VII dan duduk di Komisi VI dari 2019 hingga 2023.

Sebelumnya, Dedi menjabat sebagai Bupati Purwakarta selama dua periode berturut-turut dari 2008 sampai 2018. Kiprahnya menjadi bupati bermula setelah dirinya terpilih pada Pilkada 2008 dengan menjadikan Dudung Bachtiar Supardi sebagai wakilnya di pemerintahan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terlalu Mudah Lawan Ridwan Kamil Karena Bukan Anak Presiden, Ahmad Sahroni Sentil Gibran

Terlalu Mudah Lawan Ridwan Kamil Karena Bukan Anak Presiden, Ahmad Sahroni Sentil Gibran

News | Minggu, 03 Maret 2024 | 11:58 WIB

Menakar Peluang PDIP-PKS Berfusi Jadi Oposisi, Bisakah Sejarah Tercipta?

Menakar Peluang PDIP-PKS Berfusi Jadi Oposisi, Bisakah Sejarah Tercipta?

Kotak Suara | Minggu, 03 Maret 2024 | 12:10 WIB

Lonjakan Suara Bikin Curiga, Elite PSI Klaim Dapat Jatah 5 Kursi Di Semarang

Lonjakan Suara Bikin Curiga, Elite PSI Klaim Dapat Jatah 5 Kursi Di Semarang

Kotak Suara | Minggu, 03 Maret 2024 | 11:45 WIB

Terkini

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:38 WIB

Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!

Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:32 WIB

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05 WIB

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:46 WIB

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB