Adu Kaya Noel Ebenezer vs Deddy Sitorus: Politisi yang Mau Baku Pukul Usai Debat Panas

Galih Prasetyo

Kamis, 07 Maret 2024 | 09:24 WIB
Adu Kaya Noel Ebenezer vs Deddy Sitorus: Politisi yang Mau Baku Pukul Usai Debat Panas
Adu Kaya Noel Ebenezer vs Deddy Sitorus: Politisi yang Mau Baku Pukul Usai Debat Panas [Istimewa]

Suara.com - Dua politikus Immanuel Ebenezer atau yang akrap disapa Noel dan Deddy Sitorus terlibat perdebatan panas, bahkan keduanya hampir terlibat adu jotos saat menjadi narasumber di program televisi.

Pada video yang diunggah akun X @Mdy_Asmara1701 terlihat potongan klip saat kedua politisi itu saling adu argumen dengan tensi tinggi.

"Pembegalan MK. Ketua MK itu dipecat," kata politisi PDIP Deddy Sitorus.

Pernyataan dari Deddy ini kemudian dibalas oleh Noel dengan mengatakan politisi PDIP itu bukan lahir dari mekanisme yang jujur.

"Lo itu lahir bukan dari mekanisme yang jujur," ucap Noel dengan nada tinggi. Deddy lantas tak terima dengan mengatakan bahwa pernyataan Noel itu sudah masuk ke ranah pribadi.

Rupanya perdebatan saat live program tv itu masih berlanjut saat break iklan. Pada video yang beredar itu, Deddy Sitorus masih tak terima dengan pernyataan Noel.

"Kok lo urusan pribadi. Lo kalau udah kalah, malu. Sembunyi lo harusnya bos," ucap Deddy.

Dari video yang beredar itu, kedua politikus itu sama-sama terus saling lempar argumen dan keluar kata-kata diduga kasar hingga harus disensor penggungah video.

Meski coba ditenangkan oleh salah satu crew televisi, tampak dalam video Noel kemudian bangkit dari tempat duduknya dan langsung menghampiri Deddy seolah ingin baku hantam.

Deddy dalam pernyataannya juga sempat menyinggung soal amplop. Pernyataan dari Deddy ini kemudain memancing Noel untuk mendekati politisi PDIP tersebut.

Meski sudah berusaha dilerai oleh host dan sejumlah crew televisi termasuk petugas keamaan, kedua politikus tersebut terus melontarkan kalimat tantangan untuk menyelesaikan masalah dengan cara berkelahi.

Kekayaan Immanuel Ebenezer

Noel Ebenezer tercatat pernah menduduki jabatan sebagai komisiaris BUMN PT Mega Eltra. Namun pada Maret 2022, Noel dicopot dari jabatannya itu tanpa alasan yang jelas.

Pernah menduduki jabatan komisaris di BUMN, Noel ternyata memiliki harta kekayaan cukup fantastis. Noel pada laporan harta kekayaan miliknya ke KPK punya harta sebesar Rp 2.960.334.005 atau 2,9 miliar Rupiah per Maret 2021.

Harta tersebut terdiri atas berbagai aset dan properti lainnya yang ia miliki. Angka miliaran tersebut mencakup harta tanah yang senilai dengan Rp. 2,2 miliar yang terdiri atas rincian dua unit tanah dan bangunan di Depok yang bernilai Rp. 1,5 miliar berukuran luas 83 m2/83 m2 dan Rp. 700 juta berukuran luas 160 m2/160 m2 sebagai penyumbang proporsi terbesar dari total harta kekayaan Immanuel.

Selain itu Immanuel juga memiliki segudang kendaraan bermotor yang terdiri atas rincian satu unit mobil Mitsubishi Pajero keluaran 2020 senilai Rp. 500 juta dan satu unit mobil KIA Picanto keluaran 2015 senilai 100 juta Rupiah.

Untuk sepeda motor, Immanuel memiliki total 3 unit yang terdiri atas rincian satu unit Honda Beat model 2017 seharga 11 Juta Rupiah, satu unit Honda Spacy model 2011 seharga Rp. 6 juta, dan satu unit Yamaha N-MAX model 2015 seharga Rp. 17 juta .

Harta Immanuel lainnya berupa harta bergerak di luar kategori yang telah disebutkan senilai Rp. 108,5 juta dan harta kas senilai Rp. 178.834.005.

Kekayaan Deddy Sitorus

Sementara itu harta kekayaan politisi PDIP Deddy Sitorus merujuk pada data LHKPN 2022 lebih tinggi dibandig Noel. Deddy total memiliki kekayaan sebesar 18.977.891.109.

Nilai harta Deddy di periode 2022 naik dibanding laporan 2021. Di data LHKPN 2021, Deddy Sitorus mencapai angka Rp.15.537.559.840. Bahkan jika dibandungkan dengan kekayaan Deddy di tahun 2022, nilai melonjak cukup drastis.

Pada data LHKPN di tahun 2020, Deddy Sitorus memiliki harta kekayaan di angka Rp.8.418.838.560.

Harta Deddy merujuk pada laporan LHKPN 2022 memiliki tanah dan bangunan yang totalnya mencapai Rp9.922.071.000. Tanah dan bangunan itu tersebar di wilayah DKI Jakarta, Bulungan (Kalimantan Utara), Tarakan dan Buleleleng.

Sedangkan untuk alat transportasi, Deddy tercatat memiliki mobil Alphard, Hyundai Creta serta dua kendaraan motor jenis Italjet Dragster dan Qooder Qooder.

Di data LHKPN miliknya, Deddy Sitorus juga mencantumkan harta lainnya sebesar Rp129.556.358 serta nilai kas dan setara kas mencapai Rp7.781.263.751.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ternyata Ini Alasan NasDem Tak Usulkan Hak Angket di Sidang Paripurna

Ternyata Ini Alasan NasDem Tak Usulkan Hak Angket di Sidang Paripurna

News | Kamis, 07 Maret 2024 | 09:20 WIB

Noel Ebenezer yang Mau Adu Jotos dengan Politisi PDIP Punya Harta Kekayaan Melimpah

Noel Ebenezer yang Mau Adu Jotos dengan Politisi PDIP Punya Harta Kekayaan Melimpah

News | Kamis, 07 Maret 2024 | 08:25 WIB

Susul Komeng, Pelawak Denny Cagur Jadi Anggota Dewan: 10 Besar Caleg Suara Terbanyak

Susul Komeng, Pelawak Denny Cagur Jadi Anggota Dewan: 10 Besar Caleg Suara Terbanyak

News | Kamis, 07 Maret 2024 | 07:52 WIB

Waktu Penyelesaian Sengketa Pilpres 14 Hari Tak Ideal, Ketua MK Minta Dimaklumi Kalau Ada Kekurangan

Waktu Penyelesaian Sengketa Pilpres 14 Hari Tak Ideal, Ketua MK Minta Dimaklumi Kalau Ada Kekurangan

Kotak Suara | Kamis, 07 Maret 2024 | 06:25 WIB

PP Muhammadiyah ke Elite Politik: Jangan Jadikan Hak Angket Sumber Konflik Masyarakat

PP Muhammadiyah ke Elite Politik: Jangan Jadikan Hak Angket Sumber Konflik Masyarakat

Kotak Suara | Kamis, 07 Maret 2024 | 06:04 WIB

Pengamat Ini Sebut Naiknya Suara PSI Menandakan Masyarakat Menuntut Perubahan

Pengamat Ini Sebut Naiknya Suara PSI Menandakan Masyarakat Menuntut Perubahan

Kotak Suara | Kamis, 07 Maret 2024 | 05:00 WIB

Terkini

Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi

Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:04 WIB

Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo

Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:47 WIB

Jangan Cuma Naikkan Harga! Publik Tagih Transparansi Komponen Pembentuk Harga Pertamax

Jangan Cuma Naikkan Harga! Publik Tagih Transparansi Komponen Pembentuk Harga Pertamax

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:47 WIB

MBG Watch 'Segel' Kantor Badan Gizi Nasional, Tuntut Moratorium dan Audit Total

MBG Watch 'Segel' Kantor Badan Gizi Nasional, Tuntut Moratorium dan Audit Total

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41 WIB

Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia

Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:36 WIB

Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng

Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:31 WIB

Main Mata Audit Smart TV! KPK OTT 5 ASN BPK Pengembangan Kasus Bupati Muara Enim

Main Mata Audit Smart TV! KPK OTT 5 ASN BPK Pengembangan Kasus Bupati Muara Enim

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:30 WIB

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Ada Kondisi Mendesak di Pemerintah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:27 WIB

Sony Sonjaya Ajukan JC, LPSK Masih Tunggu Permohonan Perlindungan

Sony Sonjaya Ajukan JC, LPSK Masih Tunggu Permohonan Perlindungan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:25 WIB

5 Kali Maju Pilpres Kejar Kursi RI 1, Prabowo: Saya Lihat dari Tahun 90-an Indonesia Salah Arah!

5 Kali Maju Pilpres Kejar Kursi RI 1, Prabowo: Saya Lihat dari Tahun 90-an Indonesia Salah Arah!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:24 WIB