Polisi Bongkar Kuburan Abdul Aziz di Jombang, Ada Apa?

Erick Tanjung

Kamis, 14 Maret 2024 | 03:35 WIB
Polisi Bongkar Kuburan Abdul Aziz di Jombang, Ada Apa?
Petugas membongkar makam Abdul Aziz (23) di TPU (Tempat Pemakaman Umum) Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (13/3/2024). Pembongkaran dilakukan guna dilakukan pemeriksaan. [Antara/ HO-polisi]

Suara.com - Aparat Polres Jombang dengan didampingi Polres Lamongan, Biddokkes Polda Jatim, membongkar makam Abdul Aziz (23) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Palrejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, guna dilakukan pemeriksaan.

Ayah dari korban, Khoiruman mengatakan makam anaknya yakni Abdul Aziz memang dibongkar atas permintaan keluarga. Ia ingin memastikan penyebab kematian anaknya sehingga didapatkan bukti nyata.

"Autopsi ini untuk mencari bukti keracunan atau tidaknya. Semoga ada bukti nyata sehingga pelaku mendapatkan hukuman setimpal," kata Khoiruman di Jombang, Rabu (13/3/2024).

Ia mengatakan menemukan anaknya sudah meninggal dunia pada Rabu (7/2) sekitar jam 15.00 WIB di dalam bengkel. Dirinya sempat menolak dilakukan autopsi pada jenazah anaknya, sebab mengira kematian anaknya wajar. Namun, ia kemudian curiga ada yang tidak beres dengan kematian anaknya.

Di lokasi bengkel terlihat acak-acakan, isi kulkas berantakan. Bahkan, ia semakin curiga saat mengecek isi telepon seluler milik anaknya dan menemukan adanya kiriman uang dalam jumlah besar ke rekening seseorang.

"Saya mulai curiga itu anak saya diracun dari seblak itu. Kulkas berantakan, jadi saya mengira dia itu keracunan," kata dia.

Keluarga akhirnya melaporkan kematian korban ke Polsek Karanggeneng, Lamongan, pada Jumat (16/2). Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengusut nomor rekening tersebut bekerjasama dengan pihak bank, hingga kemudian mendapati nama Suhartono.

Kepada polisi, Suhartono mengaku nomor rekening miliknya dipinjam salah satu temannya bernama, NF. Hingga kemudian, polisi menangkapnya.

Kepada polisi, NF mengaku kesal dengan pelaku karena meminta uang jasa yang telah diberikan. Pelaku berjanji mengenalkannya dengan seorang perempuan, namun janji itu tidak kunjung direalisasikan. Hingga kemudian, korban meminta lagi uang yang telah diberikan.

baca juga

Karena kesal, pelaku nekat membunuh korban dengan memberi racun tikus yang dicampur dengan seblak di bengkel tempat Azis bekerja. Hingga ia kemudian ditemukan meninggal dunia oleh ayahnya.

"Tersangka mengaku jengkel karena korban terus meminta dan menagih uangnya lewat WhatsApp agar dikembalikan," kata Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP I Made Suryadinata.

Proses autopsi itu diawali dengan membongkar makam korban. Petugas kemudian memeriksa jenazah dan mengambil sampel untuk dilakukan autopsi. Proses itu dilakukan dengan tertutup.

Sementara itu, warga juga berduyun-duyun menyaksikan langsung proses penggalian. Namun, mereka tidak diizinkan mendekat sehingga lokasi tetap steril.

Keluarga berharap pelaku mendapatkan sanksi berat. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Heboh Gelar Pernikahan Mewah, Gus Sunny Kepergok Pakai Sandal Harga 2 Kali UMR Jombang!

Setelah Heboh Gelar Pernikahan Mewah, Gus Sunny Kepergok Pakai Sandal Harga 2 Kali UMR Jombang!

Lifestyle | Selasa, 20 Februari 2024 | 17:33 WIB

Ngamuk Tak Dapat Suara, Caleg di Donggala Paksa Warga Bongkar Makam di Atas Tanah Wakafnya

Ngamuk Tak Dapat Suara, Caleg di Donggala Paksa Warga Bongkar Makam di Atas Tanah Wakafnya

News | Senin, 19 Februari 2024 | 20:23 WIB

Kesaksian Dokter Forensik yang Memeriksa Jenazah Dante: Paru-Paru Mencair

Kesaksian Dokter Forensik yang Memeriksa Jenazah Dante: Paru-Paru Mencair

Your Say | Selasa, 13 Februari 2024 | 14:57 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×