Pengamat Politik Unhas: JK Tidak Ingin Pengaruhnya Hilang di Golkar

Muhammad Yunus | Suara.com

Kamis, 14 Maret 2024 | 12:02 WIB
Pengamat Politik Unhas: JK Tidak Ingin Pengaruhnya Hilang di Golkar
Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla atau JK saat berpidato dalam forum bertajuk Election Talk #4 Konsolidasi Untuk Demokrasi Pasca Pemilu 2024: Oposisi atau Koalisi? di FISIP Universitas Indonesia (UI), Depok, Kamis (7/3/2024). (Tim Media JK)

Suara.com - Pengamat politik Universitas Hasanuddin Makassar Prof phil Sukri Tamma menilai Jokowi butuh partai politik untuk menyelamatkan karir politik putranya, Gibran Rakabuming Raka. Salah satu partai yang bisa diambil alih adalah Golkar.

Golkar dinilai lebih realistis bagi Jokowi. Terlebih hubungannya dengan PDIP belakangan ini kurang harmonis.

"Apalagi Gibran sebagai Wakil Presiden nanti karirnya masih sangat panjang, usianya masih mudah, dan tentu butuh dikawal. Awalnya saya melihat PSI, tapi kan kondisi PSI saat ini masih belum jelas dan tidak diperhitungkan di konstelasi politik. Nah, karena itu Golkar jadi salah satu partai yang bisa menyelamatkan, apalagi pencapaian Golkar sekarang ini cukup mentereng di Pemilu 2024 dan punya pengaruh yang besar," ujar Sukri, Kamis, 14 Maret 2024.

Menurut Sukri, jika Jokowi ke Golkar maka karirnya di dunia politik akan lebih tenar. Termasuk bisa menjamin karir Gibran tidak hanya mentok di posisi Wakil Presiden RI.

"Karena kita tahu Jokowi sendiri saat ini dengan PDIP tidak baik-baik saja, sehingga jika mengharap dukungan PDIP akan sulit karena pengaruh Megawati sangat kuat sekali di sana. Sementara Jokowi butuh jaminan untuk karir politiknya dan Gibran. Oleh karena itu Golkar jadi salah satu opsinya," kata Sukri.

Bergabungnya Jokowi juga bisa semakin meningkatkan elektabilitas partai berlogo pohon beringin itu. Namun, di satu sisi tentu ada gonjang-ganjing di internal kader.

Kata Sukri, tidak semua kader bisa menerima kehadiran Jokowi masuk ke Golkar, apalagi jika mengincar kursi ketua. Menurutnya, partai yang dipimpin Airlangga Hartarto itu dikenal punya kaderisasi yang terstruktur dan berpedoman teguh ke anggaran dasar anggaran rumah tangga.

"Tentu kader senior menganggap ini polemik karena Golkar ini sejak dulu diketahui penjenjangan karirnya sangat terstruktur dan jelas. Di dalam AD/ART Golkar kan untuk jadi ketua paling tidak pernah jadi kader sekian tahun, sementara Jokowi selama ini bukan kader partai. Nah, jika terjadi, tentu melanggar AD ART walaupun bisa jadi ada pengecualian karena Golkar pernah melakukan seperti itu terhadap beberapa tokoh yang ingin direkrut," jelasnya.

Pengaruh Jusuf Kalla

Situasi ini, kata Sukri yang dikhawatirkan sejumlah kader Golkar seperti Jusuf Kalla.

"Saya lihat JK tentu tidak ingin pengaruhnya di Golkar hilang. Bagaimana pun juga JK adalah salah satu tokoh di Golkar yang pernah membesarkan partai. Namun dalam situasi ini pengaruh Ketua Umum yang sangat besar dan gelagatnya juga sudah terlihat karena ada upaya untuk mempercepat Munas Golkar," ucap Guru Besar Studi Demokrasi itu.

Sebelumnya, Jusuf Kalla mengatakan menyambut baik siapa pun yang hendak bergabung ke partai Golkar. Asalkan mengikuti mekanisme.

Seperti jika ingin menjadi ketua umum partai, maka wajib menjadi kader selama 5 tahun.

Namun, dari informasi yang berhembus, ada upaya dari tokoh senior Golkar untuk menghadang Jokowi bergabung ke Golkar. Kabar itu bergulir setelah Jusuf Kalla atas nama Golkar berencana menemui ketua Umum PDIP, Megawati.

Hal tersebut diungkap mantan Sekjen Golkar, Idrus Marham. Tapi menurut Idrus, JK tidak berhak menemui Megawati tanpa mandat dari ketua umum partai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Golkar Bakal Menang Banyak Jika Jokowi Bergabung, Anaknya Otomatis Ikut Merapat?

Golkar Bakal Menang Banyak Jika Jokowi Bergabung, Anaknya Otomatis Ikut Merapat?

News | Kamis, 14 Maret 2024 | 11:48 WIB

Jokowi Ambil Alih Golkar? Rocky Gerung: Cara Politik Busuk Kayak Moeldoko

Jokowi Ambil Alih Golkar? Rocky Gerung: Cara Politik Busuk Kayak Moeldoko

News | Kamis, 14 Maret 2024 | 10:52 WIB

Dorong Jokowi Jadi Ketua Koalisi, PSI Sedang Bangun Posisi Tawar Karena Suaranya Kecil

Dorong Jokowi Jadi Ketua Koalisi, PSI Sedang Bangun Posisi Tawar Karena Suaranya Kecil

Kotak Suara | Kamis, 14 Maret 2024 | 10:28 WIB

Terkini

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:38 WIB

Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!

Ironi Distribusi Air Jakarta: Apartemen Dimanjakan, Warga Kampung Pakai Pipa Usia Setengah Abad!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:32 WIB

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05 WIB

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

BPJS Kesehatan dan BPKP Perkuat Tata Kelola Jaga Keberlanjutan JKN

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 06:46 WIB

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:52 WIB

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

Nyawa di Ujung Shift: Mengungkap Jam Kerja Tak Manusiawi Dokter Internship dan Regulasi Kemenkes

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 22:21 WIB

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

Sama dengan TNI, Prabowo Batasi Jabatan Anggota Polri di Luar Institusi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:45 WIB

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

Komitmen ESG Meningkat, Mengapa Data Logistik Masih Jadi Tantangan di Lapangan?

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:31 WIB

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

KPK Ingatkan Tunjangan Hakim Ad Hoc Harus Beriringan dengan Perbaikan Sistem Peradilan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:26 WIB