Anies dan Ganjar Belum Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Prabowo-Gibran, Kenapa?

Eko Faizin Suara.Com
Jum'at, 22 Maret 2024 | 13:52 WIB
Anies dan Ganjar Belum Ucapkan Selamat Atas Kemenangan Prabowo-Gibran, Kenapa?
Ketiga Capres dan Cawapres bersama-sama usai debat Capres-Cawapres Kelima di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pasangan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2024 dengan perolehan suara sah sebanyak 96.214.691.

Hal tersebut terungkap dari hasil rekapitulasi KPU RI yang digelar pada Rabu (20/3/2024). Pasangan Prabowo-Gibran unggul di 36 dari 38 provinsi seluruh Indonesia. 

Terkait kemenangan itu, Anies Baswedan selaku rivalnya di Pilpres ini belum mengucapkan selamat kepada Prabowo-Gibran. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu malah menyoroti proses yang bermasalah akan menyebabkan sebuah hasil yang bermasalah.

"Saya tegaskan sekali lagi proses dan hasil sama-sama penting karena proses yang benar akan memberikan hasil yang benar pula," kata Anies, Kamis (21/3/2024).

Dalam konferensi pers di Timnas AMIN, Jakarta Pusat, ia juga tak menjawab dengan tegas terkait alasan dirinya belum mengucapkan selamat atas menangnya Prabowo-Gibran.

"Jika prosesnya bermasalah, maka hasilnya bermasalah pula," sebut Anies.

Sikap yang sama ditunjukkan Ganjar Pranowo. Hingga saat ini juga belum mengucapkan selamat ke Prabowo-Gibran yang telah ditetapkan sebagai pemenang dalam Pilpres kali ini.

Malahan, Ganjar membeberkan langkah yang akan diambil TPN) Ganjar-Mahfud MD ke depan yang di antaranya mendaftarkan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Tim sepakat kalau semuanya harus diluruskan agar demokrasi baik, maka benteng terakhir adalah MK," ucap Ganjar di konferensi pers yang digelar di Jakarta, Kamis (21/3/2024).

Dia mengaku mendapatkan cerita yang seragam soal dugaan kecurangan di Pilpres 2024 setelah selama satu bulan berkeliling ke banyak daerah bersama Mahfud.

Ganjar menyatakan jika kecurangan itu sudah tampak sejak sebelum pemungutan suara Pilpres pada 14 Februari 2024. Dia juga mengungkapkan jika banyak akademisi dari perguruan tinggi yang sudah bersuara soal kecurangan Pemilu.

Menurut Ganjar, Pemilu harus sesuai asas jujur dan adil.

Lebih lanjut, mantan Gubernur Jawa Tengah mengaku telah menyampaikan berbagai laporan kepada KPU dan Bawaslu. Akan tetapi, tak semua laporan tersebut ditindaklanjuti. 

Gara-gara itu, Ganjar menyebut, pihaknya sepakat mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilu ke MK.

"Kami hanya ingin mendudukkan saja proses ini dengan baik. Apapun keputusannya kita akan legawa," tegas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI