Universitas Columbia Ancam Keluarkan Mahasiswa yang Demo Bela Palestina

M Nurhadi

Rabu, 01 Mei 2024 | 11:40 WIB
Universitas Columbia Ancam Keluarkan Mahasiswa yang Demo Bela Palestina
Sebagai ilustrasi-sejumlah massa mengangkat poster dan bendera saat menggelar aksi solidaritas untuk Palestina di depan Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, Jumat (19/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pada tanggal 30 April kemarin, Universitas Columbia mengancam akan mengeluarkan mahasiswa yang menduduki gedung administrasi Hamilton Hall. Ancaman ini dikeluarkan karena para demonstran antiperang "telah memilih untuk melakukan eskalasi ke situasi yang tidak dapat dipertahankan."

Juru bicara universitas, Ben Chang, dalam pernyataannya melalui email, menegaskan bahwa "mahasiswa yang menduduki gedung akan diusir."

Para pengunjuk rasa, yang menduduki gedung dan menamainya "Hind's Hall" untuk mengenang seorang gadis Palestina berusia enam tahun, Hind Rajab, yang dibunuh secara brutal di Gaza, menolak untuk meninggalkan gedung tersebut. Mereka bersikukuh untuk tetap menduduki gedung sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Tuntutan utama para pengunjuk rasa adalah agar Columbia melakukan divestasi dari perusahaan-perusahaan Israel dan mengutuk serangan gencar Tel Aviv terhadap Jalur Gaza. Namun, Presiden Columbia, Minouche Shafik, telah menyatakan bahwa universitas tidak akan melakukan divestasi, yang merupakan tuntutan utama para mahasiswa yang memprotes serangan Israel.

“Kami tidak bisa berdiam diri karena biaya kuliah dan tenaga kerja kami mendukung pembunuhan massal. Selama dua pekan terakhir para pelajar telah membahayakan keselamatan, rumah, pendidikan, dan karier mereka, mengetahui tidak ada universitas yang tersisa di Gaza karena bom yang didanai AS,” bunyi pernyataan Kelompok Mahasiswa Columbia untuk Keadilan di Palestina, dikutip dari Anadolu via Antara.

“Para pembebas yang bertindak dalam solidaritas dengan Palestina terus mempertahankan standar yang lebih tinggi daripada Columbia,” tambah kelompok aktivis tersebut.

Sementara itu, pengunjuk rasa yang masih berada di lokasi perkemahan hingga Senin sore, batas waktu yang ditetapkan oleh universitas, akan diskors dan “akan dibatasi dari semua ruang akademik dan rekreasi dan hanya dapat mengakses tempat tinggal masing-masing,” kata Chang.

Mahasiswa senior yang dijadwalkan untuk lulus tidak akan diizinkan untuk melakukannya, katanya.

“Kemarin kami telah menegaskan dengan sangat jelas bahwa pekerjaan Universitas tidak dapat terus-menerus diganggu oleh pengunjuk rasa yang melanggar peraturan. Jika terus melakukan hal ini, akan ada konsekuensi nyata,” kata Chang.

baca juga

“Ini tentang menanggapi tindakan para pengunjuk rasa, bukan tujuan mereka. Seperti yang kami katakan kemarin, gangguan di kampus telah menciptakan lingkungan yang mengancam bagi banyak mahasiswa dan staf pengajar Yahudi kami dan gangguan bising yang mengganggu pengajaran, pembelajaran, dan persiapan. untuk ujian akhir,” tambahnya.

Keputusan Presiden Columbia, Minouche Shafik, untuk memanggil polisi dan membubarkan paksa perkemahan awal dan menangkap para demonstran yang melakukan aksi duduk pada 18 April menjadi titik balik yang memicu gerakan protes yang jauh lebih luas.

Langkah represif Shafik justru semakin memperkuat tekad para demonstran. Aksi protes pun merebak ke berbagai universitas di seluruh negeri, meskipun para demonstran menghadapi penangkapan dan ancaman dari pihak administrator universitas.

Hingga saat ini, ratusan mahasiswa telah ditahan di berbagai kampus dalam rangkaian protes yang menuntut Columbia untuk melakukan divestasi dari Israel dan mengutuk kebrutalannya di Jalur Gaza. Serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 34.000 warga Palestina, dengan sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak.

Kekejaman Israel tidak hanya menyasar warga sipil, tetapi juga institusi pendidikan. Sebanyak 12 universitas besar di Gaza telah hancur akibat serangan Israel. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) juga melaporkan kerusakan massal pada jaringan sekolah yang mereka kelola di wilayah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tom Lembong Ditantang Pendukung AMIN Turun ke Jalan Bela Palestina: Jangan Cuma di Ruang AC

Tom Lembong Ditantang Pendukung AMIN Turun ke Jalan Bela Palestina: Jangan Cuma di Ruang AC

News | Selasa, 30 April 2024 | 21:08 WIB

Amerika Serikat Buka Suara Terkait Penangkapan PM Israel dan Pemimpin Hamas

Amerika Serikat Buka Suara Terkait Penangkapan PM Israel dan Pemimpin Hamas

News | Selasa, 30 April 2024 | 14:54 WIB

Dituntut Minta Maaf Usai Posting Produk Pro Israel, Zita Anjani Malah Unggah Video Main Tenis

Dituntut Minta Maaf Usai Posting Produk Pro Israel, Zita Anjani Malah Unggah Video Main Tenis

Lifestyle | Selasa, 30 April 2024 | 13:36 WIB

Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok Imbas Adanya Permintaan Gencatan Senjata di Gaza,

Harga Minyak Dunia Kembali Anjlok Imbas Adanya Permintaan Gencatan Senjata di Gaza,

Bisnis | Selasa, 30 April 2024 | 07:59 WIB

Kabar Terbaru Perundingan Gencatan Senjata Hamas dan Israel di Palestina

Kabar Terbaru Perundingan Gencatan Senjata Hamas dan Israel di Palestina

News | Senin, 29 April 2024 | 13:08 WIB

Parlemen Arab Murka Soal Temuan Kuburan Massal Di Gaza, Desak Investigasi Kejahatan Israel Di Palestina

Parlemen Arab Murka Soal Temuan Kuburan Massal Di Gaza, Desak Investigasi Kejahatan Israel Di Palestina

News | Senin, 29 April 2024 | 10:26 WIB

Terkini

Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data

Prabowo Sebut Pakar Saking Pintarnya Jadi Goblok, Muhammadiyah Ingatkan Pakar Berbasis Ilmu dan Data

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 15:03 WIB

Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya

Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 15:00 WIB

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Pekerja Aspal Terguling Hantam Rumah di Ngawi: 1 Tewas, 7 Terpental

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 14:56 WIB

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Bukan Cuma Kripto, Saham hingga Emas Kini Masuk Blockchain

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Bagaimana Cara Melaporkan WA Penipu Online? Ini Panduan Lengkapnya

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 14:50 WIB

Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun

Umpan Lowongan Kerja: Pria di Tulang Bawang Cekoki Miras dan Cabuli Remaja Lekaki 15 Tahun

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 14:47 WIB

Berapa Kapasitas Mesin Cuci untuk Mencuci Bedcover King Size?

Berapa Kapasitas Mesin Cuci untuk Mencuci Bedcover King Size?

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:43 WIB

Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus

Muhammadiyah Sentil Menkeu Baru, Jangan Biarkan Rupiah Jatuh Terus

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 14:41 WIB

Mengapa Krim Malam Tidak Boleh Digunakan pada Siang Hari Meski di Dalam Ruangan?

Mengapa Krim Malam Tidak Boleh Digunakan pada Siang Hari Meski di Dalam Ruangan?

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 14:31 WIB

Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak

Polemik Royalti Musik, Pelaku Usaha Bingung, Pekerja Seni Menunggu Hak

Jogja | Sabtu, 19 September 2026 | 14:31 WIB

×