PDIP Oposisi atau di Dalam Pemerintahan, Pengamat Sebut Penentunya Ada di 2 Kubu

Baehaqi Almutoif Suara.Com
Jum'at, 03 Mei 2024 | 15:50 WIB
PDIP Oposisi atau di Dalam Pemerintahan, Pengamat Sebut Penentunya Ada di 2 Kubu
Ilustrasi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato politiknya saat perayaan HUT ke-51 PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (10/1/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sampai sekarang belum menentukan sikap politik, berada di posisi opsisi atau masuk pemerintahan.

Namun, sejumlah kader terus agresif mengkritik keras proses pemilihan presiden (Pilpres).

Pengamat Politik, Adi Prayitno mengatakan, masyarakat saat ini melihat PDIP agresif. Meski begitu sikap yang ditunjukkan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu bersayap.

"Yang diserang itu bukan Prabowo, tapi Jokowi dan keluarga besarnya. Jokowi waafwa tuha, keluarga besarnya, dan sahabat-sahabatnya. Para relawan juga dikritik dan seterusnya. Belum pernah saya nemu teman-teman PDIP itu mengkritik Prabowo Subianto. Mungkin saya salah menghitung ya, tapi kalau Pak Jokowi itu melebihi salat lima waktu sehari," ujarnya saat hadir di sebuah acara televisi dikutip dari YouTube Total Politik pada Jumat (3/5/2024).

Dia melihat ada yang belum selesai pada suasana kebatinan PDIP, sehingga terus agresif.

Namun, menurut Adi, Bulan Mei di elit PDI Perjuangan akan menentukan langkah politik pada pemerintahan baru nanti. Sejauh ini, ada dua mazhab di PDIP, yakni agresif dan akomodatif. 

"Tapi bukan berarti ada lobi-lobi dan keinginan ya, endingnya tentu di Bulan Mei, di mana PDIP memutuskan ke mana sikap politik mereka. Apakah Istiqomah iman politiknya di luar (pemerintahan) atau dia akan menjadi bagian di dalam. Ini kan tergantung siapa yang kuat-kuatan membisikan kepada ketua umum mereka Megawati Soekarnoputri," katanya.

Kalau nantinya yang kuat kelompok agresif, maka PDIP besar kemungkinan berada di luar pemerintahan. Sebaliknya, bila bisikan yang masuk orang-orang yang ingin berjuang di dalam bukan tidak mungkin bersama pemerintahan Prabowo Subianto.

"Bukan tidak mungkin PDIP akan memutuskan (di dalam), karena kalau kita membaca landscape politik kita ke depan, posisi agresif itu tidak menguntungkan di 2024. Kita hitung rata-rata ada sekitar 62 persen kelompok pemilih umur 40 tahun ke bawah menyatakan jika politik mereka nggak suka dengan yang nyalak-nyalak (agresif). Mereka itu suka yang gemoy-gemoy, juga joget, dan gak berat-berat pikirannya," katanya.

Baca Juga: AHY Klaim Sudah Diskusi soal Pembangian Menteri untuk Kabinet Prabowo-Gibran, Berapa Jatah Demokrat?

"Ini tentu dihitung juga oleh kawan-kawan PDIP, jadi agresif untuk memperlebar ceruk pemilih itu terjadi 10, 15, dan 20 tahun yang lalu. Tapi ke depan sudah berpikir yang lain," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI