- Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya meresmikan PT Kosmetika Cantik Indonesia di Malang pada Kamis, 30 Juli 2026.
- Menekraf meninjau fasilitas teknologi AI Skin Type Detector serta studio konten digital dalam kunjungan kerja ke unit bisnis J99 Corp.
- Pemerintah mendorong pelaku industri kreatif memperluas pasar global guna memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat Indonesia.
Suara.com - Industri kecantikan kini tak lagi hanya berbicara soal produk skincare dan kosmetik. Di balik sebuah produk kecantikan, terdapat ekosistem yang melibatkan teknologi, kreativitas, produksi konten, distribusi, hingga strategi pemasaran digital.
Gambaran mengenai perkembangan industri tersebut terlihat saat Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya melakukan kunjungan kerja ke sejumlah unit bisnis J99 Corp di Malang, Jawa Timur, Kamis (30/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Teuku Riefky meresmikan PT Kosmetika Cantik Indonesia (KCI) sebagai Creative Beauty Ecosystem Center yang berada di kawasan kantor pusat MS GLOW. Lokasinya terintegrasi dengan fasilitas unit bisnis transportasi premium Juragan 99 Trans.
Bagi Menekraf, perkembangan industri kecantikan menjadi salah satu contoh bagaimana sektor kreatif dapat berkembang melampaui produk dan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih luas.
"Apa yang dilakukan Mas Gilang dan Mbak Shandy bukan hanya menjadi kebanggaan perusahaan, tetapi juga menjadi kebanggaan bangsa. Yang dibangun bukan hanya bisnis untuk kepentingan sendiri, melainkan sebuah ekosistem yang memberikan manfaat dan dampak ekonomi bagi begitu banyak orang," ujar Teuku Riefky.
Menurutnya, industri kecantikan memiliki posisi penting dalam perkembangan ekonomi kreatif nasional karena mempertemukan berbagai bidang, mulai dari kreativitas, teknologi hingga pemasaran digital.
Melihat Teknologi di Balik Industri Beauty
Dalam kunjungannya, Teuku Riefky tidak hanya mengikuti prosesi peresmian. Ia juga melihat langsung aktivitas kreatif dan teknologi yang digunakan dalam pengembangan bisnis kecantikan.
Saat melakukan office tour, Menekraf melihat sejumlah fasilitas yang digunakan untuk mendukung aktivitas digital perusahaan, termasuk teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI Skin Type Detector yang dapat membantu pengguna mengenali jenis kulit.
Ia juga melihat area produksi konten dan fasilitas livestreaming. Terdapat lima studio yang dapat digunakan secara bersamaan untuk mendukung berbagai kebutuhan konten dan komunikasi merek.
Perkembangan ini menunjukkan bagaimana industri beauty semakin dekat dengan dunia digital. Konten, teknologi interaktif, hingga pengalaman konsumen kini menjadi bagian dari cara produk kecantikan berkomunikasi dengan pasar.
Founder J99 Corp dan MS GLOW, Shandy Purnamasari, mengatakan integrasi berbagai unit bisnis tersebut ditujukan untuk menciptakan ekosistem yang lebih luas.
"Creative Beauty Ecosystem Center adalah wadah kami untuk menyatukan teknologi, kreativitas pascaproduksi, dan inklusivitas," kata Shandy.
Komitmen terhadap inklusivitas juga menjadi salah satu hal yang ditonjolkan dalam pengembangan ekosistem tersebut, termasuk dengan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya.
Ada Produk Kosmetik Bertanda Tangan Menteri