Kasus Kekerasan Berujung Pingsan, Santri di Pondok Pesantren Modern Sahid Diduga Dibully Kakak Kelas

Andi Ahmad S Suara.Com
Selasa, 14 Mei 2024 | 17:43 WIB
Kasus Kekerasan Berujung Pingsan, Santri di Pondok Pesantren Modern Sahid Diduga Dibully Kakak Kelas
Ilustrasi bullying di Pondok Pesantren Modern Sahid [Pixabay]

Suara.com - Aksi dugaan Bullying terjadi di Pondok Pesantren Modern Sahid Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada seorang santri berusia 16 tahun 7 Mei 2024 pekan lalu.

Orang tua korban, Diah Rachmawati Wulandari, memaparkan, kejadian itu diketahui olehnya saat pihak Pondok pesantren Modern Sahid mengabarkan bahwa anaknya bernama Raffi Krishna dibawa ke klinik terdekat.

"Pagi-pagi sekitar jam 6 sama Murobinya (pengasuh di pondok), dikatakan anak saya pingsan sedang diinfus di klinik terdekat," kata dia, Selasa (14/5/2024).

Baca Juga :

  • Pakaian Nathalie Holscher Semakin Parah Usai Cerai dengan Sule, Netizen: Ayah Rizky Febian Pas Pilih Santyka Fauziah

Saat ditanya pada pengasuh asrama, Raffi Krishna mengalami bulliying oleh kakak kelasnya. Diketahui Raffi yang merupakan siswa kelas 10 diduga dibully kakak kelasnya yang duduk di kelas 11.

"Saya tanya, kenapa harus diinfus dan pingsan, karena dipukul dan sebagainya," papar dia.

Pihak keluarga kemudian membawa Raffi pulang untuk dilakukan perawatan di rumah. Usai pulang, Raffi menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Berdasarkan keterangan Raffi, sebelum dirinya dianiaya, kakak kelas memanggil dirinya untuk ke asrama. Saat itu, sudah ada 6 orang yang menunggu Raffi.

"Nah dia bilang sampai sana, udah ada senior-seniornya 6 orang. Nah anak saya bareng temennya," papar dia.

Baca Juga: Tanggung Biaya Persalinan, Raffi Ahmad Booking Rumah Sakit Mahal Untuk Mpok Alpa

Raffi bersama lima temannya kemudian dianiaya oleh seniornya di asrama tersebut. Mereka mengalami kekerasan fisik oleh kakak kelasnya itu.

"Katanya yang pertama, dipukul, kepalanya dijedotin di tembok dan loker, kemudian, perutnya ditendang pake dengkul, dijadikan samsak, dicekik," papar dia.

Sebelum melakukan aksi kekerasan, para pelaku menanyakan kepada enam adik kelasnya itu soal penggunaan obat-obatan.

"Yang pertama dia ditanya kenapa, "lu ngobat yah", katanya," jelasnya.

Padahal, kata Diah, Raffi itu memang sedang mengalami sakit badan selama tiga hari.

"Itu dia bilang ke saya, ya jadi dikasih obat, maxtril, CTM dan Antimo. Temennya juga demam, dan gatel-gatel juga, minum CTM," papar dia.

Sehingga, kakak kelasnya menyangka para korban itu mabuk obat-obatan di pondok pesantren Modern Sahid Bogor.

"Itu kan obatnya bikin ngantuk banget ya, mangkanya dia tidur terus, disangka mabok, padahal saya tau dia abis minum obat," jelas dia.

Kontributor : Egi Abdul Mugni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI