Biduan Nayunda Raup Rp51 Juta 2 Kali Masuk Kerja, Petani Banting Tulang Cuma Dapat Segini

Galih Prasetyo

Senin, 20 Mei 2024 | 19:31 WIB
Biduan Nayunda Raup Rp51 Juta 2 Kali Masuk Kerja, Petani Banting Tulang Cuma Dapat Segini
Penyanyi Nayunda Nabila (kiri) berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (13/5/2024). Nayunda Nabila memenuhi panggilan KPK dan diperiksa selama 12 jam sebagai saksi terkait kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tersangka mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/aww.

Suara.com - Biduan Nayunda rupanya pernah berstatus pegawai honorer di Kementerian Pertanian (Kementan). Tak main-main gaji yang diberikan kepada Nayunda Nabila cukup besar yakni Rp4,3 juta per bulan.

Posisi Nayunda sebagai gaji honorer yang gajinya dibayar oleh negara ialah menjadi asisten dari anak Syahrul Yasin Limpo (SYL), Indira Chunda Thita. Parahnya, status anak SYL bukan pegawai Kementan.

Gaji dan posisi Nayunda di Kementan ini terungkap saat lanjutan sidang korupsi SYL yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (20/5).

Baca juga:

Menurut keterangan saksi Sekretaris Badan Karantina Kementan Wisnu Haryana, pengangkatan Nayunda sebagai pegawai honorer Kementan sesuai arahan dari Gedung A.

"Pada waktu itu, arahan dari Gedung A juga, Pak Karo kalau tidak salah, bahwa si Nayunda ini akan menjadi asistennya Ibu Thita begitu sehingga honornya dititipkan di (Badan) Karantina," kata Wisnu.

Menurut Wisnu, biduan jebolan ajang pencarian bakat itu dititipkan oleh SYL melalui Sekretaris Jenderal Kementan nonaktif Kasdi Subagyono.

Honor yang dibayarkan kepada Nayunda diberikan oleh Badan Karantina Kementan. Menurut Wahyu, besaran honorer untuk Nayunda terbilang cukup fantastis yakni Rp4,3 juta per bulan atau sama dengan Rp51 juta per tahun, namun dengan rincian pekerjaan tidak jelas.

Baca juga:

baca juga

"Kalau honornya per bulan itu Rp4.300.000," ucap Wisnu. Parahnya lagi, Nayunda menurut Wisnu hanya masuk dua kali padahal ia mendapat gaji selama satu tahun.

"Pernah masuk, Pak. Pernah masuk. Dua kali kalau enggak salah. Pernah masuk dua kali," ujar Wisnu.

"Dua kali. Tugasnya apa itu sampai dikasih uang juga itu?" tanya jaksa.

"Sebetulnya kalau tugas-tugasnya ada di bagian umum dia, Pak. Di protokol juga, ya, protokoler juga, Pak," jelas Wisnu.

Sebelumnya, Nayunda juga mendapat transfer uang Rp30 juta dari Kementan sebagai biaya entertainment.

Pada pengadilan 29 April 2024, terungkap anggaran hiburan di Kementerian Pertanian (Kementan) kepada mantan Koordinator Subtansi Rumah Tangga (Rumga), Arief Sopian yang dihadirkan sebagai saksi.

"Termasuk yang, makanya ingin saya tanyakan, karena saksi menyebutnya beberapa kali ya, sekitar 50 sampai 100 juta sekali mentransfer untuk entertain. Ini maksudnya entertain kaya gimana?" tanya jaksa.

"Kalau khusus yang tadi ke Nayunda tadi. Kalau saya cek ini Nayunda ternyata Rising Star Idol. Itu berapa kali ke Nayunda?" tanya jaksa KPK.

"Satu kali," jawab Arief.

Apa yang diterima Nayunda sebagai pegawai honorer dengan hanya masuk dua kali berbanding terbalik dengan pekerjaan mati-matian yang dilakukan para petani.

Di Lebak Banten misalnya, para petani pada 2023 meraup keuntungan hanya Rp23 juta per hektare sekali musim panen. Pendapat kotor para petani di Lebak itu sekitar Rp33 juta namun dipotong biaya produksi Rp10 juta.

"Hasil panen awal Januari 2023 ditampung tengkulak harga gabah basah Rp5.500/kg," kata Ketua Kelompok Tani Sukabungah Desa Tambakbaya Kabupaten Lebak Ruhyana pada 8 Januari 2023 seperti dikutip dari Antara.

Menurutnya, dengan harga gabah basah ditampung oleh tengkulak dengan harga Rp5. 500/kg dan jika produksi rata-rata enam ton/hektare maka pendapatan petani Rp33 juta.

Dari pendapatan Rp33 juta itu dengan biaya produksi Rp10 juta, sehingga petani meraup keuntungan Rp23 juta/hektare.

"Saya kira keuntungan petani padi sawah selama tiga bulan Rp23 juta dipastikan kehidupan mereka semakin makmur," jelasnya.

Tentu bukan perkara mudah bagi petani bisa meraup keuntungan puluhan juta itu. Mereka harus menggarap tanah berhektar, tidak tinggal diam di rumah dan hanya turun ke sawah sebanyak dua kali saja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Koar-koar Nama SYL Dicatut buat 'Palak' Pejabat Kementan, Pengacara Curigai Orang Ini

Koar-koar Nama SYL Dicatut buat 'Palak' Pejabat Kementan, Pengacara Curigai Orang Ini

News | Senin, 20 Mei 2024 | 19:07 WIB

Terkuak di Sidang, Pejabat Kementan Gemar Kirim Durian 'Musang King' ke SYL: Harganya Bikin Geleng-geleng!

Terkuak di Sidang, Pejabat Kementan Gemar Kirim Durian 'Musang King' ke SYL: Harganya Bikin Geleng-geleng!

News | Senin, 20 Mei 2024 | 18:51 WIB

Penyanyi Dangdut Nayunda Nabila Sempat Direkrut Jadi Honorer Kementan, Tugasnya Jadi Asisten Anak SYL

Penyanyi Dangdut Nayunda Nabila Sempat Direkrut Jadi Honorer Kementan, Tugasnya Jadi Asisten Anak SYL

News | Senin, 20 Mei 2024 | 17:10 WIB

Kakak SYL 2 Tahun Jadi Tenaga Ahli Kementan Bergaji Rp 10 Juta/Bulan, Tapi Tak Pernah Muncul Di Kantor

Kakak SYL 2 Tahun Jadi Tenaga Ahli Kementan Bergaji Rp 10 Juta/Bulan, Tapi Tak Pernah Muncul Di Kantor

News | Senin, 20 Mei 2024 | 16:34 WIB

Terkuak Cerita SYL Ajak Anak Buah Makan Bareng di Sarinah, Begini Pesannya!

Terkuak Cerita SYL Ajak Anak Buah Makan Bareng di Sarinah, Begini Pesannya!

News | Senin, 20 Mei 2024 | 16:01 WIB

Terkini

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Kondisi Udara di Sumut Mengkhawatirkan karena Asap, Jarak Pandang Turun hingga 1 Km

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 14:13 WIB

Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern

Bedah Buku 'Sebilah Lidah': Ketika Puisi Menelanjangi Sisi Gelap Manusia Modern

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 14:04 WIB

Momen Presiden Prabowo Duduk Bareng Siswa saat Jajal LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai

Momen Presiden Prabowo Duduk Bareng Siswa saat Jajal LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:03 WIB

SEJARAH! WNI Jadi Pelanggar Buang Puntung Rokok Sembarangan Pertama yang Dipenjara di Malaysia

SEJARAH! WNI Jadi Pelanggar Buang Puntung Rokok Sembarangan Pertama yang Dipenjara di Malaysia

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:01 WIB

Batu Bara Masih Jadi Andalan, Transisi Energi Disiapkan Bertahap ke Gas dan Hidrogen

Batu Bara Masih Jadi Andalan, Transisi Energi Disiapkan Bertahap ke Gas dan Hidrogen

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:01 WIB

Linggis Ditangkap Terkait Bentrokan Berdarah Tewaskan 2 Orang di Batam

Linggis Ditangkap Terkait Bentrokan Berdarah Tewaskan 2 Orang di Batam

Batam | Rabu, 16 September 2026 | 14:00 WIB

Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar

Mengulas Memoar Educated: Ketika Pendidikan Menjadi Jalan Keluar

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 14:00 WIB

Tewaskan Junior di Mess Lanud Halim, 4 Anggota TNI AU Terancam Sanksi Pemecatan

Tewaskan Junior di Mess Lanud Halim, 4 Anggota TNI AU Terancam Sanksi Pemecatan

News | Rabu, 16 September 2026 | 13:59 WIB

El Nino Picu Krisis Listrik di Sulawesi, Kementerian ESDM Akan Panggil PLN

El Nino Picu Krisis Listrik di Sulawesi, Kementerian ESDM Akan Panggil PLN

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:57 WIB

Membongkar APBN Kredibel di Era Suahasil: Bukan Sekadar Defisit di Bawah 3%

Membongkar APBN Kredibel di Era Suahasil: Bukan Sekadar Defisit di Bawah 3%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 13:56 WIB

×