Kalah Gercep Usung Cagub jadi Dilematis, PDIP Bakal Pasrah Berkongsi dengan PKS Demi Kalahkan KIM di Pilkada Jakarta?

Agung Sandy Lesmana, Novian Ardiansyah

Rabu, 26 Juni 2024 | 15:23 WIB
Kalah Gercep Usung Cagub jadi Dilematis, PDIP Bakal Pasrah Berkongsi dengan PKS Demi Kalahkan KIM di Pilkada Jakarta?
Gubernur DKI Jakarta Periode 2017-2022, Anies Baswedan (tengah) memberikan sambutan saat berkunjung ke kantor DPW PKB Jakarta, Kamis (13/6/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Keputusan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menduetkan Anies Baswedan dan Sohibul Iman seolah menutup pintu bagi partai-partai lain untuk mengajukan pendamping Anies di Pilkada Jakarta 2024.

Partai-partai yang kadung mengajukan nama Anies masuk di daftar rekomendasi calon gubernur dibuat terkunci dengan langkah PKS. Mereka dipaksa mau tidak mau menerima Sohibul bila tetap berkeinginan membentuk koalisi mengusung Anies.

Semisal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai NasDem. Dua partai yang turut merekomendasikan Anies ini bisa jadi legawa dengan usulan PKS menjadikan Sohibul cawagub.

"Karena satu sisi PKB sudah pernah diterima PKS untuk mengusung Muhaimin sebagai cawapres di koalisi mereka, NasDem sendiri juga tidak miliki tokoh yang cukup kuat ditawarkan. Sehingga Anies bisa diterima baik PKB maupun Nasdem," kata Analis politik yang juga Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah dihubungi Suara.com, Rabu (26/6/2024).

Duet Anies-Sohibul Imam di Pilkada 2024, Publik: Jangan Pakai kata AMAN [x.com/PKSejahtera]
Anies-Sohibul Iman. [x.com/PKSejahtera]

Selain PKB dan NasDem, DPD PDIP Jakarta diketahui juga memasukan Anies Baswedan di daftar rekomendasi cagub Jakarta.

Menurut Dedi, bila memang PDIP bersikeras mengusung Anies, faktor Sohibul bisa menjadi penghambat. Tentu PDIP ingin kursi cawagub sebagai syarat berkoalisi mengusung Anies.

"Persoalannya memang PDIP, secara umum PDIP seharusnya layak mendapat posisi Cawagub, meskipun PKS jauh lebih layak karena dominator di Jakarta. Jadi memang dilematis," kata Dedi.

Menurut Dedi, ada kemungkinan PDIP yang mengantongi 15 kursi DPRD Jakarta membangun koalisi sendiri, seperti di Pilpres 2024. Tetapi mengingat mitra mereka di Pilpres, yakni PPP dan Perindo yang masing-masing mengantongi 1 kursi, tentu berat bila PDIP berupaya mengajukan cagub dan cawagub sendiri. Mengingat perlu 22 kursi untuk mengusung pasangan calon di Pilkada Jakarta.

"Sementara PDIP cenderung berupaya untuk kalahkan koalisi Gerindra. Situasinya bisa saja terbangun PDIP mengalah untuk bergabung dengan PKS, demi kalahkan KIM, jika koalisi hanya ada gerbong, besar kemungkinan kubu Anies menang di Jakarta," kata Dedi.

baca juga

Hambatan membangun koalisi sendiri dan keinginan menandingi dominasi Gerindra lewat Koalisi Indonesia Maju (KIM) tersebut yang membuat PDIP seolah tidak punya pilihan di Pilkada Jakarta. Demi mengakahkan KIM, PDIP diprediksi bakal mengusung Anies meski cawagub bukan dari pihak mereka.

Diketahui calon potensial sejauh ini yang berpeluang diusung oleh KIM ialah Ridwan Kamil (RK) yang notabane merupakan kader Partai Golkar. 

"Memang PDIP dalam kondisi sulit, tidak punya banyak pilihan, usulan paling baik bagi PDIP adalah menyokong Anies, agar mereka bisa kalahkan KIM," kata Dedi.

RK Pasti di Jakarta?

Kepastian KIM mengusung RK di Pilkada Jakarta masih belum mutlak. Mengingat Partai Golkar yang masih berkeinginan mengusung RK di Pilkada Jawa Barat. Keinginan Golkar tersebut didasarkan atas elektabilitas RK yang jauh lebih tinggi di Jawa Barat ketimbang Jakarta.

Ridwan Kamil (partaigolkar.com)
Ridwan Kamil (partaigolkar.com)

Menurut Dedi, potensi RK diusung di Jakarta masih bergantung terhadap ada tidaknya campur tangan Presiden Jokowi. 

"Bergantung keterlibatan Presiden Jokowi, jika kekuasaan ikut campur tentukan koalisi, maka Ridwan bisa saja terusung, tetapi jika hanya andalkan kontestasi murni, Golkar dipastikan sulit melepas Ridwan dari Jabar untuk ke Jakarta," kata Dedi.

Sementara itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, Bakir Ihsan menilai rival yang paling siap menandingi Anies di Pilkda Jakarta hanya seorang RK. Tetapi tentu maju tidaknya RK di Jakarta masih bergantung keputusan Partai Golkar.

"RK punya partai, yaitu Golkar. Kalau Golkar sepakat RK bertarung di Jakarta maka kompetisinya lebih head to head dan calon selainnya hanya 'penggembira', kata Ihsan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkuak! Pilih Opsi Duet Bareng Sohibul Iman di Pilkada Jakarta: Anies Tolak Masuk PKS

Terkuak! Pilih Opsi Duet Bareng Sohibul Iman di Pilkada Jakarta: Anies Tolak Masuk PKS

Kotak Suara | Rabu, 26 Juni 2024 | 15:11 WIB

Soal Bacagub Jakarta, PSI Ungkit Ucapan Kaesang: Tunggu Kejutannya di Agustus

Soal Bacagub Jakarta, PSI Ungkit Ucapan Kaesang: Tunggu Kejutannya di Agustus

Kotak Suara | Rabu, 26 Juni 2024 | 00:10 WIB

PDIP Sebut Pencalonan Cagub-Cawagub Jakarta Masih Dinamis, Anies Bisa Kena Prank PKS?

PDIP Sebut Pencalonan Cagub-Cawagub Jakarta Masih Dinamis, Anies Bisa Kena Prank PKS?

Kotak Suara | Selasa, 25 Juni 2024 | 21:10 WIB

Dukung Kaesang Maju Cawagub Jakarta, PSI Bantah Lobi NasDem usai Ngobrol 4 Mata: Gak Ada Tawar-Menawar!

Dukung Kaesang Maju Cawagub Jakarta, PSI Bantah Lobi NasDem usai Ngobrol 4 Mata: Gak Ada Tawar-Menawar!

Kotak Suara | Selasa, 25 Juni 2024 | 19:05 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×