MAKI Minta Kuota Perempuan untuk Kursi Pimpinan KPK Hingga 50 Persen

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Rabu, 17 Juli 2024 | 10:43 WIB
MAKI Minta Kuota Perempuan untuk Kursi Pimpinan KPK Hingga 50 Persen
Koordinator Masyarakat Antikorupsi Korupsi (MAKI) Boyamin Saiman ditemui wartawan di Kantor Dewas KPK, Jakarta, Rabu (6/9/2023). (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengusulkan harusnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki minimal kuota keterwakilan perempuan pada posisi pimpinan.

Aturan tersebut untuk mendorong agar selalu ada keterwakilan perempuan menjadi Pimpinan KPK.

"Menurut saya, bahkan 50 persen seharusnya. Artinya, dari 5 (jumlah Pimpinan KPK) itu 2 lah, bukan hanya 1 gitu, minimal begitu," kata Bonyamin kepada Suara.com, dihubungi Rabu (17/7/2024).

Menurut data, selama berdirinya KPK sejak 2003, hanya ada dua pimpinan perempuan, yakni, Basaria Pandjaitan dan Lili Pintauli.

Basaria Pandjaitan merupakan pimpinan KPK di masa Agus Rahardjo periode 2015-2019. Adapun Lili Pintauli yang dilantik pada 2019, namun mengundurkan diri pada 2022.

Namun, kiprah Lili Pitauli dikritik Bonyamin, lantaran dianggap tidak mampu menunjukan membawa nilai positif perempuan.

"Bu Lili malah menimbulkan masalah negatif karena dua kali pelanggaran kode etik dan sampai mundur. Itu yang agak menyusahkan."

"Jadi Bu Lili sebagai sosok perempuan tidak membawa nilai-nilai positif perempuan, malah nilai negatif yang dibawa. Itu akhirnya menjadi agak menyulitkan perempuan untuk periode berikutnya," tuturnya.

Walau demikian, Bonyamin menegaskan bahwa masih banyak tokoh perempuan yang punya integritas dan layak jadi pimpinan KPK.

Hanya saja, lantaran panitia seleksi (pansel) Pimpinan KPK di DPR belum mengumumkan daftar nama calon yang telah mendaftar, Bonyamin tidak bisa menafsirkan siapa saja sosok yang kemungkinan akan terpilih.

"Tapi saya yakin itu tidak menjadi halangan untuk perempuan berikutnya yang sepanjang itu punya kapasitas dan integritas, ya harusnya terpilih minimal 2 nantinya. Kita tunggulah, harusnya segera dirilis sehingga kita bisa menilai," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sindir Nurul Ghufron yang Daftar Capim KPK Lagi, MAKI: Tim Pansel Berpotensi Digugat ke PTUN

Sindir Nurul Ghufron yang Daftar Capim KPK Lagi, MAKI: Tim Pansel Berpotensi Digugat ke PTUN

News | Selasa, 16 Juli 2024 | 14:18 WIB

Capek Urusi KPK, Alexander Marwata Ogah Daftar Capim karena Gak Dapat Dukungan Presiden?

Capek Urusi KPK, Alexander Marwata Ogah Daftar Capim karena Gak Dapat Dukungan Presiden?

News | Senin, 15 Juli 2024 | 17:38 WIB

Alasan Johanis Tanak Susul Nurul Ghufron Ikut Daftar Capim KPK: Dorongan Rekan Pimpinan

Alasan Johanis Tanak Susul Nurul Ghufron Ikut Daftar Capim KPK: Dorongan Rekan Pimpinan

News | Senin, 15 Juli 2024 | 15:35 WIB

Terkini

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 23:00 WIB

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:23 WIB

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:22 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:21 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:56 WIB

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:54 WIB

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:36 WIB

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:25 WIB