Perang Yom Kippur: Sejarah, Penyebab dan Negara-negara yang Terlibat

M Nurhadi

Kamis, 18 Juli 2024 | 17:10 WIB
Perang Yom Kippur: Sejarah, Penyebab dan Negara-negara yang Terlibat
Perang Yom Kippur-Tentara Mesir menyebrangi Terusan Suez. [Military Battles on the Egyptian Front - Gammal Hammad]

Suara.com - Perang Yom Kippur Oktober 1973 menjadi catatan sejarah penting untuk membangun kekuatan militer Israel yang modern. Perang yang terjadi dalam 19 hari ini melibatkan tiga negara. Israel di satu pihak serta Mesir dan Suriah di pihak yang lain. Yom Kippur dalam bahasa Israel berarti Oktober.

Perang terjadi karena Mesir dan Suriah ingin merebut kembali Semenanjung Sinai dan Dataran Tinggi Golan, dua wilayah yang direbut Israel pada Perang Enam Hari 1967.

Melansir The Guardian, peristiwa berdarah selama 19 hari itu, dilakukan secara mendadak oleh pasukan Suriah di Dataran Tinggi Golan dan pasukan Mesir di Semenanjung Sinai. Perang ini mengubah peta geopolitik wilayah Timur Tengah, serta turut menjadi salah satu penyebab melonjaknya harga minyak global.

"Kami berjumlah 12 orang dan tiga tank, dan di lembah di bawahnya, ada tiga brigade Suriah, dengan 177 tank," kata salah seorang veteran Nir Atir yang saat itu masih berusia 20 tahun dan terlibat dalam perang.

"Dua hari berikutnya adalah neraka. Kami kehilangan banyak saudara, kami kehabisan amunisi. Pada satu titik musuh hanya berjarak 350 meter; Saya bisa melihat bagian putih mata mereka. Kami memutuskan kami lebih baik mati duduk di atas granat, membawa beberapa dari mereka, daripada menjadi tawanan perang. Kami tidak punya pilihan,” lanjut dia.

Mesir, di bawah rezim militer Anwar Sadat, dan Suriah, yang diperintah oleh Ba'ath Hafez al-Assad, memimpin koalisi negara-negara Arab dalam serangan untuk memulai Perang Yom Kippur. Perang ini adalah sebuah upaya untuk membatalkan kemenangan Israel dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Dalam serangan Israel enam tahun sebelumnya tersebut, negara Yahudi itu mengejutkan seluruh dunia dengan merebut Dataran Tinggi Golan yang sebelumnya merupakan wilayah Suriah, Semenanjung Sinai yang dikuasai Mesir dan Jalur Gaza, dan mengambil Yerusalem Timur Palestina dan Tepi Barat dari Yordania.

Setelah perang tersebut, Israel menjadi penguasa wilayah. Unggul di atas negara – negara Arab lainnya. Dalam konflik ini, bisa diasumsikan Israel adalah pemenang dari perang Yom Kippur.

"Setelah perang enam hari, Israel berada di atas angin. Hari itu adalah kemenangan yang luar biasa," kata Dudi Banith, seorang pasukan terjun payung yang telah menyelesaikan dinas militernya beberapa bulan sebelum perang pecah, dan kemudian dipanggil ke front Sinai.

baca juga

Perang tersebut membuat militer Israel memperkuat peralatan tempur sehingga dapat unggul dalam setiap pertempuran. Kemenangan Israel juga disokong oleh peran orang – orang Yahudi yang tersebar di seluruh dunia.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa 2 Pengurus MUI yang Dinonaktifkan karena Diduga Terlibat Organisasi Terafiliasi Israel?

Siapa 2 Pengurus MUI yang Dinonaktifkan karena Diduga Terlibat Organisasi Terafiliasi Israel?

News | Kamis, 18 Juli 2024 | 16:43 WIB

Khawatir Akan Terjadi Perang Dingin Lagi, Jerman Dorong Negara Besar Bikin Perundingan Tentang Pengendalian Senjata

Khawatir Akan Terjadi Perang Dingin Lagi, Jerman Dorong Negara Besar Bikin Perundingan Tentang Pengendalian Senjata

News | Kamis, 18 Juli 2024 | 16:33 WIB

Tak Cuma Manusia, Hewan-hewan di Gaza Juga Terkena Dampak Perang Hingga Alami Kelaparan dan Sakit

Tak Cuma Manusia, Hewan-hewan di Gaza Juga Terkena Dampak Perang Hingga Alami Kelaparan dan Sakit

News | Kamis, 18 Juli 2024 | 16:21 WIB

Buntut Bertemu Presiden Israel, Munawir Aziz Dinonaktifkan dari Stafsus Pj Bupati Kudus

Buntut Bertemu Presiden Israel, Munawir Aziz Dinonaktifkan dari Stafsus Pj Bupati Kudus

News | Kamis, 18 Juli 2024 | 14:55 WIB

Menhan Israel Desak Netanyahu Terima Usulan Mesir untuk Pertukaran Sandera dan Gencatan Senjata di Jalur Gaza

Menhan Israel Desak Netanyahu Terima Usulan Mesir untuk Pertukaran Sandera dan Gencatan Senjata di Jalur Gaza

News | Kamis, 18 Juli 2024 | 12:26 WIB

Opsi Tegas Sekjen PBNU untuk 5 Kader yang Bertemu Presiden Israel: Mundur atau Dimundurkan!

Opsi Tegas Sekjen PBNU untuk 5 Kader yang Bertemu Presiden Israel: Mundur atau Dimundurkan!

News | Kamis, 18 Juli 2024 | 12:15 WIB

Terkini

Siswa Thailand Bunuh Kakek Nenek di Rumah, Setelah Itu Bantai 7 Orang di Sekolahnya

Siswa Thailand Bunuh Kakek Nenek di Rumah, Setelah Itu Bantai 7 Orang di Sekolahnya

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:26 WIB

Kabar Norman Joesoef Masuk Kabinet, DPR Siap Kerja Sama dengan Wamenhan Pilihan Prabowo

Kabar Norman Joesoef Masuk Kabinet, DPR Siap Kerja Sama dengan Wamenhan Pilihan Prabowo

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:25 WIB

Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus

Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus

Sulsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:23 WIB

AIESEC in UI Hadirkan Global Village Summer 2026, Kenalkan Keberagaman dan Peduli Lingkungan

AIESEC in UI Hadirkan Global Village Summer 2026, Kenalkan Keberagaman dan Peduli Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:20 WIB

5 Rekomendasi Bedak untuk Wanita Usia 40 Tahun ke Atas yang Tidak Memperjelas Kerutan sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak untuk Wanita Usia 40 Tahun ke Atas yang Tidak Memperjelas Kerutan sesuai Review

Lifestyle | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Salah Alamat, Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Pindah Praperadilan ke PN Jakpus, Digelar 12 Agustus

Salah Alamat, Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Pindah Praperadilan ke PN Jakpus, Digelar 12 Agustus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:19 WIB

Apa Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Mengukur Tekanan Darah? Ini 3 Pilihan Mulai Rp2 Jutaan

Apa Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Mengukur Tekanan Darah? Ini 3 Pilihan Mulai Rp2 Jutaan

Tekno | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:18 WIB

45 Persen Konsumsi Nasional Dikuasai 20 Persen Orang Kaya, Sisanya Tetap Hidup Miskin

45 Persen Konsumsi Nasional Dikuasai 20 Persen Orang Kaya, Sisanya Tetap Hidup Miskin

Bisnis | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:16 WIB

Jangan Cuma Mengeluh, GSI Dorong Generasi Muda Jadi Solusi bagi Daerah

Jangan Cuma Mengeluh, GSI Dorong Generasi Muda Jadi Solusi bagi Daerah

Jawa Tengah | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya

Marc Marquez Waspadai Tantangan Besar di GP Inggris 2026, Ini Penyebabnya

Your Say | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 14:15 WIB

×