Jelang Tes Tertulis Capim dan Calon Dewas KPK, Eks Penyidik: Jangan Cari yang Hanya Sekadar Pintar

Chandra Iswinarno | Dea Hardiningsih Irianto | Suara.com

Selasa, 30 Juli 2024 | 10:55 WIB
Jelang Tes Tertulis Capim dan Calon Dewas KPK, Eks Penyidik: Jangan Cari yang Hanya Sekadar Pintar
Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. [ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat]

Suara.com - Mantan Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo Harahap mendesak tim panitia seleksi (pansel) tidak hanya mencari calon pimpinan (capim) dan dewan pengawas (dewas) yang pintar.

Pernyataan itu disampaikan Yudi jelang tahapan tes tertulis yang akan dijalani 236 capim KPK dan 146 calon anggota Dewas pada Rabu (31/7/2024) di Pusat Pengembangan Kompetensi ASN Kementerian Sekretariat Negara.

"Pimpinan KPK yang akan dicari bukan sekedar pintar tetapi orang yang benar," kata Yudi kepada wartawan, Selasa (30/7/2024).

Dia menjelaskan, pimpinan yang benar ialah yang memenuhi lima unsur yaitu integritas tinggi, rekam jejak yang baik tanpa cacat, ilmu yang mumpuni, kaya akan pengalam, dan berani melawan korupsi karena indepedensi yang dimiliki.

"Pintar saja tidak cukup dalam memberantas korupsi apalagi jika ternyata integritasnya bermasalah bahkan rekam jejaknya diragukan bisa memberantas korupsi secara independen," ujar Yudi.

Untuk itu, dia berharap capim KPK yang nanti akan mengerucut menjadi 10 orang dari hasil seleksi oleh Tim Pansel dan akan diajukan kepada DPR bukanlah calon-calon yang bermasalah.

"Pansel idealnya harus berani mencoret capim yang ditemukan bermasalah baik karena ada laporan masyarakat maupun informasi lainnya," ujar Yudi.

Hal yang sama juga dinilai perlu berlaku bagi calon anggota Dewas KPK. Sebab, Yudi menyebut anggota Dewas KPK nantinya mempunyai oeran penting untuk menjaga etika pimpinan dan pegawai KPK.

Sebelumnya, Pansel Capim dan Dewas KPK mengumumkan deretan nama yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dalam pengumuman yang disampaikan pansel, ada 236 nama capim dan 146 calon Dewas KPK yang dinyatakan lolos tahap seleksi administrasi.

Selanjutnya, para pendaftar seleksi Capim KPK yang sudah dinyatakan lolos tahap administrasi akan menjalani tes tertulis.

"Tes Tertulis dilaksanakan secara luring menggunakan aplikasi berbasis Web (Portal Asesmen Terpadu (POSTER)) Kemensetneg, dengan menggunakan laptop/komputer yang disediakan oleh Panitia," demikian dikutip dari pengumuman yang ditandatangani oleh Ketua Pansel Muhammad Yusuf Ateh, Rabu (24/7/2024).

Rencananya, pelaksanaan tes tertulis bagi Capim KPK yang sudah lolos tahap administrasi akan dilakukan pada Rabu (31/7/2024).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Capim KPK Johan Budi Punya Background Pernah di Parpol, Mampukah Independen?

Capim KPK Johan Budi Punya Background Pernah di Parpol, Mampukah Independen?

News | Senin, 29 Juli 2024 | 09:02 WIB

Wanti-wanti ICW Ke Pansel KPK: Objektif Pilih Kandidat Capim Dan Dewas

Wanti-wanti ICW Ke Pansel KPK: Objektif Pilih Kandidat Capim Dan Dewas

News | Sabtu, 27 Juli 2024 | 19:22 WIB

Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK, Johan Budi Disebut Sudah Ajukan Pengunduran Diri Ke PDIP

Lolos Seleksi Administrasi Capim KPK, Johan Budi Disebut Sudah Ajukan Pengunduran Diri Ke PDIP

News | Sabtu, 27 Juli 2024 | 19:18 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB