Gibran Uji Coba Makan Bergizi Pakai Susu, Ahli Nutrisi: Orang Indonesia Nggak Butuh Susu

Chandra Iswinarno, Lilis Varwati

Selasa, 30 Juli 2024 | 11:51 WIB
Gibran Uji Coba Makan Bergizi Pakai Susu, Ahli Nutrisi: Orang Indonesia Nggak Butuh Susu
Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka bersama Bupati Kendal Dico Ganinduto saat "blusukan" di sejumlah lokasi di Kota Semarang, Sabtu (20/7/2024). (ANTARA/HO-Dok Pribadi)

Suara.com - Wakil Presiden (Wapres) terpilih Gibran Rakabuming mulai uji coba program makan bergizi di sejumlah daerah dengan membagikan paket makan dan susu UHT. Namun, paket tersebut malah mendapat kritikan dari ahli nutrisi anak.

Ahli nutrisi dokter Tan Shot Yet menyampaikan bahwa susu tak perlu diberikan untuk anak-anak. Sebab, sebagai Bangsa Melayu, kebanyakan orang Indonesia sebenarnya memiliki intoleransi laktosa secara genetik.

Laktosa merupakan jenis gula yang ada dalam kandungan susu sapi. Salah satu efek samping yang dapat dialami intoleransi laktosa akibat konsumsi susu, yakni diare.

"Kalau diare pun bukannya nambah kerjaan? Intoleransi laktosa itu genetik dan alamiah," kata dokter Tan kepada Suara.com, dihubungi Selasa (30/7/2024).

Merujuk data Worldwide prevalence of lactose intolerance, dokter Tan mengungkap bahwa intoleransi laktosa di Indonesia angkanya mencapai 80-100 persen. Angka itu sama seperti di negara-negara area di Asia Tenggara.

Wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka menguji coba program makan siang bergizi gratis ke siswa SD di kawasan Bogor Jawa Barat. (Antara)
Wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka menguji coba program makan siang bergizi gratis ke siswa SD di kawasan Bogor Jawa Barat. (Antara)

Dokter Tan menegaskan bahwa Bangsa Melayu tidak bisa disamakan dengan kebiasaan warga Eropa yang memang minim kasus intoleransi laktosa, sehingga mereka terbiasa konsumsi susu sapi.

"Pemerintah yang baru mestinya belajar dari peraturan-peraturan yang sudah ada di pemerintahan sebelumnya."

"Peraturan dibuat kan ada sejarahnya, ada pertimbangannya. Hargai. Agar kita tidak mengulang kesalahan yang sama di masa lalu," tutur dokter Tan.

Dia juga menekankan, untuk pemberian makan bergizi seharusnya memanfaatkan sumber makanan lain yang juga mengandung protein hewani seperti susu.

baca juga

"Banyak studi membuktikan asupan protein hewani selain susu memberi dampak tumbuh kembang yang sama dengan konsumen susu," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gibran Beri Lampu Hijau, Projo Bakal Gelar Simulasi Makan Bergizi Gratis di Sejumlah Daerah

Gibran Beri Lampu Hijau, Projo Bakal Gelar Simulasi Makan Bergizi Gratis di Sejumlah Daerah

Video | Sabtu, 27 Juli 2024 | 21:23 WIB

Projo Bakal Gelar Simulasi Makan Bergizi Gratis di Sejumlah Wilayah, Salah Satunya Bareng Wali Kota dari PDIP

Projo Bakal Gelar Simulasi Makan Bergizi Gratis di Sejumlah Wilayah, Salah Satunya Bareng Wali Kota dari PDIP

News | Sabtu, 27 Juli 2024 | 16:37 WIB

Ada di 34 Provinsi, Gibran Center Ngarep Dilibatkan di Program Makan Bergizi Gratis

Ada di 34 Provinsi, Gibran Center Ngarep Dilibatkan di Program Makan Bergizi Gratis

News | Sabtu, 27 Juli 2024 | 16:21 WIB

Terkini

Prabowo Panggil COO Danantara dan Menteri KKP ke Istana, Ini yang Akan Dilaporkan

Prabowo Panggil COO Danantara dan Menteri KKP ke Istana, Ini yang Akan Dilaporkan

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:10 WIB

Pemain Keturunan Jember Ingatkan Taisei Marukawa Keputusan John Herdman Soal Pemain Timnas Indonesia

Pemain Keturunan Jember Ingatkan Taisei Marukawa Keputusan John Herdman Soal Pemain Timnas Indonesia

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 15:09 WIB

Geger Isu Sejumlah Jenderal Polisi Ditangkap Brimob, Diduga Terlibat Pengerahan Massa di Yogyakarta?

Geger Isu Sejumlah Jenderal Polisi Ditangkap Brimob, Diduga Terlibat Pengerahan Massa di Yogyakarta?

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:08 WIB

Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Aviwkila Diteror Komentar Jahat dan Dipaksa Hengkang dari Medsos

Kritik Pemerintah Lewat Lagu, Aviwkila Diteror Komentar Jahat dan Dipaksa Hengkang dari Medsos

Entertainment | Selasa, 03 November 2026 | 15:06 WIB

Dua Kali Mangkir, Nusron Wahid Segera Dipanggil KPK Kasus Suap HGB

Dua Kali Mangkir, Nusron Wahid Segera Dipanggil KPK Kasus Suap HGB

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:06 WIB

7 Perbedaan Walking Shoes VS Running Shoes, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Jauh?

7 Perbedaan Walking Shoes VS Running Shoes, Mana yang Lebih Nyaman untuk Jalan Jauh?

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 15:03 WIB

Akses Obat Makin Mudah, Kemenkes Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Melakukan Swamedikasi

Akses Obat Makin Mudah, Kemenkes Dorong Masyarakat Lebih Cerdas Melakukan Swamedikasi

News | Selasa, 03 November 2026 | 15:01 WIB

Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti: Menempatkan Kebahagiaan di Atas Ekspektasi Orang Lain

Hargai Diri Sendiri dan Berhentilah Tersakiti: Menempatkan Kebahagiaan di Atas Ekspektasi Orang Lain

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 15:00 WIB

Bagaimana Cara Membersihkan Buku Tanpa Merusaknya? Simak Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Membersihkan Buku Tanpa Merusaknya? Simak Langkah Mudahnya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:55 WIB

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

WNI Tentara Bayaran Rusia Dibayar Rp 50 Juta Per Bulan, Ada 58 Orang Terjebak di Perang Ukraina

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:53 WIB

×