Kisah Para Penjaga Surga Bawah Laut di Pulau Bunaken: Kerja Nyata UGM dan Inovasi Batok Kelapa

Galih Priatmojo, Hiskia Andika Weadcaksana

Minggu, 11 Agustus 2024 | 13:14 WIB
Kisah Para Penjaga Surga Bawah Laut di Pulau Bunaken: Kerja Nyata UGM dan Inovasi Batok Kelapa
Kegiatan mahasiswa KKN UGM melepasliarkan tukik di Pulau Bunaken. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

"Baru akan kami coba dua (buah) dan akan monitoring sebelum pergi. Misalnya dapat berkembang dan tidak rusak mungkin sebelum pergi kami akan membuat lagi dan dimasukkan lagi," imbuhnya.

Diakui Pundhi memang belum ada perbandingan tentang tingkat efektivitas bio reeftek yang dibuatnya dengan media kerangka laba-laba atau spider yang selama ini diterapkan. Namun setidaknya, metode ini dapat dijadikan sebagai alternatif pelestarian.

"Kalau dari jurnal yang kami literasi bersama itu belum ada perbandingannya. Jadi ini memang kami buat sebagai salah satunya sebagai perbandingan. Ya kelebihannya karena mudah dibuat dan dari bahan alami," tandasnya.

Kuliah Kerja Konservasi 

Direktur Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada, Rustamadji mengatakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode ini berfokus pada konservasi. Hal ini sebagai respons atas kondisi alam sekarang. 

Direktur Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada, Rustamadji. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]
Direktur Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat (DPKM) Universitas Gadjah Mada, Rustamadji. [Suarajogja.id/Hiskia Andika Weadcaksana]

"KKN fokus konservasi ini tema dasar dari UGM adalah untuk pelestarian lingkungan. Kita melihat bahwa perubahan iklim ini sangat luar biasa dan beberapa kondisi terutama pulau-pulau kecil. Termasuk Bunaken ini termasuk dalam bahaya karena abrasi sangat luar biasa, peninggian air laut juga," ungkapnya.

Universitas Gadjah Mada (UGM) menerjunkan sebanyak 7.162 mahasiswa untuk program Kuliah Kerja Nyata - Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Gadjah Mada (KKN PPM UGM). Ribuan mahasiswa itu dibagi dalam 261 unit yang tersebar pada 35 provinsi yang ada di Indonesia. 

"Untuk KKN kita akan berusaha di lokasi-lokasi yang mirip dengan ini di Batam, di sini (Bunaken), di Kupang, kita berusaha untuk menanam khususnya untuk menanam bakau, termasuk jenis-jenis bakau yang macam-macam," ujarnya.

Dari 35 provinsi yang diterjunkan tim KKN oleh UGM, setidaknya 30 persen di antaranya berfokus pada kelautan dan konservasi. Khusus untuk Bunaken, konservasi dilakukan melihat dari potensi wilayah itu sendiri.

baca juga

"Kita melihat wilayah Bunakn ini untuk menjadi eko wisata luar biasa. Tentu kita harus melestarikan lingkungan sebelum nanti menjadi lebih besar aspek ekonomi, ekologi wisatanya. Nah kita berusaha untuk konservasinya juga menjadi maju. Kebetulan ini di Taman Nasional juga," tuturnya.

"Transplantasi karang juga bagian dari itu. Bunaken ini keindahan ada di terumbu karang sebenarnya, kalau kita tidak pelihara nanti lama-lama habis juga," imbuhnya.

Jika dulu, KKN lebih berfokus para sektor pariwisata yang memang baru berkembang. Namun kali ini lebih kepada lingkungannya untuk konservasi.

KKN di Bunaken ini, kata Rustamadji tidak hanya akan dilakukan kali ini saja. Melainkan bertahap dengan durasi waktu minimal tiga tahun. Hal tersebut guna mendukung keterlanjutan pengerjaan program-program yang telah dilaksanakan sebelumnya. 

"Di Bunaken sekitar Manado adalah tiga tahun minimal untuk mengerjakan ini di bulan Juli-Agustus. Ada dua tahun lagi, kalau nanti diperlukan dan hasil evaluasi bagi nanti kita akan perpanjang bisa sampai lima tahun, tapi paling tidak kita fokus road map tiga tahun," tandasnya

Sementara itu, Sekretaris UGM Andi Sandi mengatakan UGM ingin melestarikan berbagai keanekaragaman yang ada di Indonesia. Termasuk laut dan seisinya sehingga dapat berlangsung lebih lama lagi. 

"Pertama kita tahu bahwa 80 persen Indonesia adalah lautan dan UGM sebagai salah satu bagian dari elemen bangsa ingin mempreserve (melesatarikan) itu serta menjaga keanekaragaman yang ada di laut," kata Andi Sandi.

Apalagi lautan masih menjadi sumber penghidupan bagi nelayan di daerah sekitar. Walaupun wisata menjadi daya topang utama namun konservasi tetap diperlukan untuk menjaga kelangsungan wilayah itu.

"Jadi UGM ingin kembali mempreserve hal-hal ini supaya keberlangsungan sumber daya yang ada di sini itu bisa dipertahankan dan meningkatkan kehidupan masyarakat," ucapnya.

"Apalagi kita lihat daerahnya cukup indah dan masih baik dibandingkan daerah-daerah wisata yang begitu banyak pengunjungnya tetapi alamnya tidak terjaga dengan baik," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kisah Para Penjaga Surga Bawah Laut di Pulau Bunaken: Konservasi dan Tantangan Eksploitasi

Kisah Para Penjaga Surga Bawah Laut di Pulau Bunaken: Konservasi dan Tantangan Eksploitasi

News | Minggu, 11 Agustus 2024 | 12:51 WIB

Terkini

Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Gali Belik di Dasar Sungai

Kemarau 3 Bulan, Warga Grobogan Gali Belik di Dasar Sungai

Foto | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:12 WIB

Beli Motor Listrik Makin Mudah, DP 0% Hingga Bunga Murah

Beli Motor Listrik Makin Mudah, DP 0% Hingga Bunga Murah

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Fantastis! Klub Arab Saudi Bidik Pemain Keturunan Indonesia, Siapkan Dana Rp1 Triliun

Fantastis! Klub Arab Saudi Bidik Pemain Keturunan Indonesia, Siapkan Dana Rp1 Triliun

Bola | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Mendag Budi Minta UMKM Tak Keras Kepala Jual Produk yang Tak Laku: Jangan Ngotot!

Mendag Budi Minta UMKM Tak Keras Kepala Jual Produk yang Tak Laku: Jangan Ngotot!

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:10 WIB

Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?

Self Reward sebagai Bentuk Perayaan atau Pemborosan?

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 19:00 WIB

Sambut Bulan Energy & Loss 2026, Kilang Plaju Perkuat Budaya Efisiensi Energi Berbasis Digital

Sambut Bulan Energy & Loss 2026, Kilang Plaju Perkuat Budaya Efisiensi Energi Berbasis Digital

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:52 WIB

Saham Prajogo Dilego Investor Asing Hari Ini, BBCA Paling Banyak Dibeli

Saham Prajogo Dilego Investor Asing Hari Ini, BBCA Paling Banyak Dibeli

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:49 WIB

Prabowo Dorong Warga Tinggalkan Motor Bensin, Siapkan Tukar Tambah hingga DP 0 Persen

Prabowo Dorong Warga Tinggalkan Motor Bensin, Siapkan Tukar Tambah hingga DP 0 Persen

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:46 WIB

DPR Kebanjiran Masukan dari Buruh, RUU Ketenagakerjaan Mulai Dikebut

DPR Kebanjiran Masukan dari Buruh, RUU Ketenagakerjaan Mulai Dikebut

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta

Fabio Calonego Ungkap Target Pribadi bersama Era Baru Persija Jakarta

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:45 WIB

×