- Bakom RI melaporkan pemulihan ekonomi dan layanan publik di Aceh, Sumatra Utara, serta Sumatra Barat telah menunjukkan hasil signifikan.
- Sebanyak 93,3 persen pasar rakyat kembali beroperasi dan transaksi e-commerce mencapai Rp13,2 triliun sepanjang Januari hingga April 2026.
- Pemerintah memberikan bantuan keuangan, melakukan restrukturisasi kredit UMKM, serta merehabilitasi rumah ibadah untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak.
Suara.com - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI melaporkan bahwa denyut ekonomi dan layanan publik di tiga provinsi Sumatra terdampak bencana, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, kini telah memasuki fase pemulihan yang signifikan.
Kembalinya operasional pasar rakyat dan tingginya transaksi digital menjadi indikator utama normalisasi wilayah tersebut.
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menyatakan bahwa seluruh upaya pemerintah mulai menunjukkan hasil yang nyata di tingkat akar rumput.
“Pemulihan ekonomi masyarakat terdampak menunjukkan tanda-tanda positif yang terukur,” ujar Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Data pemerintah menunjukkan sebanyak 196 dari total 210 pasar rakyat atau sekitar 93,3 persen di wilayah terdampak telah kembali beroperasi.
Sumatra Barat mencatat tingkat pemulihan pasar hingga 100 persen, disusul Sumatra Utara sebesar 98,2 persen, dan Aceh di angka 89 persen.
Saat ini, tercatat hanya tersisa 14 pasar di Aceh dan Sumatra Utara yang masih dalam tahap perbaikan untuk segera dibuka kembali.
Kebangkitan ekonomi juga terlihat dari aktivitas UMKM berbasis digital. Sepanjang periode 22 Januari hingga 23 April 2026, nilai transaksi e-commerce di tiga provinsi tersebut telah menyentuh angka Rp13,2 triliun.
Sebagai langkah pendukung, pemerintah telah mengidentifikasi 193.703 debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terdampak dengan nilai outstanding Rp11,22 triliun guna menyiapkan skema restrukturisasi kredit.

Di sektor sosial-keagamaan, sebanyak 1.558 dari 1.593 rumah ibadah atau 97,8 persen telah pulih dan dapat digunakan kembali.
Kementerian Agama juga telah menyalurkan bantuan dana rehabilitasi senilai Rp5 miliar yang menyasar 132 unit rumah ibadah di wilayah-wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Qodari merangkum proses penanganan pascabencana ini ke dalam empat capaian fundamental yang kini telah dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Secara keseluruhan, ada empat capaian mendasar yang sudah dirasakan masyarakat terdampak,” ungkapnya.
Keempat poin tersebut meliputi kepastian ekonomi keluarga melalui bantuan keuangan senilai Rp1,42 triliun, pulihnya layanan dasar (kesehatan, pendidikan, listrik, dan telekomunikasi), tersambungnya kembali konektivitas transportasi nasional, serta bergeraknya roda ekonomi masyarakat melalui pasar fisik dan transaksi digital UMKM.