Kontroversi Pemain Bola Voli Pantai Belanda di Olimpiade Paris yang Pernah Memperkosa Gadis 12 Tahun

Bella Suara.Com
Kamis, 15 Agustus 2024 | 05:00 WIB
Kontroversi Pemain Bola Voli Pantai Belanda di Olimpiade Paris yang Pernah Memperkosa Gadis 12 Tahun
Pemain bola voli pantai Belanda, Steven van de Velde. (Suara.com/ via Instagram.com/stevenvdveldefanpage)

Suara.com - Pemain bola voli pantai Belanda, Steven van de Velde, yang sebelumnya dihukum karena memperkosa seorang gadis Inggris berusia 12 tahun, baru-baru ini mengungkapkan pertimbangan untuk mundur dari Olimpiade Paris akibat kontroversi seputar partisipasinya.

Van de Velde menjalani hukuman penjara selama 13 bulan setelah vonis pemerkosaan pada tahun 2016 di Inggris. Dia mengakui bahwa kejahatan tersebut merupakan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

Meskipun kelompok pendukung korban dan perlindungan masyarakat menyerukan agar dia dilarang berpartisipasi, Komite Olimpiade Internasional (IOC) menegaskan pentingnya memberikan kesempatan untuk rehabilitasi.

Di Paris, Van de Velde bersama pasangan bermainnya, Matthew Immers, berhasil mencapai babak perempat final. Namun, selama empat pertandingan mereka, Van de Velde kerap mendapat sorakan dan bunyi peluit dari penonton.

Dalam wawancaradengan penyiar nasional Belanda, NOS, Van de Velde mengungkapkan bahwa dia sempat mempertimbangkan untuk mundur dari Olimpiade.

"Saya berpikir, 'Saya tidak mau itu. Saya tidak akan memberikan kekuatan kepada orang lain untuk mengusir saya atau menyingkirkan saya'," ujar Van de Velde.

Pria yang saat ini telah menikah dan memiliki seorang putra kecil itu mengakui bahwa reaksi penonton mungkin berdampak pada performanya.

"Ada kemungkinan besar itu mempengaruhi permainan kami," katanya.

"Jika saya memikirkan seberapa banyak saya fokus pada hal-hal sampingan, daripada taktik melawan lawan, maka bisa dibilang itu mempengaruhi, tetapi tidak ada gunanya saling menyalahkan," katanya.

Baca Juga: Bonus dari Pemerintah untuk Atlet Peraih Medali Olimpiade 2024, Capai Rp6 M

Van de Velde, yang mendapat dukungan dari penggemar Belanda, mengatakan bahwa dia memahami keributan yang terjadi.

"Apakah Anda ingin seseorang dengan masa lalu seperti itu? Bisakah dia berdiri di podium? Itu adalah pertanyaan yang sah untuk ditanyakan," tambahnya.

Dia menyadari bahwa tidak mungkin mengubah pandangan orang terhadapnya.

"Seseorang bisa menyalahkan saya selamanya untuk apa yang terjadi, dan itu tidak masalah, karena itu adalah hak mereka. Jadi, saya menerimanya," katanya.

Sebelum Olimpiade, Van de Velde menyatakan di situs web Federasi Voli Pantai Belanda bahwa masa lalunya adalah sesuatu yang tidak bisa dia balikkan, dan dia harus menanggung konsekuensinya.

"Ini adalah kesalahan terbesar dalam hidup saya," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI