Pastikan Ada Perundungan Dokter Aulia, Menkes Budi Serahkan Investigasi ke Polisi

Galih Priatmojo

Rabu, 28 Agustus 2024 | 14:55 WIB
Pastikan Ada Perundungan Dokter Aulia, Menkes Budi Serahkan Investigasi ke Polisi
Menkes RI, Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kasus dokter Aulia di Yogyakarta, Rabu (28/8/2024). [Kontributor/Putu Ayu Palupi]

Suara.com - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin menyatakan, kasus bunuh diri dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Universitas Diponegoro (Undip) ada unsur perundungan. Hal itu dipastikan berdasarkan hasil investigasi Kemenkes ke keluarga korban di Tegal.

"Saya telah melakukan investigasi langsung ke Tegal, bertemu dengan keluarga korban, dan memeriksa berbagai bukti termasuk diary dan percakapan korban," ujar Menkes. Apa yang terjadi sungguh memprihatinkan dan tidak bisa dibiarkan berlanjut [karena ada unsur perundungan]," papar Budi di Yogyakarta, Rabu (28/8/2024).

Menurut Budi, pihaknya fokus dalam dua hal dalam penanganan kasus bunuh diri tersebut. Pertama, upaya maksimal telah dilakukan untuk membantu keluarga korban, termasuk ayah dokter Aulia yang akhirnya meninggal dunia.

Selain itu tekad Kemenkes untuk menghapuskan praktik perundungan dalam pendidikan dokter spesialis di Indonesia. Sebab perundungan bukanlah metode untuk membangun ketahanan mental. 

"Profesi lain seperti TNI, Polri, dan pilot memiliki ketahanan mental tinggi tanpa praktik tidak manusiawi seperti [perundungan] ini," tandasnya.

Menkes menyebutkan, hasil investigasi yang dimilikinya diserahkan ke pihak kepolisian. Dengan demikian bisa  diproses secara hukum. 

"Yang terpenting sekarang adalah bagaimana kita bisa mencegah hal serupa terulang di masa depan," ungkapnya.

Menkes menambahkan, beberapa masalah sistemik dalam pendidikan kedokteran, termasuk praktik di rumah sakit pendidikan yang sebagian besar dijalankan oleh dokter PPDS harus serius ditangani. Untuk mengatasi masalah ini, Menkes mengusulkan beberapa langkah konkret seperti mendorong kasus dokter Aulia ke ranah hukum untuk memberikan efek jera.

Satgas anti-bullying di setiap kampus dan rumah sakit perlu digencarkan. Selain itu sanksi tegas, termasuk pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) bagi pelaku perundungan juga perlu dilakukan.

baca juga

"Saya mengajak seluruh fakultas kedokteran untuk menjadi pemimpin dalam perubahan ini. Ini bukan hanya masalah bullying, tapi juga menyangkut keselamatan pasien," imbuhnya.

Kontributor : Putu Ayu Palupi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dokter Kecantikan Ungkap Bau Badan Erina Gudono yang Sebenarnya: Menurut Saya Tidak...

Dokter Kecantikan Ungkap Bau Badan Erina Gudono yang Sebenarnya: Menurut Saya Tidak...

Lifestyle | Rabu, 28 Agustus 2024 | 14:47 WIB

Perjalanan Panjang Menjadi Seorang Dokter, Ini Tahapan Kuliah Kedokteran yang Harus Dilalui

Perjalanan Panjang Menjadi Seorang Dokter, Ini Tahapan Kuliah Kedokteran yang Harus Dilalui

Lifestyle | Rabu, 28 Agustus 2024 | 13:15 WIB

Putra Aktor Terkenal Spanyol Diadili Atas Pembunuhan dan Mutilasi Sadis di Thailand

Putra Aktor Terkenal Spanyol Diadili Atas Pembunuhan dan Mutilasi Sadis di Thailand

News | Selasa, 27 Agustus 2024 | 03:35 WIB

Bentuk Protes soal Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Dokter Magang di India: Harus Dihentikan!

Bentuk Protes soal Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Dokter Magang di India: Harus Dihentikan!

Video | Minggu, 25 Agustus 2024 | 06:10 WIB

Terkini

ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?

ISPU Palembang Belum Stabil, Kapan Anak TK-SMP Boleh Kembali ke Sekolah?

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:22 WIB

Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice

Pertama! Film Korea Possible Love Bawa Pulang Piala Silver Lion di Venice

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 18:20 WIB

Kemarau Panjang Bikin Warga Pondok Labu Kelimpungan Cari Air Bersih

Kemarau Panjang Bikin Warga Pondok Labu Kelimpungan Cari Air Bersih

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:18 WIB

Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander

Terkuak Skenario Berdarah Pembunuhan di Sekampung: Korban Ditikam 29 Kali Demi Menguasai Xpander

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 18:17 WIB

Tampang Fahd A Rafiq Resmi Pakai Rompi Oranye Usai Kena OTT KPK

Tampang Fahd A Rafiq Resmi Pakai Rompi Oranye Usai Kena OTT KPK

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:10 WIB

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Ingin Pensiun Nyaman? Siapkan Dana Sejak Dini lewat BRI DPLK di BRImo

Sumbar | Selasa, 15 September 2026 | 18:05 WIB

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI

Jawa Tengah | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

Patroli Titik Rawan Karhutla, Pesawat Khusus Disiagakan Amankan Habitat Gajah Sumatra di Jambi

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

Breakingnews! Arab Saudi Umumkan Waspada Serangan Udara ke Makkah dan Jeddah

News | Selasa, 15 September 2026 | 18:04 WIB

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

DBH Kurang Bayar Sumsel Hampir Rp1 Triliun, Fiskal Daerah Masih Tertekan

Sumsel | Selasa, 15 September 2026 | 18:00 WIB

×