Analis Politik: Mundurnya Kandidat Jelang Pendaftaran Pilkada 2024, Bukti Ketidaksolidan KIM Plus di Daerah

Galih Priatmojo, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 28 Agustus 2024 | 18:16 WIB
Analis Politik: Mundurnya Kandidat Jelang Pendaftaran Pilkada 2024, Bukti Ketidaksolidan KIM Plus di Daerah
Pasangan Pilwalkot Tangsel Ahmad Riza Patria-Marshel Widianto. [Suara.com/Aldie]

Suara.com - Dinamika politik saat pendaftaran pasangan calon untuk Pilkada 2024 mendatang semakin menarik. Terbaru ada Ahmad Riza Patria yang mundur dari pencalonan di Pilwalkot Tangerang Selatan (Tangsel).

Selain itu, ada pula beberapa kandidat lain dari Partai Gerindra yang turut mundur jelang pencalonan. Misalnya saja Dudung Sudiana di Pilkada Garut dan Rahmat Imanda di Pilkada Banyumas.

Selain itu ada pula manuver dari Partai Golkar yang memutuskan untuk mengusung Airin Rachmi Diany dalam Pilgub Banten. Apakah berbagai manuver ini pertanda dari kepecahan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus? 

Analis Politik dan Direktur Eksekutif Skala Data Indonesia, Arif Nurul Imam menilai berbagai dinamika saat pendaftaran kandidat di Pilkada itu tak lepas dari Putusan Mahkamah Konsitusi (MK) No. 60 dan 70 kemarin.

"Saya kira putusan MK kemarin sedikit banyak mengubah konstelasi dalam di berbagai pilkada. Termasuk kemudian mengubah kandidat yang diusung oleh partai politik, misalnya di Tangsel, Riza Patria akhirnya tidak jadi maju," kata Arif saat dihubungi SuaraJogja.id, Rabu (28/8/2024).

Arif tak menampik bahwa ada banyak faktor yang menyebabkan perubahan pilihan kandidat calon kepala daerah itu. Tidak terkecuali dinamika politik di internal KIM Plus. 

"Tentu ada banyak penyebab atau multifaktor kenapa beberapa bakal calon kepala daerah dari Partai Gerindra tidak jadi maju. Selain faktor kalkulasi politik probabilitas kemenangan juga kecil tetapi juga ada faktor dinamika politik di internal KIM Plus," ungkapnya.

"Golkar yang kemudian mengusung Airin di Pilkada Banten tentu ini salah satu faktor bisa dibaca juga ketidaksolidan KIM di Pilkada Banten," imbuhnya.

Namun, Arif menuturkan dinamika politik nasional memang tidak selalu paralel dengan dinamika politik di tingkat lokal atau daerah. Kondisi itu sudah berlangsung sejak lama dan bukan sesuatu yang mengejutkan.

baca juga

"Putusan MK kemarin jelas mengubah konstelasi karena kalau tidak ada perubahan dari putusan MK potensi Pilkada yang melawan kotak kosong atau melawan calon independen itu sangat besar itu, ratusan," tuturnya.

Terkait isu keretakan Jokowi dan Prabowo, kata Arif hal itu bukan variabel yang utama. Faktor yang utama tetap ada pada putusan MK.

"Terlepas itu (isu keretakan Jokowi dan Prabowo) ada keretakan atau tidak tapi putusan MK itu saya kira menjadi varibel paling fundamental kenapa konstelasi politik berubah. Kalau misalnya memang benar terjadi keretakan hubungan Jokowi dan Prabowo ini hanya sebagai penguat saja bukan faktor determinannya," tandasnya.

"Dengan putusan MK itu tersebut maka memunculkan partai untuk mengusung dengan syarat dukungan lebih rendah. Sehingga muncul di Jakarta misalnya PDIP mengusung Pramono Anung dan Rano Karno. Kalau mengacu peraturan lama tidak bisa itu," imbuhnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anies Gagal Maju Nyagub di Pilkada Jakarta, Pengamat Sebut Gegara Tengil dan Kepedean

Anies Gagal Maju Nyagub di Pilkada Jakarta, Pengamat Sebut Gegara Tengil dan Kepedean

Kotak Suara | Rabu, 28 Agustus 2024 | 18:07 WIB

Anies Gagal Jadi Cagub, Akankah Politik Identitas Terulang Lagi Di Pilkada Jakarta?

Anies Gagal Jadi Cagub, Akankah Politik Identitas Terulang Lagi Di Pilkada Jakarta?

Kotak Suara | Rabu, 28 Agustus 2024 | 18:01 WIB

Marshel Widianto Akhirnya Mundur dari Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan: Demi Kemajuan Tangsel!

Marshel Widianto Akhirnya Mundur dari Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan: Demi Kemajuan Tangsel!

Entertainment | Rabu, 28 Agustus 2024 | 17:42 WIB

Terkini

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

×