Masalah Sanitasi Jangan Dianggap Remeh, Begini Cara Pemprov DKI Mengatasinya

Fabiola Febrinastri, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 06 September 2024 | 18:01 WIB
Masalah Sanitasi Jangan Dianggap Remeh, Begini Cara Pemprov DKI Mengatasinya
Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mencoba sanitasi bersama warga. (Dok: Pemprov DKI)

Suara.com - Di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj.) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono,  Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menekankan pentingnya mengatasi persoalan di tengah masyarakat. Sebab, sanitasi yang tak terurus bisa mengundang berbagai masalah, khususnya bagi kesehatan warga.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menyatakan, sanitasi yang buruk bisa memicu banyak penyakit yang mudah menyerang tubuh. Apalagi, pada golongan menengah ke bawah yang tinggal di lingkungan padat penduduk.

"Banyak penyakit rentan terjadi di wilayah dengan sanitasi yang kurang baik seperti diare, kolera, infeksi pernafasan akut, demam tifoid dan berisiko menimbulkan kejadian stunting," ujar Ani kepada Suara.com, Senin (5/8/2024).

Ani menyatakan, saat ini kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih menjadi perhatian khusus. Berdasarkan data Dinkes DKI pada 2020, sebanyak 935.000 warga atau 187.000 kepala keluarga mengaku masih melakukan BABS yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Merujuk data Direktorat Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Laporan Tahunan 2022 Stop BABS di Indonesia, capaian persentase desa atau kelurahan deklarasi stop BABS (SBS) di DKI Jakarta kurang dari 20 persen. Sementara, capaian persentase rumah tangga yang BABS di jamban sendiri atau bersama di atas 80 persen.

"Menurut data tersebut, persentase desa atau kelurahan SBS di DKI Jakarta ada di urutan dua terbawah setelah Papua yang juga kurang dari 20 persen," tutur Ani.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, ada dua tantangan untuk menghadirkan sanitasi layak di Jakarta. Pertama, kepadatan Jakarta yang tinggi melebihi 10 juta jiwa per hektar, yang seharusnya menggunakan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T).

"Namun biaya investasi untuk pengembangan SPALD-T cukup tinggi, terlebih pengembangan di kota yang sudah terbangun, membutuhkan biaya lebih," jelas Ani.

Kemudian, ia juga mengakui, tingkat kesadaran masyarakat masih kurang. Akibatnya, partisipasi masyarakat dalam program pengelolaan dan pengembangan sistem air limbah yang dilakukan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta belum menyeluruh, meskipun biaya pembangunan ditanggung oleh pemerintah.

baca juga

Kemudian, Pemprov DKI Jakarta juga sudah memiliki program revitalisasi tangki septik, demi penyediaan sanitasi berkualitas. Sepanjang 2020-2022 telah dilaksanakan program Subsidi Revitalisasi Tangki Septik Rumah Tangga di 3.693 titik.

"Pada 2023 juga telah dilaksanakan program Rehabilitasi MCK (Mandi Cuci Kalus) dan/atau Tangki Septik Komunal di 55 titik," ungkap Ani.

Titik lokasi pelaksanaan program-program tersebut tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses sanitasi.

Revitalisasi tangki septik dilakukan dengan menyediakan sarana pengolahan air limbah domestik sistem setempat berupa tangki septik, sehingga mencemarkan lingkungan akibat air limbah domestik.

Berdasarkan data Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, jumlah rumah tangga atau KK yang masih melakukan praktik Buang Air Besar Sembarangan (BABS) pada 2023 sebanyak 5,47 persen Kepala Keluarga, dari seluruh KK di Provinsi DKI Jakarta yang didata.

"Hal ini dapat diartikan rumah tangga tersebut belum memilki prasarana dan sarana sanitasi yang layak, termasuk belum memiliki tangki septik," pungkas Ani.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Greta Thunberg Ditangkap Polisi saat Protes Perang Gaza di Kopenhagen

Greta Thunberg Ditangkap Polisi saat Protes Perang Gaza di Kopenhagen

News | Kamis, 05 September 2024 | 09:37 WIB

Jaga Inflasi Jakarta, Pj. Gubernur Heru Panen Apresiasi dan Pujian

Jaga Inflasi Jakarta, Pj. Gubernur Heru Panen Apresiasi dan Pujian

News | Rabu, 04 September 2024 | 17:55 WIB

Ada Kegiatan Paus Fransiskus 4-5 September, Kantor Di Sekitar Kawasan Ini Diminta WFH-kan Karyawan

Ada Kegiatan Paus Fransiskus 4-5 September, Kantor Di Sekitar Kawasan Ini Diminta WFH-kan Karyawan

News | Rabu, 04 September 2024 | 10:50 WIB

Tips Mahasiswa Baru Adaptasi dengan Kehidupan Kampus

Tips Mahasiswa Baru Adaptasi dengan Kehidupan Kampus

Lifestyle | Selasa, 03 September 2024 | 17:50 WIB

Inovatif & Ramah Lingkungan, Tas Karya Anak Bangsa Ini Dibuat dari Bahan Daur Ulang Nilon dan Botol Plastik

Inovatif & Ramah Lingkungan, Tas Karya Anak Bangsa Ini Dibuat dari Bahan Daur Ulang Nilon dan Botol Plastik

Lifestyle | Minggu, 01 September 2024 | 16:05 WIB

Strategi Bertahap untuk Mengurangi Konsumsi Gula pada Anak

Strategi Bertahap untuk Mengurangi Konsumsi Gula pada Anak

Lifestyle | Selasa, 03 September 2024 | 14:58 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×