Wejangan Rocky Gerung Usai Dimaki-maki Silfester Di Acara TV: Perdebatan Adalah Soal Menghunus Pikiran, Bukan Kepalan

Sabtu, 07 September 2024 | 14:46 WIB
Wejangan Rocky Gerung Usai Dimaki-maki Silfester Di Acara TV: Perdebatan Adalah Soal Menghunus Pikiran, Bukan Kepalan
Rocky Gerung dan Silfester Matutina terlibat debat panas. [YouTube/Inews]

Suara.com - Rocky Gerung menilai jika peristiwa debat panasnya dengan Silfester Matutina dalam sebuah acara di stasiun TV swasta harus dijadikan pelajaran. Bahwa perdebatan dalam ruang publik harus diisi oleh argumen bukan justru kekerasan.

Hal itu disampaikan Rocky dalam akun Youtubenya Rocky Gerung Official dilihat Suara.com, Sabtu (7/9/2024).

Awalnya ia menyampaikan, jika pihak yang sudah terlibat dalam perdebatan maka sudah tidak adalagi namanya ketidaksopanan. Namun, jika dalam debat itu ada sentuhan fisik, maka itu sudah masuk ranah kriminal.

"Kan ada semacam etika bahwa anda boleh caci maki suka-suka mu, anda boleh pakai apapun satir, argumen, kemampuan retorika kemampuan demagogibahkan. Tetapi saya selalu ingin tunjukan bahwa perdebatan itu adalah soal menghunus pikirian, bukan menghunus kepalan tinju. Jadi kelihatannya kita musti belajar," tutur Rocky.

Menurut dia, peristiwanya dengan Silfester dijadikannya pelajaran bahwa menahan emosi dan meruncingkan pikiran lebih penting ketimbang mengumbar amarah.

"Tapi peristiwa itu sudah berlangsung ada saling pemahaman bahwa ada di belakang layar mungkin ada yang belum beres. Tapi musti tahu kalau itu adalah ruang publik. Ruang publik hanya boleh di isi oleh argumen publik itu dasarnya, semarah marahnya tetap tidak boleh ada kekerasan itu sebetulnya tanda adanya peradaban," katanya.

Menurutnya, kalau debat diselesaikan dengan kekerasan justru akan membuat orang takut untuk naik panggung.

"'Oh takut gue' karena apa karena badannya lebih gede? bukan, karena otaknya lebih besar," ujarnya.

Untuk itu, ia mengatakan, publik harus belajar kalau kesepakatan dalam berdemokrasi adalah memakai argumen.

Baca Juga: Anggap Perlakuan Silfester Hal Biasa, Rocky Gerung: Debat Itu Argumen Masuk Akal yang Diterima

"Jadi saya ingin supaya publik juga belajar bahwa kesepakatan-kesepakatan kita di dalam demokrasi adalah pakai argumen force the better argument bukan force of the better peace tinju bukan itu yang kita maksud. Jadi apapun sepanas panasnya perdebatan itu hanya boleh pakai kalimat gaboleh pakai alat alat fisik," terang dia.

"Karena itu akan memancing juga potensi lingkungan akan jadi panas panasin itu sama seperti lingkungan saya 'kenapa ga digitu rok' bukan itu maksudnya. Tetap kita mendewasakan diri didalam kemampuan atau dengan kemampuan beragumentasi," sambungnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI