Banyak Artis Ikut Pilkada, Akademisi UI Kritik Parpol Hanya Incar Popularitas Demi Menang

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Senin, 09 September 2024 | 16:25 WIB
Banyak Artis Ikut Pilkada, Akademisi UI Kritik Parpol Hanya Incar Popularitas Demi Menang
Anggota Perludem Titi Anggraini ingatkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi soal penggunaan fasilitas negara saat ditemui di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2023). (Suara.com/Dea)

Suara.com - Partai politik dinilai makin sering mengeksploitasi artis untuk diikutsertakan dalam pencalonan kepala daerah maupun anggota legislatif.

Meski memang tak ada larangan bagi para publik figur untuk terjun ke politik, namun dikritisi oleh akademisi Universitas Indonesia Titi Anggraini. Terlebih kebanyakan artis-artis itu diberi dukungan partai hanya demi mengeruk suara masyarakat.

Titi menyebut, para artis cenderung dieksploitasi oleh partai politik untuk kepentingan elektoral semata.

"Siapapun mereka bisa masuk ke dunia politik, tapi mestinya tetap melalui kaderisasi dan rekrutmen politik yang demokratis. Ini yang kerap kali dan banyak disimpangi oleh para artis. Mereka secara tiba-tiba direkrut langsung, dinominasikan di Pilkada tanpa ada proses internalisasi nilai-nilai dan kaderisasi di dalam partai," tutur Titi, ditemui di Jakarta, Senin (9/9/2024).

Fenomena seperti itu menimbulkan terjadilah kondisi political shock dari para selebriti yang sebelumnya tidak terbiasa atau bahkan tidak pernah berurusan dengan birokrasi dan pemerintahan. Tidak adanya pengalaman politik praktis itu menimbulkan kegagapan politik.

"Bahkan ada beberapa yang kemudian menjadi tidak puas dengan jabatan yang mereka menangkan di pemilu atau pilkada. Contohnya Lucky Hakim yang tidak akur dengan Kepala daerahnya, bupatinya. Diky Chandra yang tidak akur dengan bupatinya. Itu salah satu ya, itu akibat dari adaptasi politik yang tidak matang," tuturnya.

Sikap gagapan politik akibat proses instan tersebut berdampak pula terhadap kinerja mereka yang menjadi tidak terlalu bisa berkontribusi dalam mencapai tujuan pemerintahan. Alhasil, menurut Titi, artis sebenarnya hanya dijadikan jalan pintas oleh para partai politik demi meraih kemenangan pemilu.

"Dengan memanfaatkan popularitas dan daya pengaruh artis di masyarakat. Saya belum punya data spesifik ya (jumlah parpol manfaatkan artis). Tapi kan kita bisa melihat dari pernyataan Ronald (Surapradja) yang tiba-tiba diminta untuk maju sebagai cawagup (Jawa Barat). Lalu juga Jeje Govinda di Bandung," ungkap anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) tersebut.

Titi menegaskan, partai politik harusnya memberikan proses kaderisasi yang matang kepada setiap artis yang akan mereka usung dalam pemilu.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sumber Kekayaan Rocky Gerung: Akademisi yang Dimaki-Maki Relawan Jokowi di Live TV

Sumber Kekayaan Rocky Gerung: Akademisi yang Dimaki-Maki Relawan Jokowi di Live TV

Lifestyle | Rabu, 04 September 2024 | 12:19 WIB

Apa Yang Terjadi Jika Calon Tunggal Kalah Lawan Kotak Kosong, Begini Menurut Ahli

Apa Yang Terjadi Jika Calon Tunggal Kalah Lawan Kotak Kosong, Begini Menurut Ahli

Kotak Suara | Senin, 02 September 2024 | 09:00 WIB

Ahli: Calon Tunggal di Pilkada Pascaputusan MK Menurun, Tetapi Belum Signifikan

Ahli: Calon Tunggal di Pilkada Pascaputusan MK Menurun, Tetapi Belum Signifikan

News | Minggu, 01 September 2024 | 17:59 WIB

Deretan Fakta Mentereng Keluarga Erina Gudono: Disindir OKB, padahal Isinya Akademisi

Deretan Fakta Mentereng Keluarga Erina Gudono: Disindir OKB, padahal Isinya Akademisi

Lifestyle | Senin, 26 Agustus 2024 | 18:09 WIB

Terkini

Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?

Indonesia Punya Potensi PLTS Besar, tapi Kenapa Baru Sedikit yang Terpakai?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:20 WIB

JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG

JC Ditolak Kejagung, Kubu Sony Sonjaya Tetap Ancam Bongkar 'Dosa' Pejabat di Kasus MBG

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:20 WIB

Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025

Militerisasi Masuk Sektor Agraria, Konflik Lahan Naik 300 Persen pada 2025

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

Bukan Atas Nama Cinta, MUI Tegaskan Penganiaya YTR di Bandung Tak Boleh Lolos dari Hukuman Berat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01 WIB

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

Waduk di Dunia Diam-Diam Kehilangan Kapasitas Air: Sedimentasi Jadi Ancaman yang Sering Terabaikan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:50 WIB

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

BEM UBK Ngaku Terima Uang, PSI Bela Gibran: Tak Mungkin Mas Wapres Main-main dengan Mahasiswa

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:38 WIB

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

Skandal Suap BEM UBK Usai Bertemu Gibran di Istana, Siapa Bermain?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:35 WIB

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

2 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas saat Latihan Militer, Ini Penyebabnya

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:33 WIB

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

Teriak 'Kaki Saya Patah' saat Jaga Demo di DPR, Ternyata Ini Diagnosis Medis AKBP Adri Desas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:32 WIB

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:04 WIB