Jaksa Antiterorisme Prancis Ungkap Kondisi 364 Anak yang Dipulangkan dari Wilayah ISIS di Suriah dan Irak

Bella | Suara.com

Rabu, 11 September 2024 | 19:31 WIB
Jaksa Antiterorisme Prancis Ungkap Kondisi 364 Anak yang Dipulangkan dari Wilayah ISIS di Suriah dan Irak
Ilustrasi ISIS. (Suara.com/Ema Rohimah)

Suara.com - Jaksa Antiterorisme Prancis, Olivier Christen, mengungkapkan bahwa sebanyak 364 anak yang dipulangkan ke Prancis setelah orang tua mereka bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak dalam satu dekade terakhir berada dalam kondisi yang baik. Anak-anak ini berada di bawah pengawasan ketat untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan dan dukungan yang optimal.

Christen, yang memimpin Kantor Kejaksaan Antiteror Nasional (PNAT), mengatakan kepada stasiun radio France Info bahwa anak-anak tersebut tersebar di 59 departemen atau wilayah di seluruh Prancis. Mereka diawasi oleh hakim anak-anak, dan pihak PNAT bekerja sama dengan berbagai otoritas untuk memastikan kebutuhan anak-anak ini terpenuhi.

"Ada 364 anak di 59 departemen, yang diawasi oleh hakim anak-anak dan yang mendapat manfaat dari koordinasi dari kantor saya untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang optimal," jelasnya.

Meskipun ada kekhawatiran di masa lalu bahwa anak-anak yang dipulangkan dari wilayah kekuasaan ISIS bisa menjadi ancaman bagi keamanan nasional, Christen membantah anggapan tersebut.

Pada tahun 2018, seorang jaksa antiteror lainnya menyebut bahwa anak-anak ini bisa menjadi "bom waktu" karena paparan mereka terhadap ideologi ekstremis saat bersama orang tua mereka di wilayah yang dikuasai ISIS.

Namun, Christen menegaskan bahwa kekhawatiran itu tidak berdasar.

"Ke-364 anak ini menurut saya sama sekali tidak sesuai dengan ungkapan itu," katanya.

"Mereka diawasi dengan ketat dan tidak menimbulkan kesulitan tertentu." lanjut Christen.

Christen juga menjelaskan bahwa kondisi anak-anak ini sangat beragam, di mana sebagian dari mereka masih berusia anak-anak, sementara yang lain telah beranjak remaja. Dalam setiap kasus, pihak berwenang telah menyesuaikan pendekatan pengawasan dan perawatan sesuai dengan kebutuhan individu mereka.

Perubahan Kebijakan Prancis dalam Pemulangan Warga

Sejak kekhalifahan ISIS runtuh pada tahun 2019, pemerintah Prancis telah memulangkan 170 wanita yang bergabung dengan kelompok tersebut di Irak dan Suriah, termasuk 57 orang yang dipulangkan dari kamp penahanan di timur laut Suriah. Sebagian besar anak-anak yang dipulangkan, yaitu 169 dari 364 anak, kembali ke Prancis dalam dua tahun terakhir.

Sebelumnya, Prancis hanya memulangkan anak-anak dari wilayah konflik secara kasus per kasus, terutama dengan memprioritaskan anak yatim piatu atau anak-anak yang ibunya setuju untuk melepaskan hak asuh mereka. Namun, kebijakan ini berubah dua tahun lalu ketika Paris mempercepat proses pemulangan, terutama setelah runtuhnya teritorial ISIS.

Kembalinya anak-anak dan wanita dari wilayah konflik di Suriah dan Irak menuntut adanya langkah-langkah yang hati-hati dari pemerintah Prancis. Selain pengawasan ketat, diperlukan dukungan psikologis, sosial, dan pendidikan untuk memastikan bahwa anak-anak ini dapat berintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat.

Prancis tetap waspada terhadap risiko keamanan, namun dengan pendekatan yang lebih berfokus pada rehabilitasi dan pemulihan, mereka berharap dapat mencegah potensi radikalisasi di masa depan.

Dengan langkah yang terus diawasi oleh berbagai pihak, pemerintah Prancis berharap dapat mengelola tantangan ini tanpa menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Israel di Suriah Tewaskan 14 Orang, Pusat Penelitian Ilmiah Jadi Sasaran

Serangan Israel di Suriah Tewaskan 14 Orang, Pusat Penelitian Ilmiah Jadi Sasaran

News | Senin, 09 September 2024 | 19:39 WIB

Resmi! Timnas Indonesia Masuk 10 Besar Asia, Jauh di Atas Irak hingga Malaysia

Resmi! Timnas Indonesia Masuk 10 Besar Asia, Jauh di Atas Irak hingga Malaysia

Bola | Senin, 09 September 2024 | 11:47 WIB

Pemain Irak Justru Ikut Bujuk Ole Romeny Perkuat Timnas Indonesia

Pemain Irak Justru Ikut Bujuk Ole Romeny Perkuat Timnas Indonesia

Bola | Sabtu, 07 September 2024 | 09:05 WIB

Jadi Buruan Internasional! Prancis Incar Nikolai Durov, Kakak Pendiri Telegram

Jadi Buruan Internasional! Prancis Incar Nikolai Durov, Kakak Pendiri Telegram

News | Selasa, 03 September 2024 | 16:01 WIB

Kenapa Antoine Griezmann Selalu Pakai Jersey Lengan Panjang? Ini Alasannya

Kenapa Antoine Griezmann Selalu Pakai Jersey Lengan Panjang? Ini Alasannya

Your Say | Senin, 02 September 2024 | 12:00 WIB

Gara-gara Tidak Mau dengarkan Suara Rakyat, Presiden Prancis Emmanuel Macron Hadapi Pemakzulan

Gara-gara Tidak Mau dengarkan Suara Rakyat, Presiden Prancis Emmanuel Macron Hadapi Pemakzulan

News | Minggu, 01 September 2024 | 20:09 WIB

FC Utrecht Lepas Ivar Jenner ke Timnas Indonesia, Netizen Irak Ikut Bakar Semangat

FC Utrecht Lepas Ivar Jenner ke Timnas Indonesia, Netizen Irak Ikut Bakar Semangat

Bola | Sabtu, 31 Agustus 2024 | 15:00 WIB

Profil Lengkap Maouri Simon, dari Karier, Keturunan hingga Klub yang Ditempatinya Sekarang

Profil Lengkap Maouri Simon, dari Karier, Keturunan hingga Klub yang Ditempatinya Sekarang

Bola | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 14:19 WIB

Pendiri Telegram Sempat Disandera Prancis, Kini Durov Bebas Bersyarat, Tapi Ada Jaminan Uang Puluhan Miliar

Pendiri Telegram Sempat Disandera Prancis, Kini Durov Bebas Bersyarat, Tapi Ada Jaminan Uang Puluhan Miliar

News | Kamis, 29 Agustus 2024 | 11:33 WIB

Siapa Maouri Simon? Calon Suksesor Thom Haye, Pemain Keturunan Prancis Cetak Sejarah Timnas Indonesia, Statistik Mantap!

Siapa Maouri Simon? Calon Suksesor Thom Haye, Pemain Keturunan Prancis Cetak Sejarah Timnas Indonesia, Statistik Mantap!

Bola | Kamis, 29 Agustus 2024 | 09:48 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB