Kemenkes Sebut Bullying Di Kalangan Mahasiswa Kedokteran Jadi Kebiasaan, Laporan Sampai 1.600 Kasus

Kamis, 12 September 2024 | 13:56 WIB
Kemenkes Sebut Bullying Di Kalangan Mahasiswa Kedokteran Jadi Kebiasaan, Laporan Sampai 1.600 Kasus
Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes) Kemenkes RI Azhar Jaya. (Suara.com/Lilis)

Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengakui aksi perundungan atau bullying di instansi kedokteran telah jadi kebiasaan. Sehingga, aksi bullying antar mahasiswa kedokteran bisa jadi tidak hanya terjadi di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

"Bukan berarti bullying hanya terjadi di Undip. Pada prinsipnya ini di dunia kedokteran, bullying ini kayaknya seperti sudah menjadi suatu kebiasaan," kata Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan (Dirjen Yankes) Kemenkes RI Azhar Jaya kepada wartawan, ditemui di Jakarta, Kamis (12/9/2024).

Pria yang akrab disapa Aco itu menekankan, Kementerian Kesehatan akan bekerja keras agar tradisi bullying tersebut tidak terus berlanjut. Kasus yang terjadi pada peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) anastesi mendiang Aulia Risma itu juga hanya salah satu perundungan yang terungkap ke publik.

"Sekali lagi, saya yakin kita bisa menciptakan dokter dengan baik tanpa ada bullying-bullying seperti itu," tegas Aco.

Sementara itu, data dugaan bullying pada pendidikan kedokteran yang diterima Kemenkes hingga Agustus 2024 lalu, Aco menyampaikan bahwa jumlahnya mencapai sekitar 1.600 kasus. Akan tetapi, Kemenkes menyeleksi dugaan kasus yang dilaporkan itu.

"Kita nggak semuanya laporan itu kita bilang bullying. Kita juga lihat, kita cek. Kita benar-benar cek. Kalau misalnya ada mahasiswa yang dimarahin, ternyata itu cuma dikatakan bodoh, itu sepertinya sih bukan bullying," kata Aco.

Menurut dia, suatu tindakan dapat disebut bullying bila pelaku lakukan kekerasan verbal dengan menggunakan bahasa kasar, mengandung sara, hingga menghina fisik maupun kekurangan seseorang.

"Itu baru kita katakan bullying. Atau dia pakai fisik, itu kita katakan bullying. Atau dia melakukan itu di depan pasien, kan menjatuhkan martabat seseorang, ya, itu masih bullying," katanya.

Baca Juga: Menkes Dipolisikan Buntut Kasus Bullying PPDS Undip, Dirjen Yankes: Biarin Aja, Ngapain Pusing-pusing

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI