Sejarah Blijvers dan Trekkers, Salah Satu Keturunannya Bela Timnas Indonesia

Baehaqi Almutoif | Suara.com

Sabtu, 14 September 2024 | 20:35 WIB
Sejarah Blijvers dan Trekkers, Salah Satu Keturunannya Bela Timnas Indonesia
Keluarga Eropa masa kolonial Hindia Belanda di Mojokerto [KITLV]

Suara.com - Kata blijvers banyak dibicarakan dalam beberapa bulan terakhir. Salah satu keturunan mereka menjadi bintang Timnas Indonesia.

Nenek kiper Timnas Indonesia Maarten Paes, merupakan seorang blijvrers. Istilah digunakan untuk orang Belanda yang tinggal atau menetap di Hindia Belanda atau Indonesia.

Perlu diketahui, nenek Maarten Paes merupakan orang Belanda yang lahir di Kediri, Jawa Timur. Karena itulah, kiper Dallas FC itu pun bisa membela Timnas Indonesia.

Selain blijvers, ada trekkers. Istilah ini juga dipakai untuk orang Belanda yang tinggal di Indonesia. Namun, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar.

Suara.com telah merangkum mengenai sejarah Blijvers dan Trekkers yang dirangkum dari sejumlah sumber.

Sejarah Blijvers dan Trekkers

Blijvers dan trekkers sebutan untuk orang Belanda atau Eropa yang tinggal di Hindia Belanda atau Indonesia dalam waktu lama.

Meski sekilas sama, namun istilah ini sebenarnya berbeda dalam beberapa prinsip dan orientasi.

Blijvers dalam Bahasa Belanda, blijvers memiliki makna “orang yang tinggal” atau “yang menetap”. Orang yang menyandang blijvers mempunyai hak-hak terkait kewarganegaraan.

Sedangkan trekkers merupakan orang Eropa atau Belanda yang tinggal di Indonesia, tetapi ingin segera pulang ke tempat asal setelah selesai menjalankan tugas. Orang dengan istilah ini masa kini disebut ekspatriat.

Ada beberapa prinsip orientasi yang membedaan antara blijvers dan trekkers, salah satunya soal pandangan dengan budaya lokal. Orang-orang blijvers melebur dengan dalam nilai-nilai dan budaya lokal. Bahkan, mereka juga menikahi orang setempat.

Trekkers cenderung mempertahankan nilai-nilai Eropa (barat) sehingga selalu eksklusif dan elitis.

Terlepas dari itu, kedua kelompok ini merupakan inti masyarakat kelas menengah berciri kosmopolitan pada massa Hindia Belanda.

Membentuk Organisasi dan Klub Bola

Orang-orang blijvers yang tinggal di Hindia Belanda kala itu mendirikan organsiasi, salah satunya Insulinde. Mengutip laman Kemdikbud, Insulinde didirikan di kota Bandung pada Oktober 1907.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Follower Instagram Maarten Paes Meroket, Segini Prediksi Penghasilannya

Follower Instagram Maarten Paes Meroket, Segini Prediksi Penghasilannya

Tekno | Sabtu, 14 September 2024 | 14:40 WIB

Apa Perbedaan Blijvrers dan Trekkers? Istilah yang Dikaitkan dengan Pemain Naturalisasi

Apa Perbedaan Blijvrers dan Trekkers? Istilah yang Dikaitkan dengan Pemain Naturalisasi

Bola | Sabtu, 14 September 2024 | 13:48 WIB

Mees Hilgers: Saya Bangga Bisa Bela Negara Hebat Ini

Mees Hilgers: Saya Bangga Bisa Bela Negara Hebat Ini

Bola | Sabtu, 14 September 2024 | 09:53 WIB

Terkini

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

Prabowo Murka! Bunga Pinjaman Orang Miskin 24 Persen, Pengusaha Besar Cuma 9 Persen

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:09 WIB

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

Geger! Bau Menyengat di Pinang Ranti Ternyata Jasad Lansia Sebatang Kara

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:07 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Korupsi Chromebook!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:04 WIB

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

Menhub Absen Karena Sakit, DPR Tunda Rapat Bahas Rentetan Kecelakaan Kereta Api Bekasi Timur

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:02 WIB

Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel

Kejagung Mulai Selidiki Dugaan Pengurusan Perkara yang Menyeret Aspidum Kejati Sumsel

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:58 WIB

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

Peringati Tragedi Mei 1998, Komnas Perempuan Ingatkan Sejarah Kelam Kekerasan Seksual Massal

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB

Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?

Pemilahan Sampah di Jakarta Dinilai Butuh Sistem Data yang Lebih Terbuka, Mengapa?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:52 WIB