Ketum PITA: Peran Kasetpres Heru Budi Dibutuhkan Demi Sukseskan Momen Sertijab Presiden

Fabiola Febrinastri

Minggu, 15 September 2024 | 19:45 WIB
Ketum PITA: Peran Kasetpres Heru Budi Dibutuhkan Demi Sukseskan Momen Sertijab Presiden
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi. (Dok: Pemprov Jakarta)

Suara.com - Ketum PITA: Peran Kasetpres Heru Budi Dibutuhkan Demi Sukseskan Momen Sertijab Presiden

Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air (PITA) Ervan Purwanto menilai, peralihan Jabatan Presiden RI dari Joko Widodo kepada Prabowo Subianto akan menjadi momentum penting dalam melanjutkan kepemimpinan bangsa Indonesia ke depan. Serah terima jabatan presiden pada 20 Oktober 2024 mendatang yang menjadi sejarah baru itu harus dipersiapkan secara matang dengan melibatkan figur-figur berpengalaman.

"Proses transisi Presiden adalah sejarah baru bangsa Indonesia yang harus dilaksanakan secara matang. Untuk momentum ini, peran Kepala Sekretariat Presiden cukup dibutuhkan. Maka tepat rasanya kalau Pak Heru Budi sekarang ini fokus pada tugasnya sebagai Kasetpres. Demi kepentingan bangsa yang lebih besar, Pak Heru harus mempersiapkan momen krusial itu," ujar Ervan dalam keterangannya, Minggu (15/9/2024).

Ervan menyampaikan, selama dua tahun memimpin Jakarta, Heru Budi berhasil melakukan sejumlah terobosan sebagaimana yang telah ditugaskan Presiden, diantaranya terkait dengan transportasi publik, penanganan stunting, penanganan banjir dan sebagainya. Menurutnya, dengan pengalaman birokrasi yang dimiliki, Heru juga sukses mengorkestrasi pemerintahan hingga meraih berbagai penghargaan pada beberapa sektor.

"Sebagai birokrat yang kaya dengan pengalaman di lingkup Jakarta, Pak Heru tentu hafal betul apa yang harus dikerjakan sebagai Pj Gubernur. Dan itu sudah dibuktikan dengan prestasi, penghargaan dan progres pembangunan kota. Kemampuan itu yang selayaknya kini beliau terapkan pada ruang yang lebih luas lagi," Sebutnya.

Lebih lanjut Ervan mengungkapkan, di masa kepemimpinan Pj Gubernur Heru, Jakarta berada pada fase transisi dari Ibu Kota Negara ke Daerah Khusus. Menurut Ervan, Heru sebagai figur yang memahami kultur Jakarta, telah menunjukkan kemampuannya dalam menjaga stabilitas kota di tengah keragaman budaya masyarakatnya. Untuk itu, kata Ervan, pihaknya mengapresiasi Heru atas kinerjanya selama dua tahun ini.

"Pak Heru pula yang ikut mengawal ketika peralihan status Jakarta dari Ibu Kota ke Daerah Khusus. Tidak bisa dipungkiri, Pak Heru punya andil besar menjaga stabilitas kota. Dan bahwa kemampuannya mengawal momentum transisi, itu sudah teruji," jelasnya.

Terkait kondusifitas, keamanan dan kenyamanan. Ervan menuturkan bahwa pada momen Pemilihan Presiden 2024 lalu, Heru Budi berhasil menghadirkan suasana yang kondusif dan aman bagi warganya. Meskipun atmosfir politik cukup panas, lanjut Ervan, kondisi Jakarta kala itu relatif tertib. "Tidak ada suasana yang membuat warga resah. Semua berjalan dengan baik untuk ukuran situasi Pollres," ungkapnya.

Ervan pun berharap, pemimpin Jakarta selanjutnya bisa melanjutkan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) sebagaimana telah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya. Ervan menganggap bahwa kepemimpinan yang baik adalah yang mampu bekerja secara profesional dan proporsional. Ervan juga yakin, kepiawaian Heru Budi dapat diterapkan di level nasional, di mulai dengan menyukseskan masa peralihan jabatan presiden.

baca juga

"Maka sekali lagi disampaikan bahwa peran Kasetpres yang dalam hal ini dijabat Pak Heru Budi, sangat diperlukan dalam menyukseskan masa peralihan jabatan presiden nanti. Adapun perihal masa jabatan Pj Gubernur Jakarta, kami melihat bahwa itu sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Jokowi, karena ketika periode Pj Gubernur habis di 17 Oktober 2024, presidennya masih Pak Jokowi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Harus Bergelar Sarjana? Kamala Harris Buka Peluang Permudah Syarat Kerja Jika Terpilih Presiden!

Tak Harus Bergelar Sarjana? Kamala Harris Buka Peluang Permudah Syarat Kerja Jika Terpilih Presiden!

News | Minggu, 15 September 2024 | 18:32 WIB

Venezuela Tangkap 6 Warga Asing yang Dituding Hendak Bunuh Presiden Maduro, Spanyol Dicurigai

Venezuela Tangkap 6 Warga Asing yang Dituding Hendak Bunuh Presiden Maduro, Spanyol Dicurigai

News | Minggu, 15 September 2024 | 17:14 WIB

Pandangan Donald Trump dan Kamala Harris Soal Aborsi, Perang Hingga Ekonomi

Pandangan Donald Trump dan Kamala Harris Soal Aborsi, Perang Hingga Ekonomi

News | Minggu, 15 September 2024 | 09:35 WIB

Warganet Ngeluh Punya Wakil Presiden "Kosong", Admin Gerindra: Sabar Buat 5 Tahun ke Depan

Warganet Ngeluh Punya Wakil Presiden "Kosong", Admin Gerindra: Sabar Buat 5 Tahun ke Depan

Tekno | Sabtu, 14 September 2024 | 09:54 WIB

Intip Momen Jokowi Pimpin Sidang Kabinet Terakhir di IKN

Intip Momen Jokowi Pimpin Sidang Kabinet Terakhir di IKN

Foto | Jum'at, 13 September 2024 | 19:43 WIB

Cuitan Jokowi Marahi Gibran dan Kaesang Viral Lagi, Diyakini Bukti Admin Chilli Pari Sebenarnya

Cuitan Jokowi Marahi Gibran dan Kaesang Viral Lagi, Diyakini Bukti Admin Chilli Pari Sebenarnya

Entertainment | Jum'at, 13 September 2024 | 18:15 WIB

Terkini

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Mengapa Kapal Selam Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung di Laut Menurut Hukum Archimedes?

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 09:43 WIB

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

OJK Hentikan 27 Gadai Ilegal hingga Agustus 2026

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:41 WIB

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Harga Bitcoin Cs Jatuh, Indeks CFX10 Ambruk 2,66%

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:38 WIB

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Gerebek Kamar Kos, Polisi Ciduk Dua Pemuda dan Belasan Butir Ekstasi di Bandar Lampung

Lampung | Rabu, 16 September 2026 | 09:35 WIB

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

Budi Karya Absen Sidang Banding DJKA karena Sakit, Sidang Tetap Jalan

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:33 WIB

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Gantikan Purbaya, Menkeu Suahasil Diingatkan Target Ekonomi 6% hingga Tekanan Harga Minyak

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:32 WIB

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

Hari ke-9 Cari 5 Jurnalis, Tim SAR Ubah Strategi Sisir 8 Sektor Selat Sunda hingga Dekat Pesisir

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:30 WIB

Masih Layak Dibeli, Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.593.000/Gram

Masih Layak Dibeli, Harga Emas Antam Naik Tipis Jadi Rp2.593.000/Gram

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 09:29 WIB

Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama

Firasat Aneh Kakak-Adik Korban Kapal Virgo: Minta Pakaian Dicuci Ibu hingga Ingin Tidur Bersama

Surakarta | Rabu, 16 September 2026 | 09:29 WIB

Dugaan Keracunan 128 Siswa, SPPG di Pariaman Ditutup Sementara hingga Hasil Uji BPOM Keluar

Dugaan Keracunan 128 Siswa, SPPG di Pariaman Ditutup Sementara hingga Hasil Uji BPOM Keluar

News | Rabu, 16 September 2026 | 09:29 WIB

×