Rapat Bersama Suku Mee dan Kamoro untuk Jaga Tapal Batas Tanah di Kapiraya, Ini Hasilnya

Chandra Iswinarno Suara.Com
Kamis, 19 September 2024 | 22:18 WIB
Rapat Bersama Suku Mee dan Kamoro untuk Jaga Tapal Batas Tanah di Kapiraya, Ini Hasilnya
Rapat bersama menjaga tapal batas tanah Suku Mee dan Kamoro di Mogodagi, Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, Kamis (19/9/2024). [Suara.com/Elias]

Suara.com - Tim Peduli Alam dan Manusia bersama lima kepala desa dari Timika Barat serta kepala desa dari wilayah Mapiah, Kabupaten Dogiyai, mengadakan rapat untuk menjaga tapal batas tanah antara suku Mee dan suku Kamoro di Mogodagi, Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, pada Kamis, 19 September 2024.

Dalam rapat tersebut, Ketua Tim Peduli Alam dan Manusia Kapiraya dari wilayah Mapiah, Musa Boma, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan beberapa kepala desa, yakni Kepala Desa Akar Petrus Werke, Kepala Desa Mapar Meli Takato, dan Kepala Desa Mumuka Kostan Koari, untuk mengambil keputusan terkait tapal batas tanah adat antara suku Mee dan suku Kamoro.

“Kami, lima kepala desa bersama Tim Peduli Alam dan Manusia Mapiah, sepakat untuk menjaga wilayah masing-masing,” kata Musa Boma dalam pernyataan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (19/9/2024).

Boma menegaskan bahwa wilayah tapal batas yang dijaga meliputi area dari Kali Wakia hingga Kali Era.

"Siapapun tidak boleh merampas wilayah ini. Sepanjang pesisir akan dijaga oleh saudara-saudara Kamoro, sementara daratan di atasnya akan dijaga oleh orang Mee. Hasil dari wilayah ini akan kita nikmati dan jaga bersama," tegasnya.

Sebagai ketua Tim Peduli Alam dan Manusia, Boma menekankan bahwa tidak ada pihak luar yang diperbolehkan mengambil alih batas tanah dari Kali Wakia hingga Kali Era tanpa izin kedua suku.

Dalam rapat tersebut, Boma mengungkapkan bahwa telah diambil keputusan bersama terkait perusahaan-perusahaan yang mungkin masuk ke wilayah tersebut. Baik perusahaan kayu maupun tambang emas, jika melalui pesisir pantai, harus mendapatkan persetujuan dari kedua suku.

"Jika ada perusahaan yang ingin masuk, teman-teman Kamoro akan segera memanggil orang Mee untuk duduk bersama dan memutuskan apakah perusahaan tersebut boleh masuk atau tidak. Jika tidak, maka kami tidak akan memberikan izin," jelas Boma.

Boma juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara suku Mee dan Kamoro, yang telah terjalin sejak lama.

Baca Juga: Dukungan untuk Meki Nawipa-Deinas Geley Bertambah, Kali Ini Datang dari Masyarakat Timika

"Dulu, ketika Agama Katolik masuk melalui Kali Poronggo, pendidikan juga diajarkan oleh orang Kamoro. Mereka memberikan banyak jasa dalam agama, kesehatan, politik, dan lainnya. Kami menghargai jasa baik mereka hingga hari ini," ujarnya.

Boma menambahkan, hubungan antara kedua suku tetap harmonis sejak dahulu, dan hal ini harus terus dijaga hingga generasi mendatang.

"Kami tidak pernah membuat masalah dengan mereka. Oleh karena itu, kami akan terus menjaga persatuan kita hingga generasi berikutnya," tambahnya.

Musa Boma juga menyampaikan pentingnya menjaga tanah dan manusia di wilayah Mapiah, seiring dengan ambisi politik untuk meraih posisi bupati dan wakil bupati.

"Merebut kursi Bupati dan Wakil Bupati penting, tetapi menyelamatkan tanah dan manusia asal wilayah Mapiah juga sama pentingnya. Kami harus tetap konsisten dalam perjuangan ini, agar di masa depan hal ini menjadi warisan yang dikenal oleh generasi milenial Mapiah," katanya.

Kontributor : Elias Douw

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI