Belajar dari Kasus Lolly-Nikita Mirzani, Akibat Kurang Kasih Sayang Orangtua?

Jum'at, 20 September 2024 | 20:37 WIB
Belajar dari Kasus Lolly-Nikita Mirzani, Akibat Kurang Kasih Sayang Orangtua?
Kolase Lolly dan Nikita Mirzani (Instagram)

Suara.com - Sikap anak Nikita Mirzani, Laura Meizani alias Lolly, kepada sang kekasih Vadel Badjideh dinilai publik berlebihan dan terlalu bucin. Lekatnya hubungannya Lolly dan Vadel dinilai tak bisa dilepaskan dari renggangnya komunikasi antara Lolly dan Nikita Mirzani sendiri.

Ibu dan anak itu diketahui telah berseteru sejak lama. Bahkan pada Maret 2024 lalu, Nikita Mirzani blak-blakan mengaku telah menghapus nama Lolly dati daftar Kartu Keluarga juga hak waris.

Psikolog anak dan keluarga Mira Amir menduga kalau remaja 17 tahun itu bisa jadi alami kurang kasih sayang. Kondisi seperti itu bisa membuat seseorang mencari sumber kasing sayang lain, salah satunya dari pacar.

"Kebutuhan afeksinya kan tetap ada ya, saya nggak langsung direct ke pacar, tapi anak ini, ketika dia tidak terpenuhi kebutuhannya pastinya akan mencari sumber yang bisa menutup kekurangan tersebut," kata Mira kepada Suara.com, dihubungi Jumat (20/9/2024).

Saat anak merasa bisa mendapatkan hubungan kasih sayang timbal balik di luar orangtuanya, hal tersebut juga menjadi bagian dari mekanisme pertahanan dirinya dari dalam.

Mira menegaskan bahwa bukti kasih sayang orangtua tak cukup hanya dengan selalu memberikan harta, melainkan juga perhatian dan kehadiran perannya secara nyata.

"Kebutuhan anak kan nggak hanya (materil) itu gitu ya kan, kalau kita lihat hierarki kebutuhannya sandang, pangan, papan itu kan yang semuanya didapat melalui uang ataupun materi itu kan yang paling dasar ya. Naik ke atas kan nanti ada butuh pengakuan, butuh juga self esteemnya," jelasnya.

Alih-alih dapat kasih sayang, Mira menduga kalau Lolly telah alami trauma. Puncak trauma tersebut bisa jadi dirasakannya ketika Nikita Mirzani menyatakan Lolly bukan anaknya lagi. Sebab, ucapan tersebut membuat Lolly menjadi kehilangan identitasnya.

"Pengalaman di dalam saya berhadapan dengan klien, seorang anak bisa tersentak ataupun terhenyak bahwa dia dikatakan 'gue bukan emak lo lagi, lo bukan anak gue lagi', itu fatal, itu sangat memukul eksistensinya si anak," kata Mira.

Baca Juga: Beda Pekerjaan Orang Tua Lolly vs Vadel Badjideh: Sama-sama Mentereng

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI