Kasus Bocah Tewas Dilakban, Psikolog Ungkap Motif Penculik Sadis Aqila Pilih Bunuh Anak-anak Ketimbang Lunasi Utang

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Selasa, 24 September 2024 | 09:55 WIB
Kasus Bocah Tewas Dilakban, Psikolog Ungkap Motif Penculik Sadis Aqila Pilih Bunuh Anak-anak Ketimbang Lunasi Utang
Polisi ungkap peran kelima pelaku pemnunuhan Aqila, bocah 5 tahun yang ditemukan tewas di Pantai Cihara, Lebak, Banten, [Yandi Sofyan/Suara.com].

Suara.com - Otak di balik aksi pembunuhan sadis kepada bocah perempuan bernama Aqilatunnisa Prisca Herlan (5) yang ditemukan dengan wajah dibebat lakban ternyata karena sakit hati kepada orang tua korban. Dua tersangka Saenah dan Rahmi kesal utangnya kerap ditagih oleh ibu korban.

Terkait alasan sakit hati karena ditagih utang yang menjadi motif di balik penculik sadis kepada Aqila turut ditanggapi oleh Psikolog forensik Meity Arianty. Menurutnya, perilaku nekat dari seseorang tidak mungkin serta merta terjadi begitu saja.

Tindakan itu dikatakan sebagai respons pertahanan diri. Namun juga ada aspek-aspek yang ikut terlibat, seperti pengalaman mengenai utang piutang.

"Misalnya individu tersebut melihat di berita televisi bahwa orang yang berutang lebih keras dan marah kepada penagih utang dan itu membuat dia jadi terbebas dari utang, karena penagih akhirnya malah berkonflik dan tidak suka dimarahi. Informasi ini tersimpan dalam memori dan dijadikan sebuah pertahanan diri ketika dirinya terancam ditagih utang," jelas Ameity kepada Suara.com saat dihubungi pada Senin (23/9/2024). 

Menurutnya, bisa jadi ada alasan spesifik pelaku justru menyasar anak-anak daripada orang tuanya yang berhubungan langsung mengenai utang. 

"Karena ia tau bahwa anak ini tidak akan mampu melawan dirinya yang lebih tua, fisiknya tidak cukup kuat untuk melawan dan mudah untuk dikendalikan," ungkap Meity. 

Utang yang berkaitan dengan kebutuhan, biasanya akan membuat seseorang berpikir untuk menghalalkan segala cara. Meski pihak yang berutang terkesan lebih 'galak', sebenarnya masih ada perasaan takut dalam dirinya ketika ditagih untuk membayar. 

Kondisi tersebut, lanjut Meity, dapat meningkatkan hormon adrenalin dan kortisol dari pihak berutang saat perasaan takut. Serta diiringi dengan gejala fisik seperti dada terasa sesak, nafas pendek atau hingga mengeluarkan keringat. Namun, kondisi tersebut bukan tidak bisa dihindari agar mencegah diri lakukan hal-hal negatif.

"Berteriak, melakukan kegiatan fisik merupakan hal yang bisa dilakukan untuk meredakan hormon adrenalin dan kortisol tersebut. Adanya unsur agresi mengindikasikan lemahnya kontrol diri, meningkatnya hormon adrenalin maupun kortisol menekan diri seseorang untuk segera melampiaskannya," tutur Meity.

baca juga

Kasus penculikan sadis ini terungkap setelah polisi menyelidiki penemuan jenazah Aqila dalam kondisi wajah terlilit lakban di tepi Pantai Cihara Lebak, Kamis (19/9/2024) lalu.

Sebelum ditemukan tewas di Pantai Cihara Lebak, bocah Aqil sempat dikabarkan hilang sejak Selasa (17/9/2024) siang.

Tangkap 5 Tersangka

Kelima tersangka yang ditangkap terdiri dari tiga wanita dan dua pria. Mereka adalah Emi Binti Edi, Saenah alias Mamah Fadli, Rahmi alias Bunda Fadil, Ujang Hildan dan Yayan Herianto alias Iyeng.

Penangkapan terhadap lima tersangka pada Sabtu (21/9/2024) lalu dilakukan di tempat berbeda, yakni dua orang tersangka ditangkap di wilayah Cilegon, sementara tiga lainnya ditangkap di Pandeglang.

Keluarga Diteror Sebelum Aqila Dibunuh Penculik

Hanifah, salah satu tetangga korban menceritakan ibunda korban yang berprofesi sebagai pemberi kredit barang sempat menerima teror lewat aplikasi WhatApps. Peristiwa teror itu terjadi sebelum Aqila diculik hingga ditemukan tewas secara tragis.

"Mama Aqila sering utangin barang, istilahnya kredit barang. Yang kirim pesan ancaman itu diduga sakit hati," paparnya.

Ancaman dan teror yang diterima korban pun sempat dilaporkan keluarga korban kepada polisi. Namun, meski sudah menyampaikan sejumlah bukti belum ada tanggapan dari pihak kepolisian.

"Masalah ancaman sudah lapor ke polisi, cuma enggak ada tanggapan, sampai korban hilang," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pengakuan Perempuan Pembunuh Bocah Di Banten, Polisi Sampai Geram: Gimana Kalau Anakmu Yang Begitu?

Pengakuan Perempuan Pembunuh Bocah Di Banten, Polisi Sampai Geram: Gimana Kalau Anakmu Yang Begitu?

News | Senin, 23 September 2024 | 13:40 WIB

Fakta Baru Kasus Bocah Aqila yang Tewas Dilakban, Pembunuhnya Ngutang dan Masih Teman Ortu Korban

Fakta Baru Kasus Bocah Aqila yang Tewas Dilakban, Pembunuhnya Ngutang dan Masih Teman Ortu Korban

News | Senin, 23 September 2024 | 10:43 WIB

Viral Pengakuan Wanita Penculik yang Lakban Wajah Aqila: Ungkap soal Utang hingga Dijanjikan Uang Rp50 Juta

Viral Pengakuan Wanita Penculik yang Lakban Wajah Aqila: Ungkap soal Utang hingga Dijanjikan Uang Rp50 Juta

News | Minggu, 22 September 2024 | 16:59 WIB

Lakban Muka Korban hingga Niat Mau Dibakar, Polisi Ngamuk ke Wanita Pembunuh Aqila: Setan Kamu, Gak Punya Hati!

Lakban Muka Korban hingga Niat Mau Dibakar, Polisi Ngamuk ke Wanita Pembunuh Aqila: Setan Kamu, Gak Punya Hati!

News | Minggu, 22 September 2024 | 16:13 WIB

Terkini

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Bhimasena Run for Whale Shark 2026: Saat Langkah Kaki Membawa Pesan untuk Laut

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:54 WIB

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Flash Sale BRImo: Beli Pulsa Cukup Bayar Pakai Uang Koin Rp1

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 16:48 WIB

Naik LRT Bareng Pramono, Prabowo Beri Instruksi Mendadak soal Penghijauan Jakarta

Naik LRT Bareng Pramono, Prabowo Beri Instruksi Mendadak soal Penghijauan Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:45 WIB

Promo BRI x RiaMiranda, Beri Gift Spesial untuk 250 Pembeli Pertama

Promo BRI x RiaMiranda, Beri Gift Spesial untuk 250 Pembeli Pertama

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 16:44 WIB

Kasus Suap HGB Mencuat, Nusron Wahid Lagi-lagi Absen Rapat di DPR

Kasus Suap HGB Mencuat, Nusron Wahid Lagi-lagi Absen Rapat di DPR

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:41 WIB

Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya

Pikirannya Nggak Bisa Diam? Kenali 4 Jenis Overthinking dan Cara Mengatasinya

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 16:33 WIB

Pramono Rayu Prabowo, Danantara Diminta Bantu Ekspansi LRT ke JIS dan Halim

Pramono Rayu Prabowo, Danantara Diminta Bantu Ekspansi LRT ke JIS dan Halim

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:31 WIB

TradingPRO Merayakan Pencapaian 10 Tahun dengan Total Hadiah $10.000

TradingPRO Merayakan Pencapaian 10 Tahun dengan Total Hadiah $10.000

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 16:28 WIB

Prabowo Bagi-bagi Kaus dari Sunroof Mobil, Warga Manggarai Histeris Rebutan

Prabowo Bagi-bagi Kaus dari Sunroof Mobil, Warga Manggarai Histeris Rebutan

News | Rabu, 16 September 2026 | 16:28 WIB

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Semen Gresik Kolaborasi Bersama Warga Desa Pasucen, Gotong Royong Bersihkan Aliran Mata Air Brubulan

Jawa Tengah | Rabu, 16 September 2026 | 16:22 WIB

×