Jokowi Minta Menlu Segera Evakuasi WNI di Lebanon

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Rabu, 02 Oktober 2024 | 11:49 WIB
Jokowi Minta Menlu Segera Evakuasi WNI di Lebanon
Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Instagram/jokowi)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperintagkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk mengutamakan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon pascaserangan yang dilancarlan Israel ke negara tersebut.

Kepala negara meminta Menlu secepatnya melakukan evakuasi terhadap WNI.

"Kementerian Luar Negeri, bu menteri sudah saya perintahkan untuk menindaklanjuti apa yang sudah saya sampaikan agar keselamatan perlindungan warga negara kita dinomorsatukan, evakuasi disegerakan," kata Jokowi di RSUD Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Rabu (2/10/2024).

Sebelumnya, Jokowi menegaskan Indonesia mengutuk keras serangan udara Israel terhadap Lebanon yang memakan banyak korban.

Jokowi mengajak semua negara termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merespons cepat untuk mencegah lebih banyak korban.

"Ya Indonesia mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon dan kita mengajak semua negara dan juga PBB untuk memberikan respons yang cepat agar tidak semakin banyak korban lagi yang terjadi atas serangan-serangan Israel," kata Jokowi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu (25/9/2024).

Sementara itu ditanya terkait kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon, apakah akan dipulangkan ke tanah air, Jokowi menegaskan dirinya sudah berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi perihal tersebut.

"Saya sudah telepon ke bu menlu, itu juga dalam proses," kata Retno.

Diberitakan sebelumnya, Beirut, ibu kota Lebanon, kembali terguncang oleh serangan udara Israel setelah hampir dua dekade tak tersentuh oleh konflik. Sebuah gedung apartemen di pusat kota menjadi sasaran, dengan lantai lima bangunan tersebut rata dengan tanah akibat ledakan.

Serangan kali ini bukan ditujukan kepada kelompok Hezbollah, melainkan faksi militan Palestina, Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP).

Warga yang masih bertahan di kota, seperti Zawal Hamad, seorang pemilik toko, merasa cemas.

"Tiga perempat penduduk Beirut sudah meninggalkan kota. Bisnis di sini sangat lesu," katanya dengan nada putus asa.

Di kafe-kafe yang tersebar di ibu kota, wajah Wakil Sekretaris Jenderal Keamanan Hezbollah terus muncul di layar televisi.

"Anda tidak tahu di mana bom berikutnya akan jatuh. Bom ada di mana-mana, dan orang-orang bingung mencari tempat aman," kata Mohammad, seorang pemilik kafe yang juga merasa takut.

Di bagian selatan Beirut, kawasan Dahieh, Rasha, seorang guru matematika, kehilangan rumahnya dalam serangan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa dukungannya terhadap Hezbollah tidak akan goyah meski kehilangan segalanya.

"Kami berduka atas kematian seseorang yang sangat berarti bagi kami. Nasibnya adalah untuk membebaskan Palestina, dan kami akan terus mengikuti jalannya," ujarnya merujuk pada Hassan Nasrallah, pemimpin Hezbollah yang tewas dalam serangan Israel.

Sementara itu, di pusat kota Beirut, pemandangan memilukan terjadi. Keluarga-keluarga dengan anak-anak kecil bertahan hidup di taman-taman terbuka, menjadikan rumput sebagai tempat berlindung mereka. Laya, gadis berusia tujuh tahun, bersama adiknya, Roni, yang berumur enam tahun, terpaksa meninggalkan rumah mereka.

"Kami tidak akan bisa pulang karena serangan ini terlalu dekat. Salah satu serangan bahkan hampir mengenai sekolahku," ungkap Laya dengan suara bergetar.

Di tengah ketidakpastian ini, ibu Laya, Zeina, mencoba menenangkan anak-anaknya, mengatakan bahwa suara ledakan hanyalah kembang api. Namun, di balik semua usaha itu, anak-anak tetap menangis dan merasakan bahwa sesuatu yang buruk sedang terjadi.

Dengan ancaman invasi Israel ke Lebanon yang semakin dekat dan tanpa tanda-tanda gencatan senjata, banyak keluarga mungkin harus bertahan di taman-taman ini lebih lama dari yang mereka harapkan. Laya hanya ingin kembali ke rumah dan melanjutkan sekolahnya, namun kenyataan yang dihadapi warga Beirut saat ini jauh dari itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Respons Menohok Rocky Gerung Usai Jokowi Disambut Hening Saat Sidang Paripurna DPR: Tragis!

Respons Menohok Rocky Gerung Usai Jokowi Disambut Hening Saat Sidang Paripurna DPR: Tragis!

Lifestyle | Rabu, 02 Oktober 2024 | 10:28 WIB

Tegas dan Kontroversial! Amien Rais Sebut Jokowi Sebagai Presiden Terburuk, Inilah Alasannya

Tegas dan Kontroversial! Amien Rais Sebut Jokowi Sebagai Presiden Terburuk, Inilah Alasannya

Video | Rabu, 02 Oktober 2024 | 09:00 WIB

Sebut Anak-anaknya Sukses, Pesan Pamitan Iriana Jokowi Bikin Publik Kesal: Sudah Dicarikan Pekerjaan Semua

Sebut Anak-anaknya Sukses, Pesan Pamitan Iriana Jokowi Bikin Publik Kesal: Sudah Dicarikan Pekerjaan Semua

Tekno | Rabu, 02 Oktober 2024 | 08:28 WIB

Kelas Banget, Anies Baswedan Diduga Sindir Dinasti Jokowi Pakai Foto Anime

Kelas Banget, Anies Baswedan Diduga Sindir Dinasti Jokowi Pakai Foto Anime

Entertainment | Rabu, 02 Oktober 2024 | 08:50 WIB

Terkini

Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis

Biar Nggak Merasa Ketipu, Ini Alasan Hukum Kenapa Kuota Internet Kamu Hangus Saat Masa Aktif Habis

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:45 WIB

Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!

Bukan 18 Tahun, Nadiem Makarim Bongkar Hitungan Jaksa: Total Saya Dituntut 27 Tahun Penjara!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35 WIB

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

Prabowo Bangga, Gaji Hakim RI Naik 280 Persen dan Kini di Atas Malaysia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:28 WIB

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:18 WIB

Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat

Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:15 WIB

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:56 WIB

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:53 WIB

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:33 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:29 WIB

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB