Aksi Puluhan Perahu Nelayan di PIK 2, Desak Prabowo Tak Lanjutkan Kebijakan Jokowi Soal Ini!

Erick Tanjung, Muhammad Yasir

Minggu, 20 Oktober 2024 | 19:06 WIB
Aksi Puluhan Perahu Nelayan di PIK 2, Desak Prabowo Tak Lanjutkan Kebijakan Jokowi Soal Ini!
Kelompok nelayan menggelar aksi doa bersama dan parade perahu sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan kepada Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Teluk Jakarta, pada Minggu (20/10/2024). [Dok. Agra]

Suara.com - Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) bersama kelompok nelayan menggelar aksi doa bersama dan parade perahu sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan kepada Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Teluk Jakarta, pada Minggu (20/10/2024).

Aksi ini diikuti sekitar 50 perahu nelayan. Mereka melakukan parade dari Kali Dadap menuju pantai depan kawasan Pantai Indah Kapuk atau PIK 2 sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan-tuntutan kepada Prabowo-Gibran.

Sekretaris Jenderal AGRA Saiful Wathoni menjelaskan, aksi simbolik ini gelar dalam rangka memberi peringatan kepada Prabowo-Gibran yang baru saja resmi dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2024-2029 agar tidak melanjutkan kebijakan dan program Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi yang dinilai telah menderitakan rakyat. Salah satunya, yakni Undang-Undang Cipta Kerja atau Ciptaker.

Kelompok nelayan menggelar aksi doa bersama dan parade perahu sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan kepada Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Teluk Jakarta, pada Minggu (20/10/2024). [Dok. Agra]
Kelompok nelayan menggelar aksi doa bersama dan parade perahu sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan kepada Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Teluk Jakarta, pada Minggu (20/10/2024). [Dok. Agra]

"Undang-Undang Cipta Kerja yang ditetapkan di era pemerintahan Jokowi yang sejak direncanakan hingga ditetapkan telah mendapatkan penolakan dari rakyat harus menjadi agenda mendesak pemerintahan Prabowo untuk dicabut karena hanya menjadi legitimasi bagi politik upah murah bagi kaum buruh di perkotaan dan mempermudah perampasan tanah, penggusuran rumah dan ruang hidup rakyat," kata Saiful kepada wartawan, Minggu (20/10/2024).

Saiful juga menyinggung soal Reforma Agraria 'palsu' Jokowi, Proyek Strategis Nasional atau PSN, Pembentukan Bank Tanah, Food Estate dan Hilirisasi Industri di era Jokowi. Menurutnya seluruh kebijakan itu harus dicabut dan dihentikan karena lagi-lagi dinilai hanya melahirkan penderitaan bagi kelompok tani, nelayan, dan masyarakat adat.

Saiful juga menyebut, reforma agraria yang sejak lama menjadi tuntutan kaum tani oleh Jokowi hanya dibajak sebagai istilah untuk menjalankan politik “Domain Verklaring” ala kolonial.

"Ini ditandai dengan sertifikasi tanah sebagai agenda prioritasnya dilihat dari realisasi terlapor mencapai 10,649 juta hektare dari target 4,5 juta hektare. Tidak ada tanah yang benar-benar dibagikan Jokowi, justru seiring pelaksanaan reforma agraria angka monopoli tanah untuk sektor kehutanan, taman nasional, perkebunan skala besar dan pertambangan besar semakin meningkat," ungkapnya.

Sementara di sektor kehutanan, Saiful mengungkap pelembagaan kehutanan melalui Pembentukan Kesatuan Pengelola Hutan atau KPH di era Jokowi terbukti hanya semakin mempertegas kedudukan kehutanan sebagai alat memonopoli tanah yang luasnya saat ini telah mencapai 99 juta hektare dari target luas kehutanan 125 juta hektare. Sedangkan di sektor Taman Nasional, sepanjang era pemerintahan Jokowi menurutnya terdapat enam Taman Nasional baru yang ditetapkan sehingga total jumlah Taman Nasional menjadi 56 unit dengan luas monopoli tanah keseluruhan mencapai 16 juta hektare.

"Di sektor perkebunan skala besar didominasi oleh perkebunan sawit yang luasnya terus meningkat dari 8,5 juta hektare tahun 2021 menjadi 9,1 juta hektare tahun 2023. Begitu pula di sektor pertambangan yang juga terus meningkat dilegitimasi dengan program hilirisasi industri yang praktiknya adalah pembukaan kawasan-kawasan pertambangan skala luas seperti IMIP, IWIP, IHIP, dan lain-lain," imbuhnya.

baca juga

Saiful menilai PSN di era Jokowi dalam praktiknya ialah alat untuk menggusur rumah-rumah dan ruang hidup rakyat. Kebijakan tersebut semata-mata dilakukan untuk kepentingan para pengusaha besar.

"Lalu food estate dan hilirisasi adalah program kedaulatan pangan serta industrialisasi nasional palsu yang tak hanya merampas tanah rakyat tapi juga menghancurkan lingkungan dan ruang hidup rakyat," katanya.

Melihat latar belakang Prabowo-Gibran yang mendapat dukungan dari Jokowi di Pilpres 2024, Saiful menilai rakyat tidak bisa berharap banyak terhadap pemerintahan lima tahun ke depan.

"Atas situasi demikian, maka kami mengajak seluruh rakyat dan elemen organisasi rakyat untuk tetap dengan lantang, berani, teguh dan mandiri menyuarakan tuntutan umumnya secara jujur bagi kepentingan seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keren tapi Masih Banyak PR: Begini Reaksi Najwa Shihab dan Publik Terkait Pindad Garuda Limousine

Keren tapi Masih Banyak PR: Begini Reaksi Najwa Shihab dan Publik Terkait Pindad Garuda Limousine

Otomotif | Minggu, 20 Oktober 2024 | 18:49 WIB

Keluarga Djojohadikusumo: Prabowo Kini Milik Rakyat, Tak Hanya Milik Keluarga

Keluarga Djojohadikusumo: Prabowo Kini Milik Rakyat, Tak Hanya Milik Keluarga

News | Minggu, 20 Oktober 2024 | 18:48 WIB

Hari Pertama Jadi Presiden, Prabowo Langsung Jamu 9 Pimpinan Negara Sahabat

Hari Pertama Jadi Presiden, Prabowo Langsung Jamu 9 Pimpinan Negara Sahabat

News | Minggu, 20 Oktober 2024 | 18:29 WIB

Terkini

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Camat Diminta Kerja Super Keras dan kolaboratif, Ini Pesan Kemendagri

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:30 WIB

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Lolos Semifinal Porprov XV Jabar, Tim Basket Putri Kabupaten Bogor Siap Tantang Juara Bertahan

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 23:23 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

Dukung Swasembada Pangan, Tim Patriot UB Bangun Rumah Bibit Tangguh Iklim di Sorong

News | Jum'at, 06 November 2026 | 23:18 WIB

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Profil PT Andalan Artha Primanusa Tbk (ANDA), Kontraktor Tambang Incar IPO Rp316 Miliar

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 23:09 WIB

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Komplotan Begal Bersajam yang Rampok Motor Wanita di Deli Serdang Ditangkap

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 23:06 WIB

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Perempuan Sulawesi Bersuara Desak Moratorium Izin Tambang dan Perlindungan Hutan Hujan

Sulsel | Jum'at, 06 November 2026 | 22:59 WIB

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Sebelum Memilih Asuransi Kendaraan, Perhatikan 3 Hal Ini agar Tak Repot Saat Klaim

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 22:50 WIB

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Erdin Werdrayana Gugup Lakoni Intimate Scene Bareng Alexandra Gottardo di Series Asmara Penuh Dendam

Entertainment | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

Ketua Fraksi MPR PAN: Gibran Seharusnya Mundur atau Diberhentikan!

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:49 WIB

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

×