Pernyataan Sikap IPMMO Jatim Dan Bali Terkait Kasus Kekerasan Terhadap Warga Sipil Di Intan Jaya

Bangun Santoso

Senin, 21 Oktober 2024 | 09:43 WIB
Pernyataan Sikap IPMMO Jatim Dan Bali Terkait Kasus Kekerasan Terhadap Warga Sipil Di Intan Jaya
Pernyataan Sikap IPMMO Jatim Dan Bali Terkait Tewasnya 3 Warga Sipil Di Intan Jaya. (Suara.com/Elias Douw)

Suara.com - Ikatan Pelajar Dan Mahasiswa Moni (IPMMO) memberikan pernyataan sikap terkait insiden penangkapan hingga penembakan yang menurut mereka dilakukan aparat TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah.

Dalam pernyataan sikapnya yang diterima Suara.com, Senin (21/10/2024), korban sipil yang terus berjatuhan sejak tahun 2016 hingga saat ini. Konflik bersenjata di daerah ini didominasi oleh ketegangan antara aparat keamanan negara Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

"Penangkapan dan Penyiksaan terhadap warga sipil oleh aparat keamanan Indonesia TNI-POLRI di Kabupaten Intan Jaya karena warga sipil dituduh bekerja sama atau berhubungan dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)," tulis IPMMO dalam pernyataan sikapnya.

"Banyak laporan yang menyatakan bahwa warga tersebut ditangkap secara paksa oleh aparat keamanan dan mengalami penyiksaan selama interogasi. Penyiksaan ini berupa pemukulan, intimidasi, dan ancaman kekerasan terhadap keluarga mereka untuk memaksa pengakuan atau informasi tentang TPNPB," sambungnya.

Menurut IPMMO, insiden penangkapan, penyiksaan, penembakan bahkan pembunuhan secara tidak manusiawi terhadap warga sipil oleh aparat TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya semakin meningkat, ketika operasi keamanan yang semakin intensif. Inside penangkapan dan pembunuhan terhadap warga sipil secara paksa ini pun tanpa henti-hentinya semakin terus menerus dilancarkan sampai saat ini tahun 2024.

Mereka menyebut pada tanggal 9 Oktober 2024, Alex Sondegau, yang berumur 30 tahun, seorang mantan mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang, jurusan Teknik, telah menjadi korban dari tindakan kekerasan yang tidak manusiawi.

"Alex yang diketahui mengalami gangguan jiwa, ditangkap dan ditembak mati oleh satuan TNI Raider Yonif 509," katanya.

Peristiwa ini, tulis IPMMO, terjadi tanpa alasan yang jelas dan merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia. Kemudian lanjut pada tanggal 12 Oktober 2024 Seorang pelajar anak SMP ditangkap dan disiksa secara sadis oleh TNI-POLRI dengan tanpa alasan yang tepat.

Kemudian, pada tanggal 13 Oktober 2024 pukul 12.14 WIT, Atas nama Apinus Sani dan anak dari bapak Obet Bagubau seketika pulang dari gereja Bilogai menuju ke Kampung Mamba dengan menggunakan motor, lalu pihak keamanan meminta mereka berhenti untuk diperiksa tetapi karena mereka trauma, sehingga mereka terus lari dengan kecepatan tinggi, tetapi mereka terjatuh dari motor dan ditahan.

baca juga

Kmudian anak dari Obet Bagubau dilepaskan namun Apinus Sani tetap ditahan dan disebut oleh IPMMO, telah dibunuh oleh pihak keamanan TNI/POLRI Pos 509 Mamba.

"Dampak adanya penangkapan, penyiksaan, penembakan bahkan pembunuhan terhadap warga sipil oleh aparat TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya, warga sipil yang berdomisili di kecamatan Sugapa Kampung Eknemba, kampung Titigi, Kampung Ndugusiga, Kampung Jaintapa dan lainnya mengungsi ke hutan-hutan untuk melindungi diri dan mencari kenyamanan dan ruang gerak," tambah IPMMO.

Atas kondisi itu, berikut 8 pernyataan sikap IPMMO:

1. segera hentikan operasi militer di Kabupaten Intan Jaya yang menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa dari warga sipil.

2. Segera hentikan pengiriman pasukan militer organik maupun non-organik di Kabupaten Intan Jaya dan seluruh tanah papua secara masif

3. Segera tarik aparat pasukan organik maupun non-organik dari wilayah sipil di kabupaten Intan Jaya karena penempatan mereka pada posisi yang sangat mengancam kenyamanan warga sipil.

4. Aparat TNI-POLRI stop mengancam, menangkap, menyiksa dan membunuh warga sipil yang tidak berdosa secara brutal di Kabupaten Intan Jaya.

5. Undang-Undang no 39 Tahun 1999 Tentang hak asasi manusia ;UU ini menegaskan bahwa peniksaan terhadap siapapun,termasuk warga sipil di larang .pasal 33 menyatakan bahwa setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan penganyiayaan, atau perlakuan tdk manusiawi yg merendahkan martabat manusia.

6. Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam hal ini PJ Bupati serta seluruh jajaran segera stop sibuk dengan pesta politik, tetapi segera memberikan perlindungan hak asasi manusia bagi seluruh warga sipil di Intan jaya

7. PJ Bupati kabupaten intan jaya Dr ZAKARYAT MAREY dan jajarannya segera hadir di kabupaten intan jaya

8. Negara stop berbisnis dan memperkuat militer demi kepentingan sumber daya alam yang ada di kabupaten intan jaya dan pada umumnya di seluruh tanah papua ,karena dampaknya membawa mala petahka bagi masyarakat setempat.

Kontributor : Elias Douw

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik Memanas, IPMMO Desak Penarikan Total Militer dari Intan Jaya

Konflik Memanas, IPMMO Desak Penarikan Total Militer dari Intan Jaya

News | Senin, 21 Oktober 2024 | 04:05 WIB

Mahasiswa Papua Sebut Kebrutalan Militer Paksa Pelajar Kabur dari Sekolah

Mahasiswa Papua Sebut Kebrutalan Militer Paksa Pelajar Kabur dari Sekolah

News | Minggu, 20 Oktober 2024 | 19:43 WIB

KPU Papua Tengah gelar debat perdana Cagub-cawagub di Pilkada 2024

KPU Papua Tengah gelar debat perdana Cagub-cawagub di Pilkada 2024

Kotak Suara | Sabtu, 19 Oktober 2024 | 23:47 WIB

SOLAT Desak Kapolri Ungkap Kasus Teror Bom di Kantor Media Jubi di Jayapura Papua

SOLAT Desak Kapolri Ungkap Kasus Teror Bom di Kantor Media Jubi di Jayapura Papua

News | Sabtu, 19 Oktober 2024 | 19:31 WIB

Debat Perdana Pilkada Papua Tengah, Pasangan MeGe Komitmen Sejahterakan Warga Hingga Pelosok Kampung

Debat Perdana Pilkada Papua Tengah, Pasangan MeGe Komitmen Sejahterakan Warga Hingga Pelosok Kampung

Kotak Suara | Sabtu, 19 Oktober 2024 | 18:05 WIB

Siap-siap! Debat Pertama Pilgub Papua Tengah Di GOR Futsal Timika, Live Di YouTube Metro TV

Siap-siap! Debat Pertama Pilgub Papua Tengah Di GOR Futsal Timika, Live Di YouTube Metro TV

Kotak Suara | Jum'at, 18 Oktober 2024 | 23:11 WIB

Jalani Pemeriksaan, Komandan OPM Paniai Dipindah Ke Polda Papua

Jalani Pemeriksaan, Komandan OPM Paniai Dipindah Ke Polda Papua

News | Sabtu, 19 Oktober 2024 | 00:10 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×