Soal Masalah Sampah Jakarta, WALHI Sebut RK Lebih 'Galak' ke Warga daripada Pelaku Industri: Tak Adil!

Agung Sandy Lesmana, Lilis Varwati

Senin, 28 Oktober 2024 | 13:13 WIB
Soal Masalah Sampah Jakarta, WALHI Sebut RK Lebih 'Galak' ke Warga daripada Pelaku Industri: Tak Adil!
Soal Masalah Sampah Jakarta, WALHI Sebut RK Lebih 'Galak' ke Warga daripada Pelaku Industri: Tak Adil! [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1 Ridwan Kamil (RK) dan Suswono dinilai memiliki strategi paling banyak dibandingkan dua lawannya. Akan tetapi berdasarkan catatan WALHI, program yang direncanakan RK-Suswono itu dinilai tidak adil bagi masyarakat Jakarta. 

Koordinator kampanye WALHI Jakarta, Muhammad Aminullah mengatakan bahwa RK-Suswono justru lebih 'galak' kepada masyarakat daripada pelaku industri yang juga menghasilkan sampah dari proses produksinya.  

"Cenderung fokus pada intervensi sektor rumah tangga. Jadi rumah tangga dianggap sumber sampah yang perlu dilakukan misalnya edukasi, intervensi. Sementara, sumber lain misalnya dalam industri justru jadi entitas yang dianggap layak dapat insentif," ujar pria yang akrab disapa Anca itu dalam konferensi pers virtual, Senin (28/10/2024). 

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Ridwan Kamil dalam debat kedua Pilkada 2024 di Beach City International Stadium, Jakarta, Minggu (27/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut satu Ridwan Kamil dalam debat kedua Pilkada 2024 di Beach City International Stadium, Jakarta, Minggu (27/10/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

WALHI menilai bahwa RK-Suswono justru mengesampingkan pertanggungjawaban industri terhadap pengelolaan sampah mandiri. Sebab, tanpa memberikan insentif, industri memang wajib mengelola sampah bekas produksinya. 

Aturan tersebut sebagaimana tercatat dalam Undang-Undang 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah.

"Ini jelas mengatakan industri pelaku usaha dan produsen bertanggungjawab terhadap sampah, punya kewajiban terhadap sampah. Dengan pengadaan insentif justru akan mengalihkan tanggungjawab lingkungan dari perusahaan ke masyarakat dan justru membuat sektor industri lebih nyaman atau lebih enak," kata Anca.

Janji RK-Suswono memberikan insentif kepada industri yang berhasil mengelola sampah tersebut tentu akan menggunakan uang pajak yang dibayar oleh masyarakat. Itu sebabnya, Walhi menilai kalau rencana program tersebut menjadi tidak adil bagi masyarakat. 

"Cagub justru mengalihkan pajak masyarakat untuk beri insentif ke perusahaan yang dapat kelola sampah. Ini satu ketidakadilan di mana seharusnya industri kelola sampah sendiri tapi justru masyarakat yang dibebani melalui pajak yang diberikan ke industri lewat insentif," tuturnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mayoritas Dipasok Luar Daerah, Jurus RK-Suswono Amankan Pasokan Pangan di Jakarta

Mayoritas Dipasok Luar Daerah, Jurus RK-Suswono Amankan Pasokan Pangan di Jakarta

Kotak Suara | Senin, 28 Oktober 2024 | 13:06 WIB

Cecar Rano Karno Soal IPM Banten Turun, RK: Jadi Pemimpin Tak Perlu Cari-cari Alasan

Cecar Rano Karno Soal IPM Banten Turun, RK: Jadi Pemimpin Tak Perlu Cari-cari Alasan

Kotak Suara | Senin, 28 Oktober 2024 | 03:00 WIB

Janji Dharma-Kun Kepada Pekerja: Kaji Ulang Nominal UMP Jakarta dan Hapus Batas Usia Pelamar Kerja

Janji Dharma-Kun Kepada Pekerja: Kaji Ulang Nominal UMP Jakarta dan Hapus Batas Usia Pelamar Kerja

Kotak Suara | Senin, 28 Oktober 2024 | 03:15 WIB

Disinggung Pramono Gagal Bangun Disneyland di Cikarang, RK: Tugas Pemimpin itu Bermimpi

Disinggung Pramono Gagal Bangun Disneyland di Cikarang, RK: Tugas Pemimpin itu Bermimpi

Kotak Suara | Senin, 28 Oktober 2024 | 02:05 WIB

Terkini

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Terkait Kasus HGB

KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Terkait Kasus HGB

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 06:00 WIB

Halal Summit 2026 Hasilkan 39 Kerja Sama Jaminan Produk Halal

Halal Summit 2026 Hasilkan 39 Kerja Sama Jaminan Produk Halal

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 05:30 WIB

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Merasa Sehat Bukan Berarti Tak Perlu Cek Kesehatan, Ini Pentingnya Deteksi Dini

Health | Sabtu, 19 September 2026 | 01:44 WIB

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Jay Idzes, Beckham, dan Eliano Dicoret!

Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Jay Idzes, Beckham, dan Eliano Dicoret!

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 00:08 WIB

Tuntas di Asia, Timnas Minifootball Indonesia Langsung Bidik Piala Dunia 2027

Tuntas di Asia, Timnas Minifootball Indonesia Langsung Bidik Piala Dunia 2027

Bola | Jum'at, 18 September 2026 | 23:57 WIB

Gedung BPN Cibinong Digeruduk KPK, Koper Dokumen Diangkut Dikawal Polisi Senjata Lengkap

Gedung BPN Cibinong Digeruduk KPK, Koper Dokumen Diangkut Dikawal Polisi Senjata Lengkap

Bogor | Jum'at, 18 September 2026 | 23:51 WIB

AQUA Elektronik Resmikan Brand Shop Baru di Cibinong

AQUA Elektronik Resmikan Brand Shop Baru di Cibinong

Bogor | Jum'at, 18 September 2026 | 23:25 WIB

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

Fahd A Rafiq 3 Kali Terjerat Kasus Korupsi, Bukti Hukuman Tak Bikin Jera?

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:48 WIB

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Realisasi Anggaran Subsidi Tembus Rp 331,4 Triliun per Agustus 2026, Naik Rp 100 T dari Tahun Lalu

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden

News | Jum'at, 18 September 2026 | 22:28 WIB

×