Jelang Pemungutan Suara Pilpres AS, Harris dan Trump Sama Kuat, Negara Bagian Kunci Jadi Incaran

Andi Ahmad S | Suara.com

Senin, 04 November 2024 | 17:57 WIB
Jelang Pemungutan Suara Pilpres AS, Harris dan Trump Sama Kuat, Negara Bagian Kunci Jadi Incaran
Kamala Harris dan Donald Trump (kolase instagram)

Suara.com - Jelang pemungutan suara Pemilu Amerika Serikat atau Pilpres AS, persaingan Capres Kamala Harris dan Donald Trump sama-sama kuat dan memiliki peluang untuk menang.

Berbagai strategi saat ini tengah dilakukan oleh capres dari Partai Demokrat dan Republik tersebut, agar bisa menang di Pilpres AS 2024 yang akan dimulai pada 5 November 2024 (Besok).

Saat ini, Kamala Harris dan Donald Trump terus mencari suara di negara bagian, pasalnya kunci kemenangan itu bisa dipegang jika salah satu capres tersebut menguasai.

Saat ini, persaingan antara Harris dan Trump berada pada posisi yang hampir seimbang, terutama di tujuh negara bagian kunci yang kemungkinan besar akan menentukan pemenang Gedung Putih dilansir dari NBC News.

Kedua tim kampanye mengandalkan pendekatan yang terarah kepada kelompok pemilih penting untuk mengungguli lawan, dengan memperlihatkan dinamika unik dan tantangan yang dihadapi masing-masing kandidat.

Perhatian utama kampanye Harris adalah mempertahankan dukungan kuat pemilih kulit hitam dan Latin, kelompok yang secara historis cenderung mendukung Demokrat tetapi menunjukkan keraguan dalam survei terbaru.

Pada 2020, Joe Biden memperoleh dukungan 92 persen pemilih kulit hitam dan 59 persen pemilih Latin.

Harris harus memastikan angka ini tetap stabil, terutama ketika beberapa survei menunjukkan meningkatnya minat terhadap Trump di kalangan kelompok minoritas.

Tim Harris berharap bahwa dukungan dari pemilih kulit hitam, Latin, dan Asia Amerika akan krusial dalam menyeimbangkan kemajuan Trump di area lain.

Kamala Harris (Instagram/kamalaharris)
Kamala Harris (Instagram/kamalaharris)

Harris juga mengandalkan kesenjangan gender yang semakin lebar yang menguntungkan dirinya, karena perempuan, terutama yang termotivasi oleh isu hak aborsi, cenderung mendukung platform Demokrat.

Sejak pengangkatan hakim konservatif oleh Trump pada 2016 yang kemudian mengakibatkan pencabutan keputusan Roe v. Wade, yang memberikan hak konstitusional umum untuk aborsi, Harris menjadikan hak reproduksi sebagai fokus utama untuk menarik pemilih perempuan.

Dalam upaya menarik minat perempuan muda, dia baru-baru ini tampil di siniar "Call Her Daddy," platform populer di kalangan perempuan muda yang biasanya kurang terlibat dalam politik.

Upaya Harris di wilayah pinggiran kota juga menjadi fokus penting. Dia menargetkan moderat pinggiran kota, independen, dan Republikan yang kecewa dengan retorika Trump yang memecah belah.

Tokoh Republik seperti Liz Cheney dan Adam Kinzinger secara terbuka mendukung Harris, berharap dapat menarik pemilih kanan-tengah.

Sementara itu, Trump memusatkan perhatian pada daerah pedesaan dan wilayah dengan pendidikan rendah, di mana dukungannya biasanya kuat.

Trump, bagaimanapun, menyesuaikan pendekatannya untuk menarik pemilih pria muda yang semakin kecewa dengan politik tradisional.

Dia memanfaatkan platform media alternatif, seperti siniar Joe Rogan, untuk menjangkau demografi yang cenderung mengonsumsi konten di luar saluran utama.

Pemilih pria muda, yang pada pemilu sebelumnya cenderung mendukung kandidat Demokrat, kini dapat menjadi kelompok penentu yang memberi Trump keuntungan penting.

Sementara itu, kampanye Trump banyak mengandalkan sekutunya seperti Turning Point Action dan America PAC, yang terkait dengan miliarder Elon Musk.

Mantan Presiden AS, Donald Trump. [Reuters]
Mantan Presiden AS, Donald Trump. [Reuters]

Namun, langkah ini menimbulkan keprihatinan di antara beberapa pakar strategi Partai Republik (GOP), yang khawatir dengan kurangnya strategi lapangan yang tepat.

Pendekatan dari pintu ke pintu, yang merupakan ciri khas kampanye tradisional, kurang konsisten dalam operasi lapangan Trump, yang dapat memengaruhi tingkat kehadiran pemilih di negara bagian yang diperebutkan dengan ketat.

"Blue Wall"

Peta elektoral menunjukkan bahwa negara bagian Midwest seperti Michigan, Pennsylvania, dan Wisconsin, yang dulunya dapat diandalkan Demokrat, kembali menjadi medan pertempuran penting.

Dikenal sebagai "Blue Wall" (biru adalah warna tradisional dari Partai Demokrat, tembok biru adalah sebutan bagi berbagai negara bagian yang cenderung memilih Demokrat), sebanyak tiga negara bagian tersebut memutuskan untuk mendukung Trump pada 2016, tetapi kembali mendukung Biden pada 2020.

Harris dan Trump masing-masing menghabiskan waktu yang signifikan untuk berkampanye di wilayah ini, memahami bahwa negara bagian tersebut berpotensi menentukan hasil pemilihan.

Harris fokus meningkatkan dukungan dari pemilih kulit putih berpendidikan perguruan tinggi di daerah tersebut, yang memberikan dukungan signifikan bagi Biden pada 2020.

Trump, yang bertujuan untuk mengulangi kesuksesannya pada 2016, menutup kampanye dengan rapat umum di Midwest, menekankan platform ekonominya dan sikap kerasnya terhadap imigrasi.

Rapat umum Trump di Michigan, Pennsylvania, dan negara bagian kunci lainnya menunjukkan niatnya untuk merebut kembali dukungan di Midwest industri.

Meski Trump berhasil meraih dukungan dari pemilih Latin dan kulit hitam, pesan kampanye kerap menimbulkan reaksi negatif.

Peristiwa baru-baru ini, termasuk rapat umum di mana komedian Tony Hinchcliffe melontarkan komentar rasial, berisiko mengasingkan pemilih dari kelompok minoritas.

Meski menghadapi tantangan ini, tim Trump tetap berharap ketidakpuasan terhadap Partai Demokrat di kalangan kelompok minoritas dapat beralih menjadi dukungan bagi kampanyenya, terutama di negara bagian dengan populasi Latin yang signifikan seperti Arizona dan Nevada.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Pemilu AS, Donald Trump Sebut Partai Demokrat 'Setan'

Jelang Pemilu AS, Donald Trump Sebut Partai Demokrat 'Setan'

News | Senin, 04 November 2024 | 17:20 WIB

Pemilu AS 2024! Donald Trump Ungguli Kamala Harris di Negara Bagian Penentu

Pemilu AS 2024! Donald Trump Ungguli Kamala Harris di Negara Bagian Penentu

News | Senin, 04 November 2024 | 16:57 WIB

Jelang Pilpres AS, Trump Dituntut Bayar Utang Kampanye Rp7 Miliar di Albuquerque

Jelang Pilpres AS, Trump Dituntut Bayar Utang Kampanye Rp7 Miliar di Albuquerque

News | Senin, 04 November 2024 | 15:00 WIB

Terkini

May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam

May Day 2026 di Bandung Berakhir Ricuh, Polisi Ringkus Kelompok Perusuh Berbaju Hitam

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:49 WIB

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:20 WIB

Korban Sipil Perang AS-Israel vs Iran Terus Bertambah, 44 Pelaut Dilaporkan Tewas

Korban Sipil Perang AS-Israel vs Iran Terus Bertambah, 44 Pelaut Dilaporkan Tewas

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:05 WIB

Zionis Israel Terus Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, 12 Tewas, Anak-anak Jadi Korban

Zionis Israel Terus Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, 12 Tewas, Anak-anak Jadi Korban

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:53 WIB

Tuduhan Amien Rais ke Prabowo Hoaks, Pemerintah Ancam Tempuh Jalur Hukum

Tuduhan Amien Rais ke Prabowo Hoaks, Pemerintah Ancam Tempuh Jalur Hukum

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 07:47 WIB

Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026

Polisi Amankan 101 Orang yang Diduga Berniat Membuat Kerusuhan pada May Day 2026

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 23:17 WIB

Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib

Apa Itu Outsourcing? Ini Bedanya dengan Pekerja Kontrak, Dianggap Sama Padahal Beda Nasib

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:28 WIB

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

Cuaca Ekstrem Terjang Bogor, Satu Warga Tewas Tertimpa Pohon dan Puluhan Terdampak Banjir

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 22:16 WIB

Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras

Kejanggalan Sidang Andrie Yunus: Kelompok Sipil Endus Motif Lain di Balik Kasus Air Keras

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 21:20 WIB

BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal

BNI Kawal Generasi Emas Baru, Tim Uber Indonesia Melaju ke Semifinal

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 20:19 WIB