Ingatkah, Bu, saat aku masih polos
Kau ajarkan huruf demi huruf
Angka demi angka dengan penuh kesabaran
Hingga aku bisa membaca dan berhitung
Kau bukan hanya guru, tapi sahabatku juga
Mendengarkan segala keluh kesahku
Memberikan semangat ketika aku merasa lemah
Menjadi panutanku dalam segala hal
Kau bagai lilin yang menyala
Hingga habis untuk menerangi
Jiwa-jiwa muda sepertiku
Agar kelak menjadi insan yang berguna
Terima kasih, guruku
Atas segala jasa dan pengorbananmu
Engkau akan selalu kuingat
Dalam setiap langkahku
3. Pelita di Ujung Desa
Di pelosok negeri, jauh dari hiruk pikuk kota
Engkau berdiri, guru, bak pelita menara
Menyebarkan ilmu, membakar semangat muda
Di tengah keterbatasan, kau tetap setia
Jalan berlumpur, jembatan kayu lapuk
Tak menghalangi langkahmu untuk datang
Mengajar anak-anak desa, dengan sabar dan tulus
Menjadi pahlawan tanpa tanda jasa
Buku-buku usang, papan tulis retak
Tak menyurutkan semangatmu untuk mengajar
Dengan kreativitas, kau ubah keterbatasan
Menjadi ladang ilmu yang tak terbatas
Di malam hari, di bawah sinar rembulan
Kau susun rencana, menyiapkan pelajaran
Demi masa depan anak didikmu
Kau berkorban waktu, tenaga, bahkan kesehatan
Engkau adalah pahlawan tanpa tanda jasa
Yang layak mendapat penghormatan setinggi langit
Terima kasih, guru, atas dedikasimu
Engkau inspirasi bagi kami semua