Mahasiswa-Masyarakat Papua Gelar Aksi Tolak Transmigrasi dan PSN

Bangun Santoso | Suara.com

Minggu, 10 November 2024 | 11:27 WIB
Mahasiswa-Masyarakat Papua Gelar Aksi Tolak Transmigrasi dan PSN
Mahasiswa dan Masyarakat Papua Gelar Aksi Tolak Transmigrasi dan PSN. (Suara.com/Elias Douw)

Suara.com - Ikatan Mahasiswa dan Masyarakat Papua (IMMAPA) serta Aliansi Mahasiswa Papua Komite Kota Bali (AMP) menggelar aksi protes menolak program transmigrasi dan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan pemerintah ke wilayah Papua.

Karel, juru bicara aksi ini, mengungkapkan penolakan keras terhadap kebijakan tersebut, menyatakan bahwa program ini berpotensi mengancam keberlangsungan hidup Orang Asli Papua (OAP).

Menurut Karel, kebijakan transmigrasi yang kembali diprioritaskan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto dan Wakilnya Gibran Rakabuming dianggap tidak sesuai dengan kondisi di Papua.

"Program transmigrasi ini bertentangan dengan UU Otonomi Khusus, terutama Pasal 61 ayat 3 UU Nomor 21 Tahun 2001 yang menyatakan bahwa transmigrasi hanya bisa dilakukan dengan persetujuan gubernur dan peraturan daerah," ujarnya dalam pernyataan yang diterima oleh Suara.com, Sabtu (9/11/2024) malam.

Karel juga menyoroti sejarah panjang transmigrasi di Papua, yang menurutnya dimulai sejak masa kolonial Belanda dan dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Program transmigrasi dinilai sebagai bentuk kolonialisasi yang memperburuk ketidakadilan bagi penduduk asli Papua.

Ia menegaskan, program ini tidak hanya mengancam kesejahteraan ekonomi, namun juga eksistensi sosial budaya dan hak atas tanah adat orang Papua.

Lebih lanjut, aksi ini juga menyampaikan penolakan atas proyek strategis di Papua, seperti program cetak sawah dan penanaman tebu di Merauke, yang menurut para demonstran hanya menguntungkan pihak luar dan mengorbankan tanah adat milik penduduk asli.

"Kami meminta pemerintah untuk segera menghentikan segala bentuk transmigrasi, menarik militer, dan menghentikan pembangunan infrastruktur militer yang hanya memperburuk situasi keamanan dan kemanusiaan di Papua," tegas Frans Murib, koordinator lapangan.

Para demonstran juga menyerukan pembukaan akses jurnalis ke Papua dan memberikan hak penentuan nasib sendiri bagi bangsa Papua sebagai solusi demokratis. Mereka berharap agar kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dapat lebih memerhatikan hak-hak dan kepentingan masyarakat asli Papua.

Kontributor: Elias Douw

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dari Puncak Jaya ke Papua Tengah: Deinas Geley Bawa Resep Damai di Pilkada

Dari Puncak Jaya ke Papua Tengah: Deinas Geley Bawa Resep Damai di Pilkada

Kotak Suara | Sabtu, 09 November 2024 | 18:54 WIB

Debat Pilgub Papua Tengah, Transmigrasi dan PSN Jadi Sorotan Para Kandidat Gubernur

Debat Pilgub Papua Tengah, Transmigrasi dan PSN Jadi Sorotan Para Kandidat Gubernur

Kotak Suara | Sabtu, 09 November 2024 | 17:53 WIB

Debat Pamungkas Pilgub Papua Tengah, Lima Isu Krusial Jadi Sorotan

Debat Pamungkas Pilgub Papua Tengah, Lima Isu Krusial Jadi Sorotan

Kotak Suara | Sabtu, 09 November 2024 | 16:51 WIB

Live Report! Debat Kedua Pilkada Papua Tengah

Live Report! Debat Kedua Pilkada Papua Tengah

Kotak Suara | Sabtu, 09 November 2024 | 14:13 WIB

Pengembangan Kasus Lukas Enembe, KPK Geledah Kantor Setda Papua

Pengembangan Kasus Lukas Enembe, KPK Geledah Kantor Setda Papua

News | Jum'at, 08 November 2024 | 20:17 WIB

Harapan Baru di Kampung Sanem, Asmat: Sekolah Baru untuk Semua Warga

Harapan Baru di Kampung Sanem, Asmat: Sekolah Baru untuk Semua Warga

News | Jum'at, 08 November 2024 | 09:39 WIB

KPU Dogiyai Gelar Debat Publik Kedua Pilkada 2024

KPU Dogiyai Gelar Debat Publik Kedua Pilkada 2024

Kotak Suara | Kamis, 07 November 2024 | 21:55 WIB

Terkini

Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar

Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:28 WIB

Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal

Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:52 WIB

Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data

Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:50 WIB

'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR

'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:09 WIB

Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla

Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:08 WIB

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07 WIB

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:37 WIB

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:35 WIB

Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat

Video Aktivis Global Sumud Flotilla Dirilis Menteri Israel, Disuruh Sujud Sambil Tangan Diikat

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:07 WIB

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

Kata-kata Benjamin Netanyahu Aktivis Global Sumud Flotilla Diperlakukan Tak Manusiawi

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 06:55 WIB