Qatar dalam Tekanan AS: Perantara atau Pelindung Hamas?

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 11 November 2024 | 15:47 WIB
Qatar dalam Tekanan AS: Perantara atau Pelindung Hamas?
Bendera Qatar berkibar. (Shutterstock)

Suara.com - Atas permintaan Amerika Serikat, Qatar telah meminta Hamas untuk meninggalkan wilayahnya setelah kelompok militan Palestina tersebut menolak usulan baru terkait pembebasan sandera, menurut beberapa pejabat pemerintahan Biden yang dihubungi Al-Monitor.

Bersama Mesir, Qatar telah menjadi mediator dalam negosiasi tidak langsung antara Israel dan militan mengenai kemungkinan gencatan senjata dan kesepakatan terkait penyanderaan di Jalur Gaza.

Pada hari Senin, Departemen Luar Negeri AS mengungkapkan bahwa Hamas telah menolak tawaran terbaru untuk gencatan senjata jangka pendek di Palestina, di mana kampanye militer Israel selama 13 bulan telah ditaksir mengakibatkan lebih dari 43.000 kematian.

Seorang pejabat senior dari pemerintahan Biden menyatakan bahwa Qatar telah berperan "tak ternilai" dalam membantu membebaskan hampir 200 orang yang diculik pada 7 Oktober tahun lalu. Namun, kehadiran Hamas di Qatar dianggap "tidak lagi pantas atau bisa diterima," mengingat penolakan yang terus-menerus untuk membebaskan sejumlah kecil dari 101 sandera yang tersisa, di mana diperkirakan sepertiga dari mereka telah meninggal.

"Setelah menolak berbagai usulan untuk membebaskan sandera, para pemimpinnya seharusnya tidak lagi diterima di ibu kota mana pun dari mitra Amerika," tutur pejabat tersebut.

Sekitar dua minggu lalu, Amerika Serikat meminta Qatar untuk mengusir Hamas, dan Qatar segera menginformasikan kepada kelompok tersebut. "Ini bukan permintaan," kata pejabat AS lainnya. "Pesan dari Qatar kepada Hamas secara garis besarnya adalah 'kemasi barang-barangmu dan pergi.'"

Qatar sering berfungsi sebagai perantara bagi Amerika Serikat dengan sejumlah negara, termasuk Rusia dan Iran, serta gerakan Islamis di wilayah tersebut. Negara kaya gas ini telah menjadi tempat para pemimpin politik Hamas yang diasingkan sejak mereka meninggalkan markas mereka di Damaskus, Suriah, pada 2012.

Para pejabat Qatar menyatakan bahwa mereka menerima Hamas atas permintaan pemerintahan Obama untuk membangun saluran komunikasi tidak langsung dengan kelompok tersebut. Hingga saat ini, pemerintahan Biden menolak untuk meminta Doha menutup kantor politik Hamas karena khawatir akan dampak negatif terhadap negosiasi gencatan senjata jika kelompok tersebut mengalihkan lokasi ke negara musuh, seperti Iran.

Ketika negosiasi penyanderaan terhenti awal tahun ini, beberapa anggota Kongres dari Partai Republik dan beberapa Demokrat menyalahkan Qatar karena dianggap tidak memanfaatkan hubungan dengan kelompok teroris yang terdaftar oleh AS tersebut. Dalam sebuah surat kepada Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Jaksa Agung Merrick Garland, sekelompok 14 anggota Senat Republik menyerukan ekstradisi pemimpin Hamas di Doha, Khaled Meshal, dan meminta pemerintah untuk "meminta Qatar mengakhiri dukungannya terhadap pemimpin senior Hamas." Beberapa pejabat AS menyatakan bahwa para pejabat Hamas yang diasingkan kemungkinan akan pindah ke Iran, yang merupakan pendukung terbesar secara finansial dan militer bagi kelompok tersebut, serta Turki, yang selama ini menyambut tokoh-tokoh politik Hamas.

baca juga

Basem Naim, seorang pejabat senior Hamas yang bermarkas di Doha, mengatakan kepada Al-Monitor bahwa dirinya tidak mengetahui informasi tersebut. Sementara itu, seorang perwakilan Kedutaan Besar Qatar di Washington tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan komentar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan WNI Sambut Hangat Kedatangan Presiden Prabowo di Washington DC

Ratusan WNI Sambut Hangat Kedatangan Presiden Prabowo di Washington DC

Video | Senin, 11 November 2024 | 13:00 WIB

Trump dan Pangeran Salman Bertelepon: Apa Arti Kemenangan Trump bagi Arab Saudi?

Trump dan Pangeran Salman Bertelepon: Apa Arti Kemenangan Trump bagi Arab Saudi?

News | Senin, 11 November 2024 | 14:22 WIB

Iran Desak PBB Usir Israel, OKI dan Liga Arab Diminta Bersatu!

Iran Desak PBB Usir Israel, OKI dan Liga Arab Diminta Bersatu!

News | Senin, 11 November 2024 | 11:20 WIB

Kamala Harris Kalah, Elon Musk dan Donald Trump Rayakan Kemenangan Sambil Bermain Golf

Kamala Harris Kalah, Elon Musk dan Donald Trump Rayakan Kemenangan Sambil Bermain Golf

News | Senin, 11 November 2024 | 08:30 WIB

Ada Pemilih Arab dan Muslim di Balik Kemenangan Donald Trump

Ada Pemilih Arab dan Muslim di Balik Kemenangan Donald Trump

News | Senin, 11 November 2024 | 04:10 WIB

Tragis! Bocah 11 Tahun Asik Main Game, Tak Sadar Orang Tua Saling Bunuh di Rumah

Tragis! Bocah 11 Tahun Asik Main Game, Tak Sadar Orang Tua Saling Bunuh di Rumah

News | Senin, 11 November 2024 | 03:10 WIB

Terkini

DSI Akan Gunakan 8 Use Case Analitik untuk Pantau Underinvoicing dan Transfer Pricing

DSI Akan Gunakan 8 Use Case Analitik untuk Pantau Underinvoicing dan Transfer Pricing

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 12:44 WIB

Riau Masih Dikepung Asap, Apa Kabar Janji Prabowo Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda?

Riau Masih Dikepung Asap, Apa Kabar Janji Prabowo Naikkan Pangkat Pangdam dan Kapolda?

Riau | Rabu, 16 September 2026 | 12:41 WIB

Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih

Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 12:36 WIB

7 Tips Menyetrika Kemeja agar Rapi Sempurna, Jangan Asal Gosok

7 Tips Menyetrika Kemeja agar Rapi Sempurna, Jangan Asal Gosok

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:35 WIB

Penyebab Mesin Cuci Bergetar Hebat Saat Spin, Ini Cara Mengatasinya

Penyebab Mesin Cuci Bergetar Hebat Saat Spin, Ini Cara Mengatasinya

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:34 WIB

9 Rekomendasi Cushion Instaperfect untuk Kulit Matang, Apa Shade Kamu?

9 Rekomendasi Cushion Instaperfect untuk Kulit Matang, Apa Shade Kamu?

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 12:32 WIB

10 Jenazah Dievakuasi dari Bangunan Roboh karena Serangan Udara Israel di Gaza

10 Jenazah Dievakuasi dari Bangunan Roboh karena Serangan Udara Israel di Gaza

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:32 WIB

KB Pascapersalinan Bukan Sekadar Kontrasepsi, Tapi Pastikan Anak Dapat ASI dan Pola Asuh Optimal

KB Pascapersalinan Bukan Sekadar Kontrasepsi, Tapi Pastikan Anak Dapat ASI dan Pola Asuh Optimal

News | Rabu, 16 September 2026 | 12:30 WIB

Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang

Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 12:28 WIB

Kecelakaan Maut di Balige, Kakak-Adik Naik Motor Tewas Tabrakan dengan Mobil

Kecelakaan Maut di Balige, Kakak-Adik Naik Motor Tewas Tabrakan dengan Mobil

Sumut | Rabu, 16 September 2026 | 12:22 WIB

×