Puluhan Ribu Warga Rusia Anti Perang Ditahan Selama Ekskalasi Konflik dengan Ukraina, Termasuk Vlogger Anna Bazhutova

Bella | Suara.com

Selasa, 19 November 2024 | 13:51 WIB
Puluhan Ribu Warga Rusia Anti Perang Ditahan Selama Ekskalasi Konflik dengan Ukraina, Termasuk Vlogger Anna Bazhutova
Seorang vlogger asal Rusia, Anna Bazhutova (Foto: X)

Suara.com - Lebih dari 1000 hari sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina, simbol 'Z' telah menjadi lebih dari sekadar tanda militer. Awalnya digunakan untuk menandai kendaraan militer, kini 'Z' telah bertransformasi menjadi lambang nasional yang ditemukan di pakaian, stiker mobil, hingga gedung-gedung.

Dikenal dengan makna "Za pobedu" yang berarti "untuk kemenangan", simbol ini telah menjadi tanda dukungan untuk operasi militer Rusia yang dikenal sebagai 'operasi militer khusus'. Namun, bagi banyak pihak, 'Z' kini lebih mencerminkan ancaman terhadap kebebasan berpendapat di Rusia.

Keadaan ini semakin buruk dengan kebijakan pemerintah yang semakin menekan mereka yang menentang perang. Anna Bazhutova, seorang vlogger berusia 31 tahun, adalah salah satu korban dari tindakan represif ini.

Pada bulan Juni tahun ini, ia dijatuhi hukuman penjara selama lima setengah tahun setelah berbagi kesaksian mengenai dugaan kekejaman tentara Rusia di Bucha, Ukraina. Tudingan penyebaran informasi palsu mengenai tentara Rusia mengarah pada vonis yang dianggap oleh pasangan Bazhutova, Aleksandr, sebagai hukuman yang sangat tidak adil.

"Hukuman ini tidak sebanding dengan apa yang telah dia lakukan. Ini hampir tidak ada artinya. Hanya kata-kata," ungkap Aleksandr.

Tindakan semacam ini bukanlah hal yang terisolasi. Menurut organisasi pemantau hak asasi manusia OVD-Info, lebih dari 1.000 orang telah diproses hukum di Rusia karena menyuarakan penentangan terhadap perang, dan lebih dari 20.000 orang telah ditahan karena ikut serta dalam demonstrasi anti-perang.

Dan bagi pihak berwenang Rusia, siapa pun yang dianggap sebagai ancaman atau pengkhianat, adalah sasaran dari 'perang domestik' yang kini tengah dilancarkan oleh Kremlin.

Kasus Nadezhda Buyanova, seorang dokter anak berusia 68 tahun yang dijatuhi hukuman lebih dari lima tahun penjara karena dituduh menyebarkan "berita bohong" tentang tentara Rusia, juga menambah kekhawatiran tentang pembatasan kebebasan berbicara. Bahkan tanpa bukti video, tuduhan itu sudah cukup untuk mengadili Buyanova. Aktivis khawatir dengan tumbuhnya budaya saling melaporkan, yang mengingatkan pada masa-masa ketidakpercayaan yang terjadi di bawah pemerintahan Stalin.

Kondisi di Rusia kini dipenuhi dengan ketakutan yang terwujud dalam tindakan sehari-hari. Banyak orang enggan berbicara secara terbuka mengenai perang, dan lebih memilih menggunakan eufemisme seperti "sejak 2022" atau "situasi saat ini", karena mereka tak yakin siapa yang mendengarkan. Inilah iklim ketakutan yang kini merasuki masyarakat Rusia, di mana kata-kata bisa menjadi senjata yang digunakan untuk menghukum mereka yang dianggap bersalah.

Setelah 1000 hari, perang ini tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Invasi yang awalnya diperkirakan akan selesai dalam beberapa minggu kini telah menjadi perjuangan eksistensial bagi Rusia, dengan narasi perjuangan suci melawan Barat. Apakah Rusia akan terus bertahan dalam konflik ini untuk seribu hari lagi? Jika ya, orang-orang seperti Anna Bazhutova dan Nadezhda Buyanova hanya akan berada di tengah perjalanan hukuman mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Anggota Parlemen Ukraina Ngaku Muak dengan Kata Eskalasi: Kami Sudah Kenyang dengan Propaganda Ini

Anggota Parlemen Ukraina Ngaku Muak dengan Kata Eskalasi: Kami Sudah Kenyang dengan Propaganda Ini

News | Selasa, 19 November 2024 | 12:09 WIB

Rusia Dikecam Inggris Setelah Veto Resolusi Gencatan Senjata Sudan di PBB

Rusia Dikecam Inggris Setelah Veto Resolusi Gencatan Senjata Sudan di PBB

News | Selasa, 19 November 2024 | 10:10 WIB

Jerman Kirim 4.000 Pesawat Serang Tanpa Awak ke Ukraina

Jerman Kirim 4.000 Pesawat Serang Tanpa Awak ke Ukraina

News | Selasa, 19 November 2024 | 04:10 WIB

Rusia-Ukraina Memanas, Kim Jong Un Langsung Desak Pasukannya untuk Siap Tempur

Rusia-Ukraina Memanas, Kim Jong Un Langsung Desak Pasukannya untuk Siap Tempur

News | Senin, 18 November 2024 | 20:58 WIB

AS Izinkan Ukraina Gunakan Rudal Jarak Jauh di Rusia: Eskalasi Konflik atau Langkah Strategis?

AS Izinkan Ukraina Gunakan Rudal Jarak Jauh di Rusia: Eskalasi Konflik atau Langkah Strategis?

News | Selasa, 19 November 2024 | 04:55 WIB

AS Izinkan Rudal Ukraina Hantam Rusia, Kremlin: Kami Akan Ambil Keputusan!

AS Izinkan Rudal Ukraina Hantam Rusia, Kremlin: Kami Akan Ambil Keputusan!

News | Senin, 18 November 2024 | 19:03 WIB

Prancis dan Jerman Dukung Ukraina untuk Serang Rusia Pakai Rudal Amerika

Prancis dan Jerman Dukung Ukraina untuk Serang Rusia Pakai Rudal Amerika

News | Senin, 18 November 2024 | 18:49 WIB

Biden Berjudi dengan Perang Dunia III? Rusia Kecam Keputusan AS Soal Senjata Ukraina

Biden Berjudi dengan Perang Dunia III? Rusia Kecam Keputusan AS Soal Senjata Ukraina

News | Senin, 18 November 2024 | 17:16 WIB

Serangan Gabungan Rusia Hantam Infrastruktur Energi di Seluruh Ukraina

Serangan Gabungan Rusia Hantam Infrastruktur Energi di Seluruh Ukraina

News | Senin, 18 November 2024 | 09:31 WIB

Biden Izinkan Ukraina Luncurkan Serangan ke Wilayah Rusia dengan Rudal AS

Biden Izinkan Ukraina Luncurkan Serangan ke Wilayah Rusia dengan Rudal AS

News | Senin, 18 November 2024 | 08:40 WIB

Terkini

Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku

Iran Buka Jalur Kemanusiaan di Selat Hormuz Meski Blokade Masih Berlaku

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:05 WIB

Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah

Rudal Kiamat Iran Hantam Pemukiman Eshtaol Israel Hingga 11 Orang Terluka Parah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:44 WIB

Geger! Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengambang di Kali Pacing Bekasi, Kondisi Mengenaskan

Geger! Jasad Bayi Laki-laki Ditemukan Mengambang di Kali Pacing Bekasi, Kondisi Mengenaskan

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:35 WIB

Dunia Rugi 11,5 Triliun Dolar AS karena Perang Iran Hingga Krisis Energi Global

Dunia Rugi 11,5 Triliun Dolar AS karena Perang Iran Hingga Krisis Energi Global

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:25 WIB

Dukung PP TUNAS, IDAI Setuju Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial bagi Anak

Dukung PP TUNAS, IDAI Setuju Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial bagi Anak

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:23 WIB

Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS

Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:14 WIB

Viral Guru TPQ Banting Anak di Probolinggo, Kemenag Pastikan Sudah Diproses Hukum

Viral Guru TPQ Banting Anak di Probolinggo, Kemenag Pastikan Sudah Diproses Hukum

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:05 WIB

Konflik Selat Hormuz Memanas, Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Iran Segera Lakukan Deeskalasi

Konflik Selat Hormuz Memanas, Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Iran Segera Lakukan Deeskalasi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 09:58 WIB

Jutaan Rakyat AS Demo Massal, Aksi "No Kings" Tuntut Donald Trump Mundur dari Presiden

Jutaan Rakyat AS Demo Massal, Aksi "No Kings" Tuntut Donald Trump Mundur dari Presiden

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 09:51 WIB

Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit

Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 09:49 WIB