Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 29 Maret 2026 | 10:14 WIB
Iran Klaim 500 Tentara Amerika Tewas Kena Rudal di Dubai, Wilayah Arab Jadi Kuburan Militer AS
Rudal AS.

Iran klaim tewaskan 500 tentara Amerika dalam serangan rudal presisi di Dubai.

Presiden Pezeshkian peringatkan negara Arab agar tidak membiarkan wilayahnya jadi pangkalan perang.

Perang makin membara setelah kematian Ali Khamenei akibat serangan Amerika dan Israel.

Suara.com - Eskalasi konflik perang di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah markas militer Amerika Serikat menjadi sasaran.

Markas Besar Komando Pusat Iran Khatam Al Anbiya merilis pernyataan resmi mengenai operasi serangan balasan yang mematikan.

Pihak Teheran mengeklaim bahwa lebih dari 500 personel militer Amerika Serikat menjadi korban dalam serangan di Dubai.

Operasi militer yang diluncurkan pada Sabtu (28/3) tersebut menyasar titik-titik strategis yang menjadi pusat aktivitas tentara asing.

Juru bicara Khatam Al Anbiya menyebutkan bahwa intelejen mereka berhasil memetakan lokasi persembunyian rahasia pasukan Paman Sam.

Dua lokasi utama di Uni Emirat Arab diidentifikasi sebagai pusat penampungan personel militer Amerika oleh pihak Iran.

Lokasi pertama diperkirakan menampung sekitar 400 orang, sementara titik kedua dihuni oleh lebih dari 100 personel.

"Dalam beberapa jam terakhir, dua tempat persembunyian mereka berhasil diidentifikasi, dengan lebih dari 400 orang di lokasi pertama dan lebih dari 100 orang di lokasi kedua di Dubai. Keduanya menjadi sasaran rudal presisi dan drone dari Angkatan Dirgantara dan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam, yang mengakibatkan korban sangat besar di pihak mereka," ucap juru bicara tersebut.

Kekuatan udara dan laut dari Korps Garda Revolusi Islam dikerahkan secara masif untuk memastikan target hancur sepenuhnya.

Laporan dari kantor berita Tasnim mengindikasikan bahwa serangan ini menggunakan teknologi drone canggih dan rudal berkemampuan presisi tinggi.

Iran menyatakan bahwa mereka telah berulang kali memberikan peringatan diplomatik kepada negara-negara tetangga di wilayah Timur Tengah.

Pesan tersebut berisi desakan agar negara-negara Arab segera menghentikan dukungan logistik dan pengusiran terhadap militer Amerika Serikat.

Pihak Teheran menegaskan bahwa keterlibatan negara kawasan hanya akan membuat mereka terseret ke dalam lubang peperangan yang dalam.

Ketegangan psikologis juga dilontarkan oleh juru bicara militer Iran kepada pemerintahan di Washington dan para komandan lapangan.

"Trump dan para komandan militer Amerika harus sepenuhnya memahami bahwa kawasan ini akan berubah menjadi kuburan bagi tentara Amerika, dan mereka tidak akan punya pilihan selain menyerah pada kehendak ilahi rakyat yang heroik dan para pejuang Islam yang berani," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konflik Selat Hormuz Memanas, Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Iran Segera Lakukan Deeskalasi

Konflik Selat Hormuz Memanas, Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Iran Segera Lakukan Deeskalasi

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 09:58 WIB

Jutaan Rakyat AS Demo Massal, Aksi "No Kings" Tuntut Donald Trump Mundur dari Presiden

Jutaan Rakyat AS Demo Massal, Aksi "No Kings" Tuntut Donald Trump Mundur dari Presiden

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 09:51 WIB

Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit

Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 09:49 WIB

Terkini

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

Prabowo Tantang Satgas PKH: Takut Bandit atau Berani Bela Rakyat?

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:18 WIB

Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat

Budisatrio Djiwandono Siap Hadirkan Para Dubes untuk Simak Sinergi Karang Taruna - Sekolah Rakyat

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:15 WIB

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

Dituding Lamban oleh DPR, KNKT Bongkar Alasan Investigasi Kereta Bekasi Tak Kunjung Usai

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:56 WIB

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

Staf Ahli TP PKK Yane Ardian Minta Pemda Perkuat UP2K dan Berdayakan Lansia

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:53 WIB

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

Jakarta-Kelantan Sepakat Perkuat Kerja Sama, Penerbangan Langsung Dimulai 16 Juni

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:33 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

Jaksa Tuntut Nadiem Bayar Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:29 WIB

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

Bongkar Modus Birokrat 'Kickback' Perizinan, Prabowo Mau Efisiensi Izin 2 Tahun jadi 2 Minggu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

Selain Dituntut 18 Tahun, Nadiem Dibebani Denda Rp 1 Miliar dan Uang Pengganti Rp 5,6 Triliun!

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

Selain 18 Tahun Bui, Nadiem Dituntut Bayar Rp4,8 T: Tak Bayar Tambah 9 Tahun

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:17 WIB

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

Komisioner Komnas HAM Desak Penyelesaian Hukum Kasus Kekerasan Seksual Mei 1998

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:10 WIB