Konflik Selat Hormuz Memanas, Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Iran Segera Lakukan Deeskalasi

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 29 Maret 2026 | 09:58 WIB
Konflik Selat Hormuz Memanas, Sekjen PBB Antonio Guterres Desak Iran Segera Lakukan Deeskalasi
Rudal Iran
baca 10 detik
  • PBB melakukan diplomasi telepon dengan Iran guna mengatasi hambatan pengiriman di Selat Hormuz.

  • Blokade de facto di Selat Hormuz memicu lonjakan harga BBM di pasar internasional.

  • IMO menegaskan deeskalasi lebih efektif dibandingkan pengiriman kapal perang untuk mengamankan jalur pelayaran.

Suara.com - Kondisi geopolitik perang di kawasan Timur Tengah semakin berada pada titik nadir yang sangat mengkhawatirkan masyarakat internasional.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres bergerak cepat mengambil langkah diplomasi tingkat tinggi untuk meredam bara api konflik tersebut.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengungkapkan bahwa pimpinan tertinggi PBB itu telah melakukan komunikasi langsung dengan pihak Teheran.

"Sekretaris Jenderal telah berbicara melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran," kata Dujarric dalam sebuah konferensi pers.

Langkah ini diambil menyusul terganggunya jalur logistik vital yang melewati wilayah perairan strategis di ujung Teluk Persia tersebut.

Upaya Diplomasi Global di Tengah Krisis

Fokus utama pembicaraan adalah mencari jalan keluar atas hambatan pengiriman komoditas energi yang melintasi Selat Hormuz saat ini.

Selain menghubungi pihak Iran, Guterres juga membangun komunikasi intensif dengan berbagai aktor kunci di panggung politik global.

Dujarric menyebutkan bahwa koordinasi telah dilakukan dengan Dubes AS untuk PBB Mike Waltz guna membahas langkah strategis selanjutnya.

baca juga

Tidak hanya dengan Amerika Serikat, pimpinan PBB ini juga merangkul kekuatan regional melalui pembicaraan dengan Menlu Mesir Badr Abdelatty.

Dukungan diplomatik juga dicari dari wilayah Asia Selatan melalui dialog telepon dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar.

Dampak Serangan Militer Terhadap Warga Sipil

Rentetan konflik ini berakar dari eskalasi bersenjata yang pecah pada penghujung bulan Februari yang lalu di wilayah tersebut.

Tepat pada 28 Februari, kekuatan militer AS dan Israel melakukan operasi serangan udara yang menyasar titik-titik krusial di Iran.

Serangan yang menjangkau hingga wilayah Teheran tersebut dilaporkan mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah serta memakan korban jiwa dari kalangan sipil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit

Dampak Perang AS-Israel, Iran Segel Selat Hormuz Hingga Harga BBM Terus Melejit

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 09:49 WIB

Keheningan Utara dan Harapan dari Selatan

Keheningan Utara dan Harapan dari Selatan

Your Say | Minggu, 29 Maret 2026 | 07:21 WIB

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:56 WIB

Terkini

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Akui Timnas Indonesia Belum Maksimal Usai Kalahkan Singapura, John Herdman: Pemain Jet Lag

Bola | Sabtu, 26 September 2026 | 06:40 WIB

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

Bechi Divonis 7 Tahun, Tapi Baru 3 Tahun Sudah Bebas: Bagaimana Bisa?

News | Sabtu, 26 September 2026 | 06:31 WIB

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Perawatan Ibu Hamil Tak Cuma Soal Fisik, Kesehatan Mental Juga Perlu Dijaga

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 04:03 WIB

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

6 Perbedaan Night Cream dan Sleeping Mask, Apakah Harus Dipakai Dua-duanya?

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 23:39 WIB

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Day Trading Bukan Sekadar Kejar Cuan, Risiko Justru Jadi Kunci

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 23:30 WIB

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Dituduh Huni 'Rumah Khusus' di Lapas Cibinong, Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara

Bogor | Jum'at, 25 September 2026 | 23:14 WIB

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

DPRD Banten Soroti Tukin Kepala Sekolah SMA dan SMK Rp14,5 Juta, Minta Dievaluasi

Banten | Jum'at, 25 September 2026 | 22:55 WIB

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat

Jabar | Jum'at, 25 September 2026 | 22:35 WIB

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

Ferdy Sambo Buka Suara soal Sel Mewah di Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 22:33 WIB

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Finex Perluas Pembayaran Lokal, QRIS Jadi Andalan Trader

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 22:30 WIB

×